Pria Diduga Anggota BNPT Terjun dan Tenggelam di Kalimalang Bekasi, Tim SAR Sisir Arus Deras

- Jurnalis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OPERASI SAR KALIMALANG – Personel tim SAR gabungan menggunakan perahu karet menerjang arus deras saat melakukan penyisiran untuk mencari MRA (34), pria yang dilaporkan tenggelam usai melompat ke aliran Sungai Kalimalang di kawasan Jalan KH. Noer Ali (seberang Mal Grand Metropolitan), Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jumat (16/10/2026). (Foto: Dok. RakyatBekasi.Com)

OPERASI SAR KALIMALANG – Personel tim SAR gabungan menggunakan perahu karet menerjang arus deras saat melakukan penyisiran untuk mencari MRA (34), pria yang dilaporkan tenggelam usai melompat ke aliran Sungai Kalimalang di kawasan Jalan KH. Noer Ali (seberang Mal Grand Metropolitan), Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jumat (16/10/2026). (Foto: Dok. RakyatBekasi.Com)

  • ​Identitas & Status Korban: Pria berinisial MRA (34), yang diduga merupakan anggota Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan disinyalir tengah mengalami depresi.
  • ​Lokasi & Waktu Kejadian: Aliran Sungai Kalimalang (kawasan Jalan KH. Noer Ali / seberang Mal Grand Metropolitan), Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, pada Kamis (15/10/2026) pukul 11.12 WIB.
  • Kronologi Singkat: Korban sempat meminta izin ke toilet kepada sepupunya, merasa mendapat ancaman, lalu berlari sambil berteriak meminta tolong sebelum memanjat pagar pembatas dan melompat ke sungai.
  • ​Skala Operasi SAR: Tim SAR gabungan bersama jajaran Pemkot Bekasi menerjunkan 3 Search and Rescue Unit (SRU) dengan radius penyisiran air sejauh 200 meter dan jalur darat hingga 1 kilometer.

MISTERI MENYELIMUTI INSIDEN pria tenggelam di Kalimalang Bekasi, tepatnya di aliran sungai kawasan Jalan KH. Noer Ali, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, sejak Kamis (15/10/2026) siang pukul 11.12 WIB.

Korban berinisial MRA (34)—yang diduga merupakan anggota Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)—nekat memanjat pagar pembatas dan menceburkan diri ke derasnya arus sungai usai berteriak histeris meminta pertolongan karena merasa diancam.

Hingga Jumat (16/10/2026), tim SAR gabungan bersama unsur Pemkot Bekasi masih berjibaku menyisir aliran Kalimalang untuk menemukan keberadaan korban.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Fokus Operasi Pencarian Pria Tenggelam di Kalimalang Bekasi oleh Tim SAR Gabungan

​Insiden tragis di jantung jalur protokol Kecamatan Bekasi Selatan ini langsung memicu respons cepat dari aparat kewilayahan dan petugas penyelamat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Wiratma Puspita, mengonfirmasi bahwa operasi pencarian korban masih terus dipacu oleh personel gabungan di lapangan.

​”Proses pencarian masih tengah berlangsung,” kata Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Wiratma Puspita kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya, Jumat (16/10/2026).

​Kesiapsiagaan unsur Pemkot Bekasi—mulai dari BPBD Kota Bekasi hingga aparatur Kecamatan Bekasi Selatan—terus disiagakan sejalan dengan komitmen pelayanan kedaruratan Wali Kota Bekasi dalam merespons cepat setiap insiden keselamatan warga di perairan Kota Bekasi.

​Mengapa Korban MRA Nekat Melompat ke Aliran Kalimalang Bekasi Selatan?

​Korban MRA (34) diduga nekat melompat ke aliran Kalimalang karena mengalami ketakutan berlebih akibat merasa dirinya sedang mendapat ancaman, disertai indikasi gangguan kesehatan mental (depresi).

​Fakta tersebut terungkap dari kesaksian sepupu korban, Idul Mukti (31), yang mendampingi MRA sesaat sebelum insiden terjadi.

Menurut penuturan Idul, korban awalnya sempat meminta izin untuk pergi ke toilet dan masih berada dalam pengawasannya hingga masuk ke dalam ruangan tersebut.

​Namun, kondisi psikologis korban yang merasa terancam diduga memicu kepanikan mendadak. Tak berselang lama, Idul justru menerima kabar mengejutkan bahwa sepupunya tersebut keluar sambil berteriak, memanjat pagar pembatas tepi sungai, dan langsung terjun ke aliran Kalimalang.

​Bagaimana Kronologi Detik-Detik Pria Diduga Anggota BNPT Tenggelam di Kalimalang?

​Kronologi kejadian bermula tepat pada pukul 11.12 WIB ketika korban terlihat berlari seorang diri sambil berteriak meminta pertolongan sebelum akhirnya melompat melewati pagar besi pembatas sungai dan hilang ditelan arus Kalimalang.

​Detik-detik mencekam itu disaksikan langsung oleh Mustakim (43), seorang petugas keamanan di salah satu tempat usaha di sekitar lokasi kejadian.

Mustakim mengungkapkan rasa janggalnya lantaran saat korban berteriak meminta tolong, tidak ada satu orang pun yang terlihat mengejar atau mengancam korban di lokasi.

​”Korban kemudian berlari, memanjat pagar pembatas, lalu melompat ke aliran Kalimalang. Setelah itu, korban tidak terlihat muncul kembali ke permukaan air,” jelasnya.

​Untuk memudahkan proses identifikasi di lapangan, pihak BPBD Kota Bekasi merinci ciri-ciri terakhir korban saat dilaporkan tenggelam:

  • ​Inisial & Usia: MRA (34 tahun).
  • ​Pakaian Atas: Kemeja lengan panjang berwarna putih bercorak.
  • ​Pakaian Bawah: Celana panjang formal berwarna abu-abu.
  • ​Ciri Khusus: Tidak mengenakan alas kaki (sandal/sepatu) dan disinyalir tengah mengalami depresi.

​Bagaimana Strategi Tim SAR Gabungan dan Pemkot Bekasi Mencari Korban?

​Operasi pencarian korban dilaksanakan dengan membagi kekuatan personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU) guna memperluas jangkauan penyisiran di jalur air maupun darat sepanjang aliran Kalimalang.

​Komandan Tim (Dantim) Basarnas, Bobby Yoenatra Putra, menerangkan bahwa pembagian tiga unit taktis ini dirancang untuk mengoptimalkan pemantauan di tengah derasnya debit air Kalimalang di sekitar kawasan Mal Grand Metropolitan, Bekasi Selatan.

​“Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan membagi personel menjadi tiga SRU. SRU pertama menggunakan perahu karet dan SRU kedua menggunakan perahu rafting, masing-masing melakukan penyisiran sejauh 200 meter dari lokasi kejadian,” katanya.

​Secara rinci, skema operasi dan pelibatan unsur SAR gabungan dalam pencarian ini meliputi:

  • ​SRU 1 (Jalur Air): Penyisiran permukaan dan arus sungai menggunakan perahu karet (rubber boat) sejauh 200 meter dari titik awal korban melompat.
  • ​SRU 2 (Jalur Air): Penyisiran paralel menggunakan perahu rafting dengan radius 200 meter dari lokasi kejadian.
  • ​SRU 3 (Jalur Darat): Pemantauan dan penyisiran visual menyusuri bantaran sungai melalui jalur darat sejauh 1 kilometer dari titik awal kejadian.
  • ​Unsur Terlibat: Unit Siaga SAR Bekasi (Basarnas), BPBD Kota Bekasi, Bhabinkamtibmas Polsek Bekasi Selatan, Babinsa Koramil Bekasi Selatan, Satpol PP Kecamatan Bekasi Selatan, MHD Ambulance, serta Saka SAR Kota Bekasi.

​Hingga berita ini diturunkan, seluruh personel SAR gabungan masih terus berupaya menyisir setiap sudut aliran sungai dan bantaran Kalimalang demi menemukan keberadaan MRA.

Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat atau pengguna jalan di sepanjang Jalan KH. Noer Ali yang melihat tanda-tanda keberadaan korban agar segera melapor ke posko petugas terdekat.

​Bagaimana tanggapan Anda terkait pengamanan pembatas di sepanjang aliran Kalimalang Kota Bekasi?

Bagikan pendapat Anda di kolom komentar, sebarkan informasi ini, dan pastikan Anda selalu mendapatkan pembaruan berita terkini seputar Bekasi dengan mengikuti Saluran WhatsApp Resmi RakyatBekasi melalui tautan berikut: Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Abai Tertibkan Prostitusi Panti Pijat ‘Be Glow’, 190 Personel Satpol PP Kota Bekasi Malah Touring ke Bogor
Wali Kota Bekasi Rombak Total Penataan PKL Alun-alun M. Hasibuan, Lapak Jadi Satu Jalur dan 150 Gerobak Diseragamkan
Wisata Air Kalimalang Kota Bekasi Capai 85 Persen, Dedi Mulyadi Dijadwalkan Gunting Pita 10 November 2026
Siap Beroperasi, JPO Stasiun Bekasi Tinggal Tunggu Mesin Lift dan Bongkar Kaca Akses Stasiun
Dari Bekasi Tembus Inggris! Ikuti Pelatihan Digital Printing Bareng CALMA Indonesia, Cek Jadwal dan Cara Daftarnya
​Waspada Jebakan Mafia Lowongan Kerja Bodong Berbayar Berkedok Biaya Seragam dan Diklat!
Disnaker Kota Bekasi Tepis Isu Oknum “A” Jadi Beking Loker Bodong Berbayar di Jalan Cut Meutia
Babak Akhir Perebutan Kursi Sekda: Tiga Pejabat Internal Dikepung Birokrat Banjar, Siapa Pilihan Wali Kota Bekasi?
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Abai Tertibkan Prostitusi Panti Pijat ‘Be Glow’, 190 Personel Satpol PP Kota Bekasi Malah Touring ke Bogor

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Pria Diduga Anggota BNPT Terjun dan Tenggelam di Kalimalang Bekasi, Tim SAR Sisir Arus Deras

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Wali Kota Bekasi Rombak Total Penataan PKL Alun-alun M. Hasibuan, Lapak Jadi Satu Jalur dan 150 Gerobak Diseragamkan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Wisata Air Kalimalang Kota Bekasi Capai 85 Persen, Dedi Mulyadi Dijadwalkan Gunting Pita 10 November 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Dari Bekasi Tembus Inggris! Ikuti Pelatihan Digital Printing Bareng CALMA Indonesia, Cek Jadwal dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x