Tuntut Keadilan! GMNI Geruduk Mabes Polri, Desak Usut Tuntas Misteri Kematian Ermanto Usman

- Jurnalis

Jumat, 13 Maret 2026 - 22:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​Poin Utama:

  • ​Lokasi Aksi: Depan Markas Besar (Mabes) Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Jakarta.
  • ​Target Waktu: Jumat, 13 Maret 2026, dimulai sejak pukul 16.00 WIB.
  • ​Fokus Tuntutan: Mendesak transparansi dan independensi Polri dalam penyidikan kasus kematian Ermanto Usman.
  • ​Latar Belakang Korban: Ermanto Usman sebelumnya dikenal vokal menyoroti dugaan penyelewengan pengelolaan pelabuhan di Jakarta International Container Terminal (JICT).

​JAKARTA – Gelombang protes menuntut keadilan kembali menggema di depan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri). Pada Jumat (13/03/2026) sore, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Jakarta Timur menggelar aksi penyampaian pendapat di muka umum.

​Aksi unjuk rasa yang dimulai sejak pukul 16.00 WIB ini membawa satu agenda utama: mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas misteri di balik kasus kematian Ermanto Usman. Para mahasiswa menilai, terdapat sejumlah kejanggalan dalam proses penyidikan yang kini tengah berjalan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Sosok Ermanto Usman dan Keterkaitan dengan JICT

​Kasus kematian Ermanto Usman menyita perhatian publik karena rekam jejak almarhum semasa hidup. Sebelum ditemukan meninggal, Ermanto dikenal sangat vokal dalam menyoroti dugaan praktik penyelewengan di kawasan pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT).

​Bagi GMNI Jakarta Timur, perjuangan Ermanto tidak bisa dilepaskan dari semangat menjaga kedaulatan ekonomi nasional. Sikap almarhum dinilai selaras dengan gagasan proklamator Bung Karno dalam menentang dominasi kapital di sektor-sektor strategis bangsa. Hal inilah yang memicu solidaritas dan tanggung jawab moral gerakan mahasiswa untuk turun tangan mengawal kasus ini.

​Sederet Kejanggalan Penyidikan Versi Mahasiswa

​Dalam orasinya, massa aksi membeberkan sejumlah kejanggalan yang memunculkan kekhawatiran bahwa proses hukum belum berjalan secara profesional dan akuntabel. GMNI menyoroti beberapa persoalan krusial yang berkembang di ruang publik, antara lain:

  • ​Penetapan Tersangka Dinilai Kilat: Mahasiswa mengkritik penetapan tersangka yang dirasa terlalu cepat tanpa menguji dugaan motif secara komprehensif.
  • ​Minimnya Alat Bukti dan Transparansi: Ketidakjelasan alat bukti yang digunakan serta minimnya transparansi hasil Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) memicu kecurigaan.
  • ​Abaikan Bukti Digital dan Saksi Kunci: Polisi diduga belum membuka bukti digital seperti rekaman CCTV secara terang-benderang, serta disinyalir belum mengakomodasi sejumlah saksi penting yang berpotensi mengubah arah penyidikan.

​Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat melahirkan spekulasi liar di tengah masyarakat, yang pada akhirnya berisiko menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

​Tuntutan Utama: Penegakan Hukum Tanpa Intervensi

​Merujuk pada Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri, Ketua Cabang DPC GMNI Jakarta Timur, Jansen Henry Kurniawan, menegaskan bahwa penyidikan harus dilakukan secara objektif untuk membuat terang suatu tindak pidana.

​”Kami mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk mengusut tuntas kasus kematian Ermanto Usman secara transparan, independen, dan tanpa intervensi kepentingan apa pun,” tegas Jansen dalam pernyataan resminya.

​GMNI Jakarta Timur berkomitmen akan terus mengawal ketat perkembangan kasus ini. Mereka memastikan gerakan mahasiswa akan tetap berdiri di garis depan demi memperjuangkan keadilan yang jujur dan berpihak pada kebenaran.

Keadilan harus ditegakkan untuk siapa saja! Mari bersama-sama kita kawal kasus ini agar kebenaran dapat terungkap secara benderang. Bagikan artikel ini untuk memperluas dukungan publik terhadap transparansi hukum di Indonesia!


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Regulasi Wajib Halal 18 Oktober 2026 Ditunda, MUI Desak Evaluasi Total dan Minta Umat Islam Makin Kritis
Ketum DPP GMNI Desak Polisi Usut Tuntas Kekerasan dalam Aksi Damai Cipayung Plus Palembang
Skandal Korupsi PT Migas Kota Bekasi: Kejagung Periksa Dua Sekwan DPRD dan Pejabat Kemendagri
Daftar Lengkap Rotasi Kapolda Terbaru 2026: Kapolri Suyudi Ario Seto Pimpin Sertijab Irwasum di Mabes Polri
Jumat Keramat, Kejagung RI Periksa ASN Pemkot Bekasi ‘ARJ’ Terkait Dugaan Korupsi KSO PT Migas
Badai Skandal Migas Berlanjut, Kejagung Borong Pemeriksaan 4 ASN Pemkot Bekasi Hari Ini
KPK Hanya Berani Tangkap Koruptor Kelas Teri di Kasus BBPJN Sumut? Ini Faktanya!
Dugaan Korupsi KSO PT Migas Menggurita, Kejagung Periksa 3 ASN Pemkot Bekasi dan Petinggi Foster Oil
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Regulasi Wajib Halal 18 Oktober 2026 Ditunda, MUI Desak Evaluasi Total dan Minta Umat Islam Makin Kritis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:18 WIB

Ketum DPP GMNI Desak Polisi Usut Tuntas Kekerasan dalam Aksi Damai Cipayung Plus Palembang

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:19 WIB

Skandal Korupsi PT Migas Kota Bekasi: Kejagung Periksa Dua Sekwan DPRD dan Pejabat Kemendagri

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 01:15 WIB

Daftar Lengkap Rotasi Kapolda Terbaru 2026: Kapolri Suyudi Ario Seto Pimpin Sertijab Irwasum di Mabes Polri

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Jumat Keramat, Kejagung RI Periksa ASN Pemkot Bekasi ‘ARJ’ Terkait Dugaan Korupsi KSO PT Migas

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x