Kemenkes Awasi Hantavirus, Warga Bekasi Diminta Waspada Tikus!

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2026 - 05:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi petugas kebersihan sedang melakukan sterilisasi saluran air dan permukiman padat penduduk guna memutus mata rantai penyebaran Hantavirus dari hama tikus.

Ilustrasi petugas kebersihan sedang melakukan sterilisasi saluran air dan permukiman padat penduduk guna memutus mata rantai penyebaran Hantavirus dari hama tikus.

​Poin Utama:

  • ​Kemenkes memperketat pengawasan Hantavirus di 51 balai karantina kesehatan di seluruh pintu masuk negara.
  • ​Sebanyak 198 rumah sakit rujukan penyakit infeksi emerging dan 221 alat PCR telah disiagakan di seluruh Indonesia.
  • ​Masyarakat diimbau menerapkan PHBS dan memutus akses masuk tikus ke dalam rumah.
  • ​Wajib menggunakan metode wet cleaning (dipel) untuk membersihkan area yang terpapar jejak atau kotoran tikus.

​Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia resmi memperketat langkah pengawasan dan kewaspadaan terhadap ancaman virus Hanta (Hantavirus) di Tanah Air.

Melalui strategi surveilans berlapis, pemerintah pusat menyiagakan puluhan balai karantina serta ratusan rumah sakit rujukan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah antisipasi ini menjadi sinyal darurat bagi masyarakat, termasuk warga di Kota dan Kabupaten Bekasi, untuk segera meningkatkan kebersihan lingkungan guna memutus rantai penularan dari hama pembawa virus.

​Apa Strategi Kemenkes Cegah Penularan Hantavirus di Indonesia?

​Pemerintah saat ini memfokuskan pencegahan melalui sistem surveilans ketat di berbagai pintu masuk negara.

Langkah ini dinilai esensial untuk mendeteksi secara dini setiap pelaku perjalanan yang berpotensi membawa virus tersebut masuk ke dalam negeri.

​”Surveilans dilakukan melalui skrining gejala pelaku perjalanan di pintu masuk negara melalui thermal scanner, pengamatan visual serta aplikasi. Ini dikawal oleh 51 balai karantina kesehatan,” kata Andi Saguni selaku Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin (11/05/2026).

​Andi menambahkan, Kemenkes juga mengaktifkan surveilans sentinel Penyakit Infeksi Emerging (PIE) di 21 rumah sakit di 20 provinsi.

Pendekatan epidemiologis ini krusial untuk menyaring pasien bergejala serupa agar status infeksinya dapat dipastikan.

​Berapa Banyak Rumah Sakit Rujukan Hantavirus yang Disiagakan?

​Sebagai langkah mitigasi kuratif, Kemenkes telah memetakan dan menyiagakan ratusan fasilitas kesehatan jika sewaktu-waktu ditemukan kasus positif Hantavirus. Kapasitas pengujian laboratorium berbasis PCR juga dipastikan mencukupi untuk eskalasi pemeriksaan.

​”Saat ini terdapat 198 RS jejaring pengampuan penyakit infeksi emerging di seluruh Indonesia, yang dapat difungsikan sebagai rujukan kasus penyakit virus Hanta. Kemudian ketersediaan alat PCR sebanyak 221 PCR, cukup banyak,” papar Andi merinci kesiapan infrastruktur medis.

​Bagaimana Cara Warga Bekasi Mencegah Infeksi Hantavirus?

​Bagi masyarakat yang bermukim di area padat penduduk maupun kawasan pengolahan limbah seperti di Rawalumbu atau Bantargebang, ancaman penyakit yang dibawa oleh populasi tikus menuntut kewaspadaan ekstra. Kemenkes menekankan bahwa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah tameng pencegahan paling mutlak.

​Untuk menekan risiko penularan di lingkungan permukiman, Kemenkes menginstruksikan sejumlah langkah mitigasi mandiri yang wajib dipatuhi:

  • ​Hindari Kontak Fisik: Jauhi kontak langsung dengan tikus hidup, bangkai tikus, maupun kotorannya.
  • ​Kebersihan Area: Rutin membersihkan rumah dan tempat kerja. Jika menemukan jejak tikus, bersihkan dengan metode wet cleaning (dipel dengan disinfektan), bukan sekadar disapu agar partikel virus tidak beterbangan.
  • ​Keamanan Pangan: Selalu simpan persediaan makanan dalam wadah yang tertutup rapat.
  • ​Tutup Akses Hama: Tutup semua lubang di area dalam maupun luar rumah untuk mencegah infiltrasi tikus.
  • ​Protokol Kebersihan: Disiplin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer serta menerapkan etika batuk dan bersin.

​Ancaman patogen mematikan dari hama lingkungan tidak boleh dianggap remeh. Masyarakat yang mengalami gejala mencurigakan usai beraktivitas di area rawan tikus diharapkan segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau rumah sakit rujukan milik Pemkot Bekasi dan Pemkab Bekasi terdekat.

​Bagaimana kondisi sanitasi di lingkungan tempat tinggal Anda saat ini? Jangan lupa bagikan informasi penting ini ke grup WhatsApp RT/RW Anda agar seluruh warga tetap waspada terhadap ancaman Hantavirus!


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Regulasi Wajib Halal 18 Oktober 2026 Ditunda, MUI Desak Evaluasi Total dan Minta Umat Islam Makin Kritis
Ketum DPP GMNI Desak Polisi Usut Tuntas Kekerasan dalam Aksi Damai Cipayung Plus Palembang
Skandal Korupsi PT Migas Kota Bekasi: Kejagung Periksa Dua Sekwan DPRD dan Pejabat Kemendagri
Daftar Lengkap Rotasi Kapolda Terbaru 2026: Kapolri Suyudi Ario Seto Pimpin Sertijab Irwasum di Mabes Polri
Jumat Keramat, Kejagung RI Periksa ASN Pemkot Bekasi ‘ARJ’ Terkait Dugaan Korupsi KSO PT Migas
Badai Skandal Migas Berlanjut, Kejagung Borong Pemeriksaan 4 ASN Pemkot Bekasi Hari Ini
KPK Hanya Berani Tangkap Koruptor Kelas Teri di Kasus BBPJN Sumut? Ini Faktanya!
Dugaan Korupsi KSO PT Migas Menggurita, Kejagung Periksa 3 ASN Pemkot Bekasi dan Petinggi Foster Oil
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Regulasi Wajib Halal 18 Oktober 2026 Ditunda, MUI Desak Evaluasi Total dan Minta Umat Islam Makin Kritis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:18 WIB

Ketum DPP GMNI Desak Polisi Usut Tuntas Kekerasan dalam Aksi Damai Cipayung Plus Palembang

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:19 WIB

Skandal Korupsi PT Migas Kota Bekasi: Kejagung Periksa Dua Sekwan DPRD dan Pejabat Kemendagri

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 01:15 WIB

Daftar Lengkap Rotasi Kapolda Terbaru 2026: Kapolri Suyudi Ario Seto Pimpin Sertijab Irwasum di Mabes Polri

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Jumat Keramat, Kejagung RI Periksa ASN Pemkot Bekasi ‘ARJ’ Terkait Dugaan Korupsi KSO PT Migas

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x