Gagal Tuntaskan Kasus Pungli di SMAN 12 Kota Bekasi, Pendemo Desak I Made Mundur

- Jurnalis

Jumat, 7 Juni 2024 - 11:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BEKASI – Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah III Provinsi Jawa Barat, I Made didesak mengundurkan diri lantaran gagal menghentikan praktek pungli di SMA dan SMK Negeri di wilayah Kota Bekasi. Desakan mundur disampaikan dalam aksi yang digelar Pemuda Intelektual Peduli Pendidikan yang menyoroti maraknya praktek pungutan liar (Pungli) berkedok sumbangan di seluruh SMA/SMK di Bekasi, khususnya dugaan kasus pungli yang belum lama terjadi di SMAN 12 Kota Bekasi.
“Ini adalah aksi ke 2 kami. Yang sebelumnya kami telah meminta KCD dalam hal ini I Made untuk menindaklanjuti kasus ini, tetapi tidak direspon sama sekali. Bahkan seolah-olah melakukan pembiaran atas praktek pungli,” ujar Koordinator aksi, Nicolas Tamba di sela demonstrasi yang berlangsung di KCD Wilayah III Propinsi Jawa Barat, Kamis (06/06/2024).
Dikatakan Nicolas, aksi massa yang dilakukan pihaknya merupakan bentuk kekecewaan masyarakat atas praktek koruptif di sekolah. Sementara, pihak KCD dinilai tutup mata atas tindakan yang merusak citra dunia pendidikan di Indonesia.
“Harapan masyarakat, semua memperoleh pendidikan yang layak tanpa ada praktek KKN oleh penyelenggara pendidikan. Tetapi kenyataannya, mimpi sekolah gratis hanya kamuflase, dan pihak KCD pun tutup mata. Apakah mereka konspirasi melakukan kejahatan ini?,” ucap Nicolas dengan geram.
Berdasar informasi di lapangan, masa aksi sempat terlibat saling dorong dengan pihak keamanan lantaran adanya aksi bakar ban. Sebelum membubarkan diri pada sore hari, Nicolas mengatakan pihaknya bakal menindaklanjuti kasus ini ke Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat serta pelaporan ke Kejaksaan Negeri Bekasi. “Kasus ini tidak boleh dibiarkan terus terjadi. Jika memang pihak KCD enggan menyikapinya, maka kita akan bergerak ke Provinsi Jawa Barat dan pelaporan ke Kejari Bekasi bila diperlukan,” tandas Nicolas seraya membeberkan tuntutan aksinya kepada KCD Wilayah III agar melaksanakan poin sebagai berikut:
  1. Mengusut tuntas dugaan pungutan biaya gedung yang dibebankan kepada setiap siswa SMAN 12 Kota Bekasi sebesar Rp7 juta.
  2. Mengecam keras dugaan pembayaran SPP yang bersifat wajib dengan dalih sumbangan di SMAN 12 Kota Bekasi.
  3. Usut tuntas dugaan mark up anggaran Kegiatan Akhir Tahun (KAT) sebesar Rp600.000/siswa ditambah Rp200.000 untuk orang tua yang tidak wajar.
  4. Copot Kepala SMAN 12 Kota Bekasi yang diduga bertanggung jawab atas terjadinya praktek tersebut.
  5. Mendesak KCD Wilayah 3 untuk mengusut tuntas seluruh sekolah yang masih melakukan pungutan kepada siswa dengan ALIBI SUMBANGAN.
  6. Meminta I Made mundur sebagai Kepala KCD Wilayah III, karena dinilai apatis dan seolah-olah melakukan pembiaran terhadap dugaan kasus pungli di SMAN dan SMKN Kota Bekasi.
  7. Mendesak KCD wilayah III untuk mengambil langkah pencegahan terhadap segala bentuk dugaan pungutan liar, termasuk dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan SPP yang diklaim sebagai sumbangan.

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UM Indonesia Gelar Sport and Health Festival: Wujud Nyata Dukung Pemkot Bekasi Capai Target Sport City 2030
Abu Vulkanik Krakatau Ancam Kualitas Udara Kota Bekasi, DLH Keluarkan Status Sedang dan Imbau Warga Waspada
Ancaman ISPA Mengintai, Dinkes Kota Bekasi Terbitkan Peringatan Waspada Kualitas Udara Imbas Erupsi Anak Krakatau
Waspada! Abu Vulkanik Anak Krakatau Mulai Selimuti Bekasi, BPBD Tingkatkan Pemantauan
Hujan Abu Vulkanik Anak Krakatau Landa Bekasi, BPBD Kota Bekasi Keluarkan Peringatan Darurat Masker
Hujan Abu Tipis Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau Mulai Terpantau, BPBD Kota Bekasi Pastikan Kondisi Masih Aman
Raperda Penyimpangan Seksual Kota Bekasi Dinilai Cacat Substansi, GAMKI: Jangan Asal Ketok Palu!
Dongkrak Gairah Wisata Air, KDM Gagas Lomba Dayung Piala Gubernur Jabar di Kalimalang Bekasi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 15:08 WIB

UM Indonesia Gelar Sport and Health Festival: Wujud Nyata Dukung Pemkot Bekasi Capai Target Sport City 2030

Minggu, 6 September 2026 - 14:49 WIB

Abu Vulkanik Krakatau Ancam Kualitas Udara Kota Bekasi, DLH Keluarkan Status Sedang dan Imbau Warga Waspada

Minggu, 6 September 2026 - 14:31 WIB

Ancaman ISPA Mengintai, Dinkes Kota Bekasi Terbitkan Peringatan Waspada Kualitas Udara Imbas Erupsi Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026 - 14:09 WIB

Waspada! Abu Vulkanik Anak Krakatau Mulai Selimuti Bekasi, BPBD Tingkatkan Pemantauan

Minggu, 6 September 2026 - 13:35 WIB

Hujan Abu Tipis Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau Mulai Terpantau, BPBD Kota Bekasi Pastikan Kondisi Masih Aman

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x