Ada SMP Swasta Hanya Dapat 3 Murid Baru, Wali Kota Bekasi: Tingkatkan Mutu atau Akan Tersisih

- Jurnalis

Senin, 21 Juli 2025 - 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat memimpin apel pagi Aparatur di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (21/07/2025).

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat memimpin apel pagi Aparatur di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (21/07/2025).

Sejumlah sekolah swasta di Kota Bekasi menghadapi krisis calon peserta didik pada Tahun Ajaran Baru 2025/2026. Kondisi ini menjadi sorotan tajam setelah sebuah SMP Swasta dilaporkan hanya menerima 3 murid baru.

Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bekasi juga mengonfirmasi telah menerima lebih dari 10 aduan serupa, di mana beberapa sekolah hanya mendapatkan siswa di bawah 10 orang.

Menanggapi fenomena ini, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, memberikan pesan tegas kepada para pengelola pendidikan swasta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wali Kota Bekasi: Pasar Tersedia, Kualitas Jadi Penentu

Tri Adhianto menegaskan bahwa peluang pasar untuk sekolah swasta di Kota Bekasi sebetulnya sangat besar.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan, jumlah lulusan SD tahun ini mencapai 36.327 siswa, sementara daya tampung SMP Negeri hanya mampu menyerap 20.583 siswa.

“Jadi saya kira sebetulnya ruangnya (untuk swasta) masih sangat banyak. Ada selisih lebih dari 15.000 siswa yang membutuhkan bangku sekolah,” jelas Tri Adhianto kepada rakyatbekasi.com pada Senin (21/07/2025).

Menurutnya, Pemkot Bekasi sengaja membatasi rombongan belajar (rombel) di sekolah negeri menjadi 44 siswa per kelas untuk mendorong peran serta sektor swasta.

Namun, ia menekankan bahwa ketersediaan pasar tidak menjamin sekolah swasta akan dipilih jika tidak diimbangi dengan kualitas.

“Harapannya adalah bagaimana pihak sekolah swasta juga dapat meningkatkan diri, terkait dengan mutu pendidikan dan pelayanannya. Karena bagaimanapun juga, tentu ada pilihan-pilihan yang diberikan oleh warga masyarakat untuk memilih sekolah,” ujarnya.

Bukan Sekadar Bangku, Tapi Pembangunan Karakter

Lebih lanjut, Tri Adhianto mengingatkan bahwa mutu pendidikan tidak hanya diukur dari aspek akademis. Pembangunan karakter, sikap, dan mental siswa menjadi tugas utama yang harus diemban setiap lembaga pendidikan, baik negeri maupun swasta.

“Tugas sekolah harus membangun karakter, membangun jiwa, dan membangun sikap. Sehingga harapannya adalah bagaimana mereka bisa menerima dan memilah informasi yang baik untuk masa depan anak-anak kita,” imbuhnya.

Kadisdik: Konsekuensi Logis dari Persaingan

Sikap tegas juga disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Alexander Zulkarnain. Menurutnya, minimnya pendaftar di beberapa sekolah swasta adalah konsekuensi logis dari persaingan yang sehat di dunia pendidikan.

“Memang harus ada keunggulan yang ditawarkan. Kalau tidak, ya tidak akan dilirik oleh masyarakat,” tutur Alexander kepada rakyatbekasi.com saat ditemui di Plaza Pemkot Bekasi usai apel .

“Apalagi yang sekadar menyelenggarakan pendidikan tanpa memerhatikan kualitas. Sekolah swasta harus terus meningkatkan mutunya agar minat orang tua wali murid menjadi tinggi.”

Fenomena ini menjadi cerminan bahwa orang tua murid kini semakin selektif dan memprioritaskan kualitas pendidikan di atas pertimbangan lainnya saat memilih sekolah untuk anak-anak mereka.

Kondisi ini menjadi pengingat bagi para pengelola pendidikan swasta untuk terus berinovasi, sekaligus menjadi acuan bagi orang tua untuk lebih selektif dalam memilih lembaga pendidikan terbaik bagi putra-putrinya.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pusaran Korupsi PT Migas Meluas: Kejagung RI Cecar Saksi dari Foster Oil hingga PT SP Dua Hari Beruntun
Menakar Kursi Pendamping Asep Surya Atmadja: Ini Syarat Calon Wakil Bupati Bekasi agar Tak Ada ‘Dusta’ di Pemerintahan
Waspada Sindikat Loker Bodong di Kota Bekasi, BPKN-RI Buka Posko Pengaduan Korban
PKS TPST Bantargebang Berakhir 26 Oktober, Pemkot Bekasi Tuntut Kompensasi DKI Tetap Rp362 Miliar
Desain Awal Dinilai Rumit, Disperkimtan Kota Bekasi Kaji Ulang Lokasi Gedung Parkir Pemkot Bekasi 9 Lantai
Darurat Lahan Parkir di Pusat Pemerintahan, Wali Kota Bekasi Kaji Pembangunan Gedung Parkir 9 Lantai
​Layani 2.000 Komuter Tanpa Atap, Halte Transjakarta B41 Jatiasih Akhirnya Dibangun Oktober Ini via CSR Bank BJB
Loker Palsu di Bekasi Kembali Beroperasi, GMNI Semprot Disnaker dan Sebut Komitmen KDM Hanya Konten Belaka
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Pusaran Korupsi PT Migas Meluas: Kejagung RI Cecar Saksi dari Foster Oil hingga PT SP Dua Hari Beruntun

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Menakar Kursi Pendamping Asep Surya Atmadja: Ini Syarat Calon Wakil Bupati Bekasi agar Tak Ada ‘Dusta’ di Pemerintahan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:51 WIB

Waspada Sindikat Loker Bodong di Kota Bekasi, BPKN-RI Buka Posko Pengaduan Korban

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Desain Awal Dinilai Rumit, Disperkimtan Kota Bekasi Kaji Ulang Lokasi Gedung Parkir Pemkot Bekasi 9 Lantai

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Darurat Lahan Parkir di Pusat Pemerintahan, Wali Kota Bekasi Kaji Pembangunan Gedung Parkir 9 Lantai

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x