- Jumlah Agen Perlinsos Digital Kota Bekasi melonjak dua kali lipat menjadi lebih dari 9.000 relawan sejak diluncurkan pada 12 Oktober 2026.
- Program ini mengusung semangat “Peduli Tetangga” untuk mempermudah pendaftaran masyarakat miskin yang tak memiliki akses teknologi.
- Pendaftaran agen wajib menggunakan Identitas Kependudukan Digital (IKD) demi sinkronisasi data yang akurat dan valid.
- Wali Kota Bekasi menginstruksikan 23.000 aparatur Pemkot Bekasi untuk turut menjadi agen guna mencapai target 833.000 KK.
JUMLAH AGEN PERLINDUNGAN SOSIAL (PERLINSOS) Digital di bawah naungan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bekasi mengalami lonjakan drastis hingga menembus angka 9.000 relawan pada Kamis (29/10/2026).
Peningkatan signifikan sejak peluncuran perdananya ini menjadi amunisi utama Pemkot Bekasi dalam mempercepat akurasi data, sekaligus memastikan tidak ada warga rentan yang tertinggal dari jaring bantuan sosial.
Strategi Pemkot Bekasi Maksimalkan Penyaluran Bantuan Sosial
Mengapa Jumlah Agen Perlinsos Digital Kota Bekasi Melonjak Signifikan?
Pertumbuhan pesat agen Perlinsos Digital sangat dipengaruhi oleh kebutuhan mendesak untuk merangkul masyarakat rentan yang kesulitan mengakses teknologi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari sebelumnya hanya tercatat 4.624 agen, kini angkanya melonjak hingga seratus persen.
”Kota Bekasi sekarang sudah memiliki lebih dari 9.000 agen. Bagi warga masyarakat Kota Bekasi yang tidak memiliki handphone, tidak punya laptop, dan tidak bisa mendaftar mandiri, pendaftarannya dilakukan melalui agen tadi,” kata Kepala Dinsos Kota Bekasi, Robert Siagian kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di ruang kerjanya, Kamis (29/10/2026).
Pelaksanaan Perlinsos Digital secara praktis mengedepankan dua pola partisipasi, yakni pendaftaran mandiri dan berbantuan.
Warga dengan perangkat memadai dapat langsung mendaftar melalui tautan resmi pemerintah.
”Sementara itu, masyarakat yang tidak memiliki perangkat pendukung atau mengalami kesulitan menggunakan teknologi dapat meminta bantuan agen di lingkungan tempat tinggalnya,” ujarnya.
Bagaimana Cara Kerja Agen Perlinsos Digital dalam Konsep “Peduli Tetangga”?
Program besutan Pemkot Bekasi ini mengusung semangat kepedulian akar rumput untuk mengenali kondisi sosial ekonomi warga di sekitarnya.
Relawan yang telah terdaftar diberikan akses khusus untuk mengusulkan calon penerima bantuan.
”Misalnya ada warga yang mengetahui tetangganya membutuhkan bantuan sosial, nanti bisa melaporkan melalui handphone. Cukup memasukkan NIK setelah sebelumnya terdaftar sebagai agen,” jelas Robert.
Pendekatan ini dinilai ampuh untuk menyisir masyarakat rentan atau blank spot pendataan.
Meski begitu, Pemkot Bekasi tetap menerapkan kontrol ketat agar proses distribusi tidak salah sasaran.
”Meski demikian, pengusulan melalui agen merupakan bagian dari proses pendataan. Penetapan kelayakan penerima bantuan tetap mengikuti mekanisme verifikasi dan ketentuan program yang berlaku,” imbuhnya.
Apa Peran IKD dan Target Utama Agen Perlinsos Digital Kota Bekasi?
Untuk menjamin keamanan dan mencegah manipulasi informasi, pendaftaran agen diwajibkan melewati tahap aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Langkah ini krusial agar sistem pendataan terintegrasi dengan baik.
”Dasarnya memang aktivasi IKD terlebih dahulu. Karena data yang masuk nantinya akan tersinkronisasi langsung dengan data kependudukan sehingga lebih akurat dan valid,” tuturnya.
Sebagai gambaran, berikut adalah pemetaan capaian dan target pendataan Perlinsos di Kota Bekasi saat ini:
- Target Pendataan: 833.000 Kepala Keluarga (KK).
- Capaian Terkini: 47.000 KK telah berhasil didaftarkan dalam sistem.
- Instruksi Wali Kota Bekasi: 23.000 aparatur pemerintah ditugaskan turun gunung menjadi agen.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto secara tegas telah menginstruksikan puluhan ribu aparatur Pemkot Bekasi agar bersikap proaktif di lapangan. Tujuannya memperluas jangkauan sekaligus menekan angka kemiskinan yang tidak terdata.
”Pertama, bagi yang memiliki teknologi dan handphone-nya mendukung, diharapkan bisa mendaftar secara mandiri. Kedua, bagi warga atau tetangga kita yang tidak mampu, miskin, dan tidak paham teknologi, kitalah yang mendorong agen-agen untuk membantu,” jelasnya.
Kehadiran ribuan agen Perlinsos Digital diharapkan mampu menciptakan ekosistem data sosial yang transparan, akurat, dan real-time.
Keterlibatan proaktif masyarakat serta aparatur adalah kunci utama agar hak warga miskin di Kota Bekasi dapat terpenuhi secara merata.
Jangan sampai ketinggalan informasi terbaru seputar kebijakan publik dan layanan masyarakat di Kota Patriot. Bagikan artikel ini kepada kerabat dan ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini] agar selalu update!
Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















