- Realisasi Distribusi: Sebanyak 15.000 butir telur telah disalurkan hingga tahap ke-5 (Oktober 2026) dari total target 18.000 butir telur sejak program berjalan pada Juni 2026.
- Sasaran Penerima: 50 anak di bawah dua tahun (baduta) berisiko stunting dari keluarga penerima manfaat di Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.
- Titik Penyaluran: Terpusat di dua gerai, yakni Alfamidi Ciantra Super (Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan) untuk 36 anak dan Alfamidi Cibarusah untuk 14 anak.
- Skema & Durasi: Setiap baduta menerima intervensi 2 butir telur per hari selama 6 bulan penuh (Juni–November 2026) melalui sinergi CSR Alfamidi Cabang Bekasi dan DPPKB Kabupaten Bekasi.
ANCAMAN GAGAL TUMBUH atau stunting pada fase seribu hari pertama kehidupan terus direspons lewat intervensi gizi terukur di wilayah industri.
Alfamidi Cabang Bekasi bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bekasi kembali menggelontorkan ribuan butir telur melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Protein Cegah Stunting tahap kelima bagi 50 anak di bawah dua tahun (baduta) berisiko stunting di Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.
Memasuki penyaluran bulan kelima pada Oktober 2026 ini, tercatat sudah 15.000 butir telur terdistribusi langsung ke tangan keluarga penerima manfaat guna mengunci kecukupan protein hewani anak sejak Juni 2026 lalu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sinergi CSR Alfamidi dan Pemkab Bekasi untuk Cegah Stunting di Kabupaten Bekasi
Persoalan stunting di kawasan penyangga ibu kota tidak bisa diselesaikan hanya dengan penyuluhan di atas kertas tanpa intervensi asupan gizi yang konsisten.
Kolaborasi multipihak antara sektor swasta dan Pemkab Bekasi menjadi instrumen krusial untuk memastikan anak-anak dari keluarga prasejahtera mendapatkan akses protein berkualitas setiap hari.
Bagaimana Skema Penyaluran 18.000 Telur CSR Alfamidi di Kecamatan Cikarang Selatan?
Penyaluran bantuan gizi dalam program Protein Cegah Stunting ini dibagi secara terukur di dua titik gerai utama agar mudah dijangkau oleh warga, yakni di Alfamidi Ciantra Super sebanyak 36 anak dan Alfamidi Cibarusah sebanyak 14 anak.
Melalui skema intervensi berkelanjutan, masing-masing baduta mendapatkan jatah konsumsi rutin hingga program tuntas pada November 2026 mendatang.
Berikut rincian data dan capaian distribusi program CSR Protein Cegah Stunting Alfamidi Cabang Bekasi:
- Total Target Distribusi: 18.000 butir telur selama 6 bulan pelaksanaan (Juni–November 2026).
- Capaian Tahap 5 (Oktober 2026): 15.000 butir telur telah tersalurkan kepada penerima manfaat.
- Kuota Harian per Anak: 2 butir telur setiap hari untuk masing-masing baduta selama 6 bulan.
- Total Penerima Manfaat: 50 keluarga yang memiliki baduta berisiko stunting di wilayah Kecamatan Cikarang Selatan (36 baduta di titik Alfamidi Ciantra Super dan 14 baduta di titik Alfamidi Cibarusah).
Mengapa Intervensi Protein Hewani Difokuskan pada Fase Baduta?
Intervensi protein hewani difokuskan pada kelompok anak di bawah dua tahun (baduta) karena periode ini merupakan fase emas (golden age) yang paling menentukan pertumbuhan fisik sekaligus perkembangan kognitif otak anak.
Kekurangan asupan protein hewani pada rentang usia di bawah dua tahun berisiko memicu gagal tumbuh permanen yang sulit dikoreksi ketika anak beranjak dewasa.
Branch Manager Alfamidi Cabang Bekasi, Gunardi, menyampaikan bahwa program berkelanjutan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak, sekaligus wujud nyata kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung upaya pencegahan stunting.
“Melalui program Protein Cegah Stunting, kami ingin berkontribusi secara nyata dalam mendukung pemenuhan gizi anak, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan. Kami juga mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang telah bersinergi sehingga program ini berjalan dengan baik,” kata Branch Manager Alfamidi Cabang Bekasi, Gunardi kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya, Senin (19/10/2026).
Apa Dampak Kolaborasi Alfamidi dan DPPKB Kabupaten Bekasi bagi Warga Cikarang Selatan?
Kolaborasi antara Alfamidi dan Pemkab Bekasi melalui DPPKB Kabupaten Bekasi berdampak langsung pada terjaganya kesinambungan suplai gizi harian bagi 50 keluarga sasaran di Kecamatan Cikarang Selatan selama enam bulan berturut-turut.
Konsistensi pemantauan dari bulan Juni hingga November 2026 memastikan bantuan tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan benar-benar terkonversi menjadi peningkatan status gizi baduta.
Sementara itu Kepala UPTD Pengendalian Penduduk Wilayah II Kecamatan Cikarang Selatan, Burhanuddin Harahap, mengapresiasi kontribusi Alfamidi yang telah bersinergi dengan Pemkab Bekasi melalui DPPKB Kabupaten Bekasi dalam mendukung upaya pencegahan stunting di wilayah Cikarang Selatan.
Ia menambahkan bahwa program yang dimulai sejak Juni 2026 ini sangat positif untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak pada masa baduta.
“Kami sangat berterima kasih kepada Alfamidi yang telah membantu masyarakat Kecamatan Cikarang Selatan melalui program CSR ini,” tambahnya.
Program Protein Cegah Stunting ini dijadwalkan terus bergulir hingga menuntaskan tahap akhir pada November 2026 mendatang dengan genap menyalurkan 18.000 butir telur.
Keberlanjutan kemitraan antara korporasi dan Pemkab Bekasi ini diharapkan mampu menjadi model intervensi gizi tepat sasaran guna menekan prevalensi stunting dari tingkat desa dan kecamatan sejak dini.
Bagaimana pandangan Anda terkait efektivitas bantuan protein hewani bagi penanganan stunting di wilayah Kabupaten Bekasi?
Bagikan artikel ini, tuliskan tanggapan Anda di kolom komentar, dan baca terus laporan mendalam seputar layanan publik Bekasi lainnya hanya di RakyatBekasi.Com. Jangan lupa ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi agar Anda selalu mendapatkan update berita terkini setiap hari!
Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















