Alarm Bahaya! 17.240 Kasus ILI Hantam Kota Bekasi, Balita Jadi Kelompok Paling Terancam

- Jurnalis

Jumat, 25 September 2026 - 11:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infografis lonjakan kasus ILI di Bekasi.

Infografis lonjakan kasus ILI di Bekasi.

  • ​Terdapat 17.240 kasus Influenza-Like Illness (ILI) yang tercatat di seluruh fasilitas kesehatan (Puskesmas) lingkungan Pemkot Bekasi dari Januari hingga Agustus 2026.
  • ​Bayi dan balita (usia 0-4 tahun) menjadi kelompok dengan tingkat kejadian tertinggi akibat sistem imunitas yang belum matang.
  • ​Interaksi tatap muka jarak dekat di ruang kelas memicu tingginya lonjakan penularan pada anak sekolah (usia 5-17 tahun).
  • ​Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mendesak penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah mitigasi utama di masyarakat.

DINAS KESEHATAN (DINKES) KOTA BEKASI membunyikan alarm kewaspadaan menyusul tingginya lonjakan kasus Influenza-Like Illness (ILI) di wilayah tersebut.

Berdasarkan data pelaporan dari seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) milik Pemkot Bekasi, tercatat ada 17.240 kasus ILI sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

Penyakit dengan gejala menyerupai influenza ini paling banyak menyerang kelompok rentan, terutama bayi dan balita.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Lonjakan Kasus ILI di Kota Bekasi Sepanjang 2026

​Tingginya angka kunjungan pasien ke berbagai Puskesmas di tiap kecamatan se-Kota Bekasi didominasi oleh keluhan gangguan pernapasan.

Kasus ILI sendiri merupakan penyakit klinis yang gejalanya sangat identik dengan influenza, namun membutuhkan diagnosis lebih lanjut untuk memastikan jenis virusnya.

​”Penyebabnya dapat berupa virus influenza maupun virus pernapasan lain. Penyebab dominan memerlukan pemeriksaan laboratorium,” kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bekasi Vevie Herawati kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Jumat (25/09/2026).

​Mengapa Balita Sangat Rentan Terserang Penyakit ILI?

​Bayi dan balita di rentang usia 0 hingga 4 tahun mencatatkan tingkat kejadian infeksi paling tinggi karena kondisi antibodi tubuh yang belum berkembang sempurna.

Hal ini membuat mereka kesulitan menahan paparan patogen yang bertebaran di udara terbuka maupun lingkungan sekitar.

​”Adapun penyebabnya dikarenakan sistem imun belum matang, sehingga pertahanan tubuh terhadap virus pernapasan masih lemah,” jelasnya.

​Apa Dampak dan Komplikasi Bahaya ILI pada Anak Usia Dini?

​Dampak paparan ILI pada bayi sering kali ditandai dengan munculnya demam tinggi secara tiba-tiba yang membahayakan fungsi organ.

Jika tidak segera ditangani secara medis, anak bisa mengalami perburukan kondisi tubuh secara drastis dalam waktu singkat.

​”Kelompok ini sangat rentan mengalami komplikasi ringan hingga sedang seperti infeksi telinga tengah (otitis media), kejang demam, dan dehidrasi karena menolak makan/minum,” sambungnya.

​Bagaimana Pola Penyebaran ILI di Kalangan Pelajar?

​Penularan masif tidak hanya terjadi pada balita, melainkan juga merambat cepat di kalangan anak sekolah atau remaja usia 5 hingga 17 tahun.

Interaksi fisik jarak dekat yang terjadi setiap hari di dalam ruang kelas menjadi fasilitator utama perpindahan virus pernapasan antar siswa.

​”Maupun gejala lainnya yang turut berdampak memiliki gejala klasik seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan demam. Walaupun, fisik mereka umumnya sudah lebih kuat dibandingkan balita, sehingga jarang memerlukan rawat inap, tetapi mereka sering menjadi pihak yang membawa virus pulang dan menularkannya ke anggota keluarga lain,” tuturnya.

​Gejala Klinis dan Cara Mencegah Penularan Virus ILI

​Masyarakat Kota Bekasi diimbau untuk mengenali faktor gejala awal ILI sedini mungkin untuk mencegah fatalitas.

Kondisi ini umumnya ditandai dengan suhu tubuh yang melonjak hingga lebih dari 38 derajat Celcius, disertai batuk, pilek, sakit kepala, pegal-pegal, dan badan terasa lemas.

​”Dengan, biasa hal itu kerap terjadi pada usia balita, lansia, ibu hamil, penderita penyakit kronis,” imbuhnya.

​Sebagai langkah mitigasi antisipatif, Dinkes Kota Bekasi meminta seluruh elemen masyarakat untuk kembali mendisiplinkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Protokol pencegahan mencakup kebiasaan mencuci tangan memakai sabun secara rutin serta mengenakan masker di ruang publik.

​”Kemudian, jangan berbagi alat makan, minum, handuk. Perbanyak minum air putih, jaga gizi dan istirahat cukup Buka jendela, pastikan sirkulasi udara ruangan baik Kurangi aktivitas luar saat terik matahari untuk hindari paparan debu,” pungkasnya.

Lonjakan kasus ILI menjadi peringatan serius bagi para orang tua untuk lebih ekstra memperhatikan asupan gizi serta kebersihan lingkungan tempat tinggal keluarga.

Jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila muncul gejala demam yang tak kunjung reda.

​Punya keluhan seputar layanan kesehatan di lingkungan Pemkot Bekasi? Mari berdiskusi di kolom komentar. Agar Anda tidak tertinggal informasi terbaru seputar kebijakan publik dan berita terkini lainnya, pastikan untuk segera ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi melalui tautan berikut: [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini].


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Buka Seleksi Dewan Pendidikan Kota Bekasi 2026-2031, Pemkot Cari Figur Kritis Tanpa Pungli!
Berkaca Skandal Cibinong, Tata Kelola Lapas Kelas IIa Bulak Kapal Bekasi Dilaporkan Ke Ombudsman Hingga Presiden RI
Awas SiLPA Membengkak! Serapan Anggaran Baru 58 Persen, Wali Kota Bekasi Desak OPD Kebut Belanja
Geger WNA Punya KTP Lokal di Jatisampurna, Disdukcapil Kota Bekasi Ungkap Fakta Sebenarnya
Usai Bongkar 88 Bangli Tanahfit, DBMSDA Kota Bekasi Kebut Normalisasi Kali Irigasi Medansatria
Syarat Mutlak Perlinsos: Disdukcapil Kota Bekasi Desak Warga Segera Aktivasi IKD untuk Bansos Digital
Cegah Salah Sasaran, Pemkot Bekasi Rilis Sistem Bansos Digital dan Ajak Warga Jadi Agen “Peduli Tetangga”
Drainase Cut Mutia Bekasi Amblas, BPJN Targetkan Perbaikan Seminggu
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Buka Seleksi Dewan Pendidikan Kota Bekasi 2026-2031, Pemkot Cari Figur Kritis Tanpa Pungli!

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Awas SiLPA Membengkak! Serapan Anggaran Baru 58 Persen, Wali Kota Bekasi Desak OPD Kebut Belanja

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:51 WIB

Geger WNA Punya KTP Lokal di Jatisampurna, Disdukcapil Kota Bekasi Ungkap Fakta Sebenarnya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Usai Bongkar 88 Bangli Tanahfit, DBMSDA Kota Bekasi Kebut Normalisasi Kali Irigasi Medansatria

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Syarat Mutlak Perlinsos: Disdukcapil Kota Bekasi Desak Warga Segera Aktivasi IKD untuk Bansos Digital

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x