Pengamat Prediksi Tiga Paslon Bakal Bertarung di Pilkada Kota Bekasi 2024

- Jurnalis

Senin, 29 Juli 2024 - 09:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pilkada Kota Bekasi 2024.

Ilustrasi Pilkada Kota Bekasi 2024.

KOTA BEKASI – Pengamat Politik Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi Adi Susila memprediksi pelaksanaan Pilkada Kota Bekasi 2024 pada 27 November mendatang akan diikuti tiga pasangan calon (Paslon) yang akan menjadi kontestan.

Adapun alasan Tiga kontestan tersebut diungkapkan Adi, karena melihat dari peta kekuatan koalisi yang akan terbentuk maupun manuver politik dari masing-masing Partai Politik (Parpol).

“Ya kalau melihat perkembangan itu menurut saya, kemungkinannya ada tiga. Jadi yang pertama mungkin dua pasang, kemudian kedua, bisa tiga pasang dan ketiga, empat pasang kemungkinan kecil banget. Jadi kemungkinannya dua atau tiga pasang,” ucap eks Ketua KPU Kabupaten Bekasi ini saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (28/07/2024).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, saat ini bagi Partai Politik yang sudah bisa mengusung sebagai Bakal Calon Kepala Daerah tanpa perlu adanya koalisi hanya jatuh kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Karena, dia memiliki perolehan kursi di legislatif yang mencapai 11 kursi di DPRD Kota Bekasi.

Dengan, melalui kabar terbaru PKS sudah bekerjasama dengan PPP guna mengusung Heri Koswara bersama H Sholihin (Gusol) untuk maju di Pilkada Kota Bekasi.

“Ya kalau dasar pertama kan dari syarat untuk mengusung, Jadi kalau berdasarkan itu kan hanya PKS yang bisa mengusung itu sendiri tanpa berkoalisi,” jelasnya.

Selanjutnya, bilamana berkaca dengan Pilkada pada Tahun 2018 lalu. Saat itu, eks Wali Kota Bekasi Masa Periode 2018 – 2022 Rahmat Effendi mau tidak mau harus membuat koalisi besar atau gemuk untuk dapat mengalahkan PKS di kontestasi Pilkada.

Kala itu, Rahmat Effendi bersama Tri Adhianto. Sedangkan, yang menjadi lawannya adalah Nur Supriyanto bersama Adhy Firdaus. Dimana, Rahmat Effendi bersama Tri Adhianto keluar sebagai pemenang kontestan Pilkada.

“Saya kira berdasarkan Pilkada sebelumnya dulu Pak Pepen kan dulu terlepas dari pro dan kontra. Pak Pepen ini kan dulu buat taktik yang jitu menurut saya, yaitu melawan PKS itu dengan membuat koalisi besar (gemuk) pada saat itu kan hanya 2 calon,” katanya.

Terlebih, disisi lain. Adi berpendapat kalausanya PKS terkenal dengan pemilih yang militan, sehingga bilamana hendak mengalahkan PKS mau tidak mau harus memiliki koalisi yang gemuk.

Sementara, adapun poros kedua yang kini ini sudah digaungkan ada nama Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi sekaligus Eks Wali Kota Bekasi Transisi Tahun 2023 yaitu Tri Adhianto. Dengan, kini sudah mendapatkan dukungan Surat Rekomendasi sebagai Bakal Calon Wali Kota Bekasi dari beberapa lintas Partai Politik seperti PDI Perjuangan, Demokrat, PSI, PAN maupun PKB.

“Ya kalau dugaan saya yang koalisi kedua itu Pak Tri kemungkinan sama PKB. Jadi kemungkinan pasangan yang ketiga itu koalisi Golkar,” katanya

Adi berpendapat, adapun poros ketiga yang terjadi tentunya bisa membuat kejutan, yaitu bilamana Golkar berkoalisi dengan Gerindra untuk mengusung Bakal Calon Kepala Daerah yang nantinya akan dipilih seperti satu komando di tingkat Nasional meliputi Koalisi Indonesia Maju (KIM).

“Iya, bisa dengan Gerindra kan. Karena secara nasional kan mereka satu komando. Jadi mereka kayaknya di Nasional juga sudah memetakan nanti ke bawahnya itu dia akan satu suara untuk Koalisi Indonesia Maju. Jadi kemungkinan paling besar nya ketiga (poros). Jadi Koalisi PKS, Koalisi PDI Perjuangan dan Koalisi Gerindra – Golkar,” paparnya.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Fraksi Gerindra DPRD Kota Bekasi Desak Anggaran Tepat Sasaran
Tak Sekadar Manuver Politik, Ketua DPC PPP Kota Bekasi Gus Nawal Salurkan Kursi Roda untuk Warga Bantargebang
Demokrasi Lokal Diuji Politik Uang dan Disinformasi, Bawaslu Rangkul Aktivis Cipayung hingga Pemkot Bekasi Perketat Pengawasan Pemilu
Bayang-Bayang “Serigala dan Domba” di Musda Golkar Kota Bekasi: Ranny Fahd Disarankan Mundur Demi Marwah
Kantongi Restu DPP dan 13 Suara Kunci, Ranny Fahd A Rafiq Mantap Menangkan Musda Golkar Kota Bekasi
Sah! Nawal Husni Pimpin PPP Kota Bekasi, Bidik 5 Kursi DPRD Lewat Kekuatan Akar Rumput
Efek Kasus KPK Sang Suami, Kans Ranny Fahd Arafiq di Musda Golkar Kota Bekasi Kian Meredup
Tanda Tangan Dicatut Oknum! Senior Golkar Medansatria Bantah Keras Isu Penolakan Plt Ketua PK
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Fraksi Gerindra DPRD Kota Bekasi Desak Anggaran Tepat Sasaran

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Tak Sekadar Manuver Politik, Ketua DPC PPP Kota Bekasi Gus Nawal Salurkan Kursi Roda untuk Warga Bantargebang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:30 WIB

Demokrasi Lokal Diuji Politik Uang dan Disinformasi, Bawaslu Rangkul Aktivis Cipayung hingga Pemkot Bekasi Perketat Pengawasan Pemilu

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Bayang-Bayang “Serigala dan Domba” di Musda Golkar Kota Bekasi: Ranny Fahd Disarankan Mundur Demi Marwah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Kantongi Restu DPP dan 13 Suara Kunci, Ranny Fahd A Rafiq Mantap Menangkan Musda Golkar Kota Bekasi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x