- Nilai Transaksi Ekonomi: Gelaran Bekasi City Fashion Movement (BCFM) 2026 membukukan total perputaran uang mencapai Rp334.956.923 dari berbagai sektor usaha kreatif.
- Penyumbang Terbesar: Sektor jasa jahit mendominasi pendapatan sebesar Rp137.302.420 (40,99%), disusul penjualan batik di Gerai Dekranasda Kota Bekasi senilai Rp71.999.503 (21,49%).
- Waktu & Lokasi Spesifik: Berlangsung selama tiga hari pada 9–11 Oktober 2026 di Pakuwon Mall Bekasi, Jalan Raya Pekayon Nomor 2, RT 001/RW 002, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.
- Konsep & Target Strategis: Mengusung tema “Sporty & Dynamic: Road to Porprov 2026” dengan visi Local to Global untuk memperluas pangsa pasar UMKM, IKM, perajin, serta desainer lokal menjelang Porprov Jabar XV 2026.
PERHELATAN BEKASI CITY FASHION MOVEMENT (BCFM) 2026 di Pakuwon Mall Bekasi, sukses membukukan perputaran ekonomi sebesar Rp334.956.923.
Nilai transaksi ratusan juta rupiah tersebut tercatat hanya dalam tiga hari pelaksanaan pada 9–11 Oktober 2026.
Agenda tahunan besutan Ketua Dekranasda Kota Bekasi, Wiwiek Hargono, yang mendapat dukungan penuh Pemkot Bekasi ini membuktikan industri fesyen mampu menjadi penggerak riil ekonomi lokal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dampak Ekonomi Bekasi City Fashion Movement 2026 bagi UMKM dan Industri Kreatif Kota Bekasi
Berapa total transaksi dan rincian pendapatan selama Bekasi City Fashion Movement 2026?
Total transaksi ekonomi selama tiga hari penyelenggaraan Bekasi City Fashion Movement 2026 mencapai Rp334.956.923 yang bersumber dari ekosistem hulu hingga hilir industri fesyen lokal.
Berbeda dengan ajang pameran seremonial yang kerap minim transaksi riil, BCFM 2026 justru mencatatkan arus kas langsung bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri kecil menengah (IKM) binaan Pemkot Bekasi.
Berdasarkan data rekapitulasi penyelenggaraan, kontribusi perputaran uang pada BCFM 2026 terbagi ke dalam sejumlah sektor utama:
- Sektor Jasa Jahit: Rp137.302.420 (menyumbang porsi terbesar yakni sekitar 40,99% dari total transaksi).
- Belanja Batik di Gerai Dekranasda Kota Bekasi: Rp71.999.503 (menyumbang sekitar 21,49% dari total transaksi).
- Sektor Pendukung Kreatif Lainnya: Rp125.655.000 (akumulasi dari pesanan desainer lokal, transaksi pelaku bazar, jasa tata rias/makeup, kuliner, kerajinan tangan, hingga produk IKM dan UKM Kota Bekasi).
Tingginya angka pesanan pada sektor jasa jahit menunjukkan bahwa panggung peragaan busana ini tidak berhenti pada estetika visual semata.
Permintaan produksi pakaian yang melonjak langsung menyerap tenaga kerja penjahit lokal di berbagai kecamatan se-Kota Bekasi.
Mengapa Bekasi City Fashion Movement 2026 efektif menggerakkan ekosistem ekonomi kreatif Kota Bekasi?
Bekasi City Fashion Movement 2026 dinilai efektif menggerakkan perekonomian daerah karena dirancang sejak awal sebagai ruang temu langsung antara produsen kreatif lokal dengan pasar konsumen di pusat perbelanjaan strategis.
Ketua Dekranasda Kota Bekasi, Wiwiek Hargono, menegaskan bahwa rantai pasok industri fesyen memiliki efek domino yang menghidupkan banyak profesi sekaligus dalam satu waktu.
”BCFM kami dorong agar memberikan manfaat langsung kepada pelaku usaha. Ketika karya lokal tampil, masyarakat membeli, desainer mendapatkan pesanan, penjahit mendapatkan pekerjaan, dan UMKM mendapatkan pasar, maka ekosistem ekonomi kreatif ikut bergerak,” kata Ketua Dekranasda Kota Bekasi, Wiwiek Hargono kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Pakuwon Mall Bekasi, Minggu (11/10/2026).
Konsistensi tersebut terlihat dari rekam jejak penyelenggaraan BCFM yang pertama kali digagas oleh Wiwiek Hargono pada 2023 sebagai transformasi dan pengembangan dari ajang Bekasi Fashion Week.
Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya pada 2026, Dekranasda Kota Bekasi bersama Pemkot Bekasi terus memperkuat kurasi produk agar mampu bersaing di pasar modern dengan semangat Local to Global.
Bagaimana konsep Bekasi City Fashion Movement 2026 dalam menyambut Porprov Jabar XV 2026?
Konsep Bekasi City Fashion Movement 2026 mengusung tema besar “Sporty & Dynamic: Road to Porprov 2026” yang memadukan keanggunan wastra batik khas Bekasi dengan karakter busana olahraga (sportswear) yang dinamis.
Pemilihan konsep di Pakuwon Mall Bekasi ini sekaligus menjadi langkah strategis Pemkot Bekasi dalam menggaungkan kesiapan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV Tahun 2026.
Dalam perhelatan tersebut, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto turut tampil langsung di atas panggung catwalk mendampingi Wiwiek Hargono serta jajaran pengurus Dekranasda Kota Bekasi dengan mengenakan busana kasual sporty berbalut motif batik lokal Kota Bekasi.
Kehadiran pucuk pimpinan Pemkot Bekasi di atas panggung peragaan busana menjadi simbol dukungan konkret pemerintah daerah terhadap karya perajin dan desainer lokal.
“Setiap tahun konsepnya kami kembangkan. Kami ingin BCFM menjadi panggung bagi talenta dan produk lokal Bekasi sekaligus membuka peluang ekonomi yang semakin luas bagi para pelakunya,” katanya.
Apa dampak berantai BCFM 2026 bagi keberlanjutan pelaku usaha lokal di Kota Bekasi?
Dampak berantai (multiplier chain effect) dari capaian transaksi Rp334,9 juta pada Bekasi City Fashion Movement 2026 mencakup perluasan jaringan kemitraan jangka panjang antara desainer, komunitas perajin batik, penyedia jasa jahit, pelaku kuliner, hingga ritel modern.
Gelaran di koridor ekonomi Jalan Raya Pekayon, Kecamatan Bekasi Selatan ini membuktikan bahwa belanja acara kreatif mampu bertransformasi menjadi investasi perputaran ekonomi rakyat jika dikelola secara terukur.
Meski demikian, tantangan terbesar bagi Pemkot Bekasi dan Dekranasda Kota Bekasi ke depan adalah menjaga keberlanjutan pesanan (repeat order) pasca-perhelatan tiga hari tersebut.
Penguatan kapasitas produksi penjahit lokal serta pembukaan akses gerai permanen di pusat perbelanjaan Kota Bekasi menjadi kunci agar semangat Local to Global terus menghasilkan nilai tambah ekonomi sepanjang tahun.
Melalui pencapaian transaksi yang menembus Rp334,9 juta di tahun keempat penyelenggaraannya, Bekasi City Fashion Movement (BCFM) 2026 kian mengukuhkan posisinya sebagai barometer kebangkitan industri fesyen dan ekonomi kreatif di Kota Bekasi.
Sinergi berkelanjutan antara Dekranasda Kota Bekasi, Pemkot Bekasi, dan pelaku UMKM diharapkan mampu membawa produk lokal menembus pasar nasional hingga mancanegara.
Bagaimana pendapat Anda mengenai perkembangan batik dan fesyen lokal Kota Bekasi saat ini? Tuliskan tanggapan Anda di kolom komentar, bagikan artikel ini kepada rekan pelaku UMKM, dan baca liputan mendalam lainnya seputar ekonomi daerah di RakyatBekasi.Com.
Jangan lupa ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi melalui tautan Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar Kota dan Kabupaten Bekasi.
Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















