Dolar Tembus Rp18 Ribu, Pengusaha di Kota Bekasi Mulai Lakukan PHK

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infografis. (Nano Banana Pro2)

Infografis. (Nano Banana Pro2)

​Poin Utama:

  • ​Nilai tukar Rupiah yang menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS pada Kamis (4/6/2026) mulai memukul sektor industri lokal.
  • ​Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Bekasi memastikan belum ada pabrik yang gulung tikar, namun efisiensi ekstrem terpaksa diterapkan.
  • ​Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) perlahan mulai menyasar divisi penunjang produksi untuk menekan pembengkakan biaya operasional.
  • ​Pengusaha memperingatkan potensi kolapsnya industri jika nilai tukar menembus angka psikologis Rp20.000 per dolar AS.

​Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang menembus angka Rp18.000 memicu kepanikan di sektor industri Kota Bekasi.

Lonjakan drastis biaya bahan baku impor memaksa para pengusaha memutar otak untuk bertahan dari ancaman kebangkrutan.

Meski secara data belum ada perusahaan yang resmi gulung tikar, badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) perlahan mulai menelan korban di sejumlah pabrik demi menjaga mesin produksi tetap menyala.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Mengapa Kenaikan Dolar AS Berdampak Fatal bagi Pabrik di Kota Bekasi?

​Ketergantungan industri lokal terhadap bahan baku impor menjadi alasan utama mengapa fluktuasi dolar AS sangat memukul ekosistem usaha di Kota Bekasi.

Ketika nilai tukar Rupiah anjlok, biaya produksi otomatis membengkak secara tak terkendali. Kondisi yang dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah ini membuat perusahaan tidak punya pilihan selain menekan biaya operasional.

​”Termasuk mengurangi jumlah tenaga kerja pada divisi-divisi penunjang dan tidak mengganggu proses produksi produk,” kata Farid Elhakamy kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Kamis (04/06/2026).

​Apakah Sudah Ada Perusahaan di Kota Bekasi yang Bangkrut?

​Hingga saat ini, di wilayah pengawasan Pemkot Bekasi belum tercatat ada perusahaan yang resmi menyatakan diri gulung tikar akibat krisis mata uang.

Para pelaku usaha masih berupaya keras melakukan efisiensi operasional di berbagai lini untuk bertahan hidup.

Langkah penyelamatan ini menjadi satu-satunya opsi paling rasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.

​Untuk menyiasati krisis, pengusaha di Kota Bekasi terpaksa menempuh sejumlah langkah taktis:

  • ​Memangkas jumlah tenaga kerja penunjang atau helper di lantai produksi.
  • ​Menekan biaya operasional harian yang dianggap tidak mendesak.
  • ​Melakukan negosiasi ulang terkait harga jual produk kepada konsumen maupun distributor.

​”Maka para pelaku usaha baru sebatas melakukan proses efisiensi sekuat tenaga, dan menyoal harga jual, kita mengajukan nego ulang ke customer. Terutama tentang persentase kenaikannya,” jelas Farid.

​Apa Skenario Terburuk jika Rupiah Terus Anjlok Menuju Rp20.000?

​Ancaman deindustrialisasi massal secara nyata membayangi Kota Bekasi jika nilai tukar sampai menyentuh angka psikologis Rp20.000 per dolar AS.

Pelaku usaha secara rasional menilai level tersebut merupakan batas maksimal daya tahan pernapasan industri.

Jika titik krisis itu tercapai, kegiatan produksi diprediksi akan lumpuh dan memicu gelombang pengangguran berskala besar.

​”Tetapi tetap bergerak mengikuti perkembangan situasi, paling ekstrem, kalau Nilai Kurs Rupiah terhadap Dollar AS sampai mendekati nilai Rp 20 ribu. Tentunya negara ini pasti sudah kolaps dan semua akan berhenti secara industri,” tegas Farid.

​Badai ekonomi global ini tentu menjadi alarm keras bagi iklim investasi dan penyerapan tenaga kerja di Kota Bekasi.

Kebijakan strategis dari jajaran Pemkot Bekasi hingga pemerintah pusat kini sangat dinanti untuk memberikan stimulus penyelamatan yang mampu memproteksi dunia usaha, sekaligus melindungi nasib ribuan pekerja dari jurang PHK susulan.

Apakah tempat kerja Anda mulai merasakan dampak dari kenaikan dolar AS? Bagikan pengalaman Anda di kolom komentar di bawah, dan jangan lupa bagikan artikel ini untuk menyuarakan realita pekerja di Kota Bekasi saat ini! Simak juga dinamika ekonomi dan kebijakan Pemkot Bekasi lainnya hanya di RakyatBekasi.Com.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemarau Panjang is Coming! Debit Kali Bekasi Menyusut Drastis
Bau Limbah Metamorfosa Sumurbatu Lenyap, DLH Kini Bidik Kelengkapan Izin
Halangi Jarak Pandang Pengendara, Pemkot Bekasi Segera Tata Ulang Pagar GGC
Kejagung Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Rp278 Miliar KSO PD Migas Kota Bekasi dan Foster Oil
Siap-Siap! Kejari Bidik Tersangka Baru Pungli MCK Pasar Bantargebang
Tinggal Finishing, DBMSDA Kota Bekasi Optimis Proyek Jembatan Kemang Pratama Segera Rampung
Jika Tak Berani Usut Tuntas Mafia SPMB 2026, GMNI Desak Wali Kota Bekasi Pakai Rok Saja
Skandal SPMB Kota Bekasi 2026, GMNI: Batalkan Siswa Jalur Siluman dan Titipan Anggota DPRD
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:08 WIB

Kemarau Panjang is Coming! Debit Kali Bekasi Menyusut Drastis

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:32 WIB

Bau Limbah Metamorfosa Sumurbatu Lenyap, DLH Kini Bidik Kelengkapan Izin

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:38 WIB

Halangi Jarak Pandang Pengendara, Pemkot Bekasi Segera Tata Ulang Pagar GGC

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:46 WIB

Kejagung Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Rp278 Miliar KSO PD Migas Kota Bekasi dan Foster Oil

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:18 WIB

Siap-Siap! Kejari Bidik Tersangka Baru Pungli MCK Pasar Bantargebang

Berita Terbaru

ARSITEK BANGSA: Suasana lalu lintas dan pepohonan rindang di kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat, yang mengelilingi Jalan Prof. M. Yamin. Nama jalan bergengsi ini diabadikan untuk menghormati Pahlawan Nasional Prof. Mr. Mohammad Yamin, tokoh intelektual serbabisa yang merumuskan ikrar Sumpah Pemuda 1928, pencetus dasar awal Pancasila, sekaligus pelopor sistem hukum uji materi di Indonesia. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan Prof M Yamin: Sang Arsitek Sumpah Pemuda

Sabtu, 18 Jul 2026 - 13:24 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x