Tindak Tegas Pelaku Usaha yang Membandel Nunggak Pajak, DPRD Kota Bekasi Gandeng Aparat Hukum

- Jurnalis

Selasa, 19 Agustus 2025 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi 3 DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim.

Ketua Komisi 3 DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim.

KOTA BEKASI — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, melalui Komisi 3, menegaskan komitmennya untuk mengambil langkah tegas terhadap para pelaku usaha yang tidak menunaikan kewajiban pajak daerahnya.

Komisi 3 menyatakan akan bekerja sama dengan Aparat Penegak Hukum (APH) demi meningkatkan kepatuhan wajib pajak (WP), khususnya di sektor pajak restoran, pajak hotel, dan pusat bisnis.

​Ketua Komisi 3 DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim, mengungkapkan bahwa penindakan hukum akan menjadi opsi terakhir bagi para pengusaha yang tetap membandel. Langkah ini diambil setelah berbagai upaya persuasif dianggap kurang efektif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ada aturan dan undang-undang yang berlaku. Jika sampai tidak dibayarkan juga, kita akan koordinasi dengan kejaksaan dan pihak hukum. Kami akan menunjukkan sikap tegas,” ujar Arif kepada rakyatbekasi.com dalam keterangannya, Selasa (19/08/2025).

​Sorotan pada Sektor Restoran dan Pusat Bisnis

Menurut data yang diterima Komisi 3 dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi, kepatuhan pembayaran pajak masih menjadi masalah serius di beberapa sektor.

Meskipun sektor perhotelan menunjukkan peningkatan signifikan setelah adanya penempelan stiker maklumat pajak, kondisi berbeda terjadi di sektor restoran dan pusat bisnis di mal.

​”Kemarin saya sudah minta data dari Bapenda terkait restoran mana saja yang menunggak. Kalau hotel sudah banyak yang taat, tapi restoran masih banyak yang belum membayar. Ini yang akan kita sikapi dengan ketegasan,” tegasnya.

​Tingginya tunggakan pajak dari sektor ini menjadi salah satu penghambat utama dalam optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi.

​Studi Kasus dan Ancaman Penindakan

Arif Rahman Hakim mencontohkan kasus Hotel Amaroossa Grande Bekasi yang sebelumnya sempat menjadi sorotan publik.

Setelah dilakukan penindakan, hotel tersebut mulai menunjukkan itikad baik dan melakukan pembayaran secara bertahap. Hal ini membuktikan bahwa langkah tegas memiliki efek jera yang nyata.

Namun, ia juga menyoroti kasus lain yang dianggap masih membandel, termasuk salah satu jaringan restoran waralaba ternama.

“Seperti KFC, sampai sekarang masih membandel, belum juga menyelesaikan kewajibannya. Kalau memang tidak ada itikad baik, kita akan ambil langkah tegas selanjutnya,” ancam Arif.

DPRD Kota Bekasi bersama Bapenda berkomitmen penuh untuk mendorong kepatuhan pelaku usaha dalam membayar pajak.

Selain langkah persuasif, opsi penindakan hukum akan diutamakan bagi para pengusaha yang tetap abai terhadap kewajibannya.

Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan efek domino positif dan meningkatkan kesadaran seluruh wajib pajak di Kota Bekasi.

​Bagaimana menurut Anda, apakah penindakan hukum adalah solusi terbaik untuk meningkatkan kepatuhan pajak di Kota Bekasi? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar!


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Soroti Miskomunikasi Layanan Digital: Sudah Elektronik, Mengapa Warga Masih Antre Dokumen Fisik di Disdukcapil Kota Bekasi?
Meroket 100 Persen, Agen Perlinsos Digital Kota Bekasi Tembus 9.000 Orang Demi Kebut Pendataan 833 Ribu KK
Disperkimtan Kebut Proyek Gapura Pecinan Mayor Oking, Target Rampung Jelang Porprov Jabar 2026
DBMSDA Kota Bekasi Optimistis Serapan Anggaran Tembus 90 Persen di Akhir 2026
Puncaki 3 Besar Calon Sekda Kota Bekasi, Muhammad Solikhin Suksesor Junaedi!
Pemkot Bekasi Perpanjang Kontrak 3.100 PPPK Paruh Waktu, Ratusan Pegawai Indisipliner Dicoret
Bawaslu Kota Bekasi Gandeng 6 Kampus dan 7 OKP Cetak Kader Pengawas Partisipatif
Disdagperin Kota Bekasi Ajak Pelajar SMPN 5 Belajar Tawar-Menawar di Pasar Seroja
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Soroti Miskomunikasi Layanan Digital: Sudah Elektronik, Mengapa Warga Masih Antre Dokumen Fisik di Disdukcapil Kota Bekasi?

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Meroket 100 Persen, Agen Perlinsos Digital Kota Bekasi Tembus 9.000 Orang Demi Kebut Pendataan 833 Ribu KK

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Disperkimtan Kebut Proyek Gapura Pecinan Mayor Oking, Target Rampung Jelang Porprov Jabar 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:16 WIB

DBMSDA Kota Bekasi Optimistis Serapan Anggaran Tembus 90 Persen di Akhir 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Pemkot Bekasi Perpanjang Kontrak 3.100 PPPK Paruh Waktu, Ratusan Pegawai Indisipliner Dicoret

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x