- Pemkot Bekasi meluncurkan program Gebrak Pasar (Gerakan Belanja Rame-rame Ke Pasar Rakyat) pada Jumat, 2 Oktober 2026.
- Lokasi perdana pelaksanaan program ini berpusat di Pasar Baru Bekasi, Jalan Ir. H. Juanda, Kecamatan Bekasi Timur.
- Sekitar 1.500 Aparatur Sipil Negara (ASN) diwajibkan berbelanja dengan target perputaran uang mencapai Rp150 juta.
- Tujuan utama gerakan ini adalah menghidupkan kembali roda ekonomi kerakyatan dan menjaga eksistensi pasar tradisional di Kota Bekasi.
PEMERINTAH KOTA (PEMKOT) BEKASI resmi meluncurkan program Gerakan Belanja Rame-rame Ke Pasar Rakyat (Gebrak Pasar) yang akan bergulir perdana pada Jumat (02/10/2026).
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe ini mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) memborong dagangan di Pasar Baru Bekasi, Jalan Ir. H. Juanda, Kecamatan Bekasi Timur.
Gebrak Pasar Dongkrak Ekonomi Lokal Bersama Wali Kota Bekasi
Program ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam merangsang pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Peluncuran perdana ini sengaja melibatkan ribuan pejabat serta staf di lingkungan Pemkot Bekasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Di hari Jumat pagi kita senam, untuk launching pertama di Pasar Baru mulai 07.30 hingga 08.30 WIB. Kita bantu UMKM kita, kita bantu warga pasar kita untuk balik lagi ke pasar,” kata Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Rabu (30/09/2026).
Mengapa Pemkot Bekasi Menggelar Gebrak Pasar?
Gerakan ini digagas untuk menjaga eksistensi pasar tradisional di tengah gempuran tren belanja online dan pasar modern.

Wali Kota Bekasi menegaskan bahwa kondisi pasar tradisional saat ini sudah sangat mumpuni dan ramah pengunjung.
”Baik itu penataan di dalam pasarnya, kemudian juga kebersihannya, dan juga keamanannya, dan juga harganya kompetitif lebih murah daripada kita membeli di luar pasar,” jelasnya.
Berapa Target Perputaran Uang dari Belanja ASN Pemkot Bekasi?
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini mengarahkan pegawai pemerintah daerah untuk selalu berbelanja di pasar rakyat pada setiap tanggal muda.
Target perputaran uang yang dihasilkan dalam satu hari ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
”Kita kemarin komitmen kan, minimal kalau belanjanya rata-rata Rp100.000. Kemudian nanti mungkin datang hampir 1.500 orang, lumayan hampir Rp150 jutaan uang yang beredar pada hari itu,” katanya.
Bagaimana Sistem Pelaporan Transaksi Belanja ASN di Pasar?
Untuk memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran, Pemkot Bekasi menyiapkan sistem pengawasan khusus.
Setiap pegawai yang berbelanja wajib menyertakan bukti transaksi untuk dilaporkan ke pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing, seperti Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi, hingga kecamatan dan kelurahan.
”Dengan pelaporannya nanti misalnya pakai struk atau apa dari hasil belanjanya difotoin, nanti di kita lihat secara pelaporan. Kalau itu mah sistem lah, gampang,” pungkasnya.
Lewat langkah taktis ini, roda perekonomian pedagang kecil di Kota Bekasi diharapkan dapat berputar lebih cepat, sekaligus menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat terhadap pasar tradisional.
Jangan lewatkan informasi terbaru seputar kebijakan publik dan berita terkini lainnya. Ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi di [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini] agar selalu update!
Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















