- Persaingan jelang Musda VI DPD Partai Golkar Kota Bekasi antara Ade Puspitasari dan Ranny Fahd Arafiq diibaratkan seperti pertarungan serigala dan domba.
- Sejumlah kader internal menilai posisi Ranny kian pesimis dan menyarankannya mundur demi menjaga marwah sebagai Anggota DPR RI.
- Dukungan agar Ranny tetap maju bertarung diduga kuat muncul akibat tekanan dari lingkaran pendukung, bukan kemauan politik pribadinya.
- Pengamat politik menilai fondasi politik Ranny di daerah goyah karena kehilangan pilar penyokong utamanya.
SUHU POLITIK INTERNAL DPD PARTAI GOLKAR KOTA BEKASI kian mendidih menjelang perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) VI.
Persaingan sengit memperebutkan kursi ketua umum antara petahana Ade Puspitasari dan sang penantang Ranny Fahd Arafiq, kini memunculkan analogi pertarungan berat sebelah bak serigala dan domba.
Merespons dinamika tersebut, sejumlah kader akar rumput menilai Ranny berada di posisi terpojok dan disarankan untuk mengundurkan diri demi menjaga marwah politiknya di tingkat nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dinamika Jelang Musda Golkar Kota Bekasi: Pesimisme di Kubu Ranny Fahd Arafiq
Sinyal melemahnya kekuatan Ranny makin santer terdengar usai pertemuan terbarunya bersama jajaran pendukung inti di Kota Bekasi.
Pertemuan strategis tersebut turut dihadiri oleh deretan figur penting, seperti Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi Faisal, Ketua AMPG Rusman Fadillah, hingga Ketua SOKSI Kota Bekasi Abdul Hadie.
Namun, alih-alih memancarkan aura optimisme dan kesiapan tempur menjelang pertarungan, gestur para tokoh yang hadir justru memancarkan kepesimisan di mata internal partai berlambang pohon beringin tersebut.
”Kalau kita lihat dari pertemuan terakhir itu, jujur saja terpancar wajah-wajah pesimis. Rasanya bakal sulit kalau Ranny tetap memaksakan diri melawan kekuatan Ade Puspitasari,” ungkap salah seorang kader Golkar Kota Bekasi kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Selasa (13/10/2026).
Mengapa Ranny Fahd Arafiq Disarankan Mundur dari Pencalonan Musda Golkar Kota Bekasi?
Desakan agar Ranny mengurungkan niatnya bertarung di Musda VI bukan tanpa alasan yang kuat.
Langkah taktis ini dinilai amat krusial demi menjaga kredibilitasnya sebagai wakil rakyat yang saat ini menduduki jabatan strategis di DPR RI.
Di sisi lain, beredar rumor kencang di tingkat pimpinan kecamatan bahwa dorongan agar Ranny tetap bertarung sejatinya bukan lagi berasal dari ambisi pribadinya.
Tekanan tersebut disinyalir datang dari desakan kuat lingkaran pendukung di sekelilingnya yang menolak lempar handuk lebih awal.
”Pertemuan kemarin itu sebenarnya bentuk desakan dari Faisal dan Rusman yang terus menekan Ranny agar tidak mundur. Padahal kalau jujur kita lihat, spirit dan semangat Ranny sendiri untuk bertarung sepertinya sudah meredup,” beber kader tersebut.
Bagaimana Dampak Kasus Hukum Fahd Arafiq Terhadap Fondasi Politik Ranny di Daerah?
Pengamat politik Deni Romdoni menganalisis bahwa posisi Ranny Fahd Arafiq menjelang perhelatan Musda VI memang berada pada titik yang sangat rawan.
Lemahnya kekuatan ini bukan sekadar dipicu oleh guncangan psikis imbas kasus hukum OTT KPK yang menjerat sang suami, Fahd Arafiq, melainkan juga menyangkut rekam jejak kaderisasinya yang minim di tingkat akar rumput.
”Harus diakui secara obyektif, Ranny bukanlah seorang politisi murni yang tumbuh dari proses kaderisasi bertahap di akar rumput. Keberhasilannya menembus kursi parlemen DPR RI hingga memiliki panggung politik tak lepas dari sokongan dan support penuh figur Fahd Arafiq. Ketika pilar penyokong utama itu terguncang, fondasi politiknya di arena daerah ikut bergoyang keras,” jelas Deni.
Lebih lanjut, Deni menegaskan bahwa dalam kontestasi internal seperti Musda, ketidakpastian dukungan struktural murni dan minimnya ikatan emosional dengan pemilik suara akan menjadi bumerang fatal.
”Musda itu arena taktis. Kandidat yang sejak awal mengandalkan sokongan figur eksternal ketimbang modal kepemimpinan mandiri akan sangat rentan terisolasi ketika berada di ruang pemilihan,” pungkasnya.
Kini, mata publik dan simpatisan Partai Golkar menanti langkah tegas dari Ranny Fahd Arafiq. Apakah ia akan tetap nekat masuk ke arena melawan mesin politik petahana, atau merasionalisasi keadaan dan memilih mundur demi menjaga ritme karier politiknya?
Jangan lewatkan perkembangan politik daerah terbaru hanya di RakyatBekasi.Com. Bagikan artikel ini kepada rekan Anda dan ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi agar selalu update dengan berita paling tajam dan terpercaya!
Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















