Diduga Ilegal, Pemkot Bekasi Ditantang Tutup 18 THM di Pasar Bintara

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 22:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana aktivitas salah satu kafe malam yang diduga tidak memiliki izin operasional resmi di kawasan Pasar Bintara, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Senin (18/05/2026).

Suasana aktivitas salah satu kafe malam yang diduga tidak memiliki izin operasional resmi di kawasan Pasar Bintara, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Senin (18/05/2026).

Poin Utama:

  • 18 Tempat Hiburan Malam (THM) di kawasan Pasar Bintara diduga nekat beroperasi tanpa mengantongi izin resmi.
  • Aliansi Perpamsi Kota Bekasi secara terbuka menantang ketegasan Pemkot Bekasi dan Disparbud untuk melakukan penutupan paksa.
  • Keresahan masyarakat mencuat akibat aktivitas kafe malam yang dinilai mengganggu ketertiban umum di lingkungan sekitar.

KOTA BEKASI – Aliansi Perpamsi Kota Bekasi menantang ketegasan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk segera menutup belasan Tempat Hiburan Malam (THM) yang diduga ilegal di kawasan Pasar Bintara, Kecamatan Bekasi Barat.

Pasalnya, sekitar 18 kafe malam di wilayah tersebut nekat beroperasi secara bebas meski disinyalir tidak memiliki izin operasional resmi. Kondisi ini pun memicu keresahan warga sekitar akibat gangguan ketertiban lingkungan yang ditimbulkan setiap malam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Mengapa Aliansi Perpamsi mendesak penutupan THM di Pasar Bintara Kota Bekasi?

​Penutupan ini didesak karena 18 titik kafe malam tersebut disinyalir beroperasi secara ilegal dan mengabaikan ketertiban umum.

Keluhan masyarakat terkait kebisingan dan dampak sosial negatif di lingkungan Kelurahan Bintara sudah berlangsung lama tanpa ada tindakan nyata dari aparat penegak Perda.

​”Kalau memang tidak memiliki izin operasional, Pemkot Bekasi dan Disparbud harus berani bertindak tegas dan menutup tempat-tempat hiburan malam tersebut,” kata Sekretaris Aliansi Perpamsi Kota Bekasi, Asmawi kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Senin (18/05/2026).

​Menurut Asmawi, instansi terkait tidak boleh tutup mata terhadap maraknya bisnis hiburan yang melanggar aturan hukum.

Pembiaran ini dinilai mencederai penegakan hukum dan keadilan bagi pelaku usaha lain yang taat pajak serta perizinan.

​Bagaimana regulasi perizinan tempat hiburan malam oleh Pemkot Bekasi?

​Setiap pelaku usaha hiburan malam di Kota Bekasi wajib mengantongi Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta rekomendasi dari Disparbud.

Tanpa dokumen legalitas tersebut, operasional THM dikategorikan sebagai pelanggaran berat terhadap Peraturan Daerah (Perda) tentang kepariwisataan dan ketertiban umum.

​Berikut adalah dampak buruk yang disorot akibat maraknya THM tak berizin:

  • Potensi Kebocoran Pendapatan Daerah: Operasional tanpa izin membuat bisnis ini terhindar dari pajak hiburan daerah.
  • Gangguan Kamtibmas: Minimnya pengawasan memicu kerawanan sosial dan konflik di tengah pemukiman warga.
  • Pelanggaran Zonasi Wilayah: Keberadaan tempat hiburan di area pasar tradisional dinilai tidak sesuai dengan peruntukan tata ruang.

​Perpamsi menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga Wali Kota Bekasi memerintahkan Satpol PP untuk melakukan penyegelan massal di lokasi tersebut.

​Aksi pembiaran terhadap usaha ilegal dikhawatirkan akan merusak citra penegakan hukum dan tata kelola perizinan di Kota Bekasi.

Bagikan pendapat Anda mengenai maraknya kafe malam ilegal ini di kolom komentar di bawah, atau baca artikel penertiban wilayah lainnya hanya di RakyatBekasi.Com.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cegah Seks Bebas dan Pernikahan Dini, DPPKB dan GenRe Kota Bekasi Edukasi Pelajar SMAN 3
Ironi Bapenda Kota Bekasi: Kampanye Anti Pungli vs Skandal PC Rp28,9 Juta
Sempat Disentil Wali Kota Bekasi, JPO Stasiun Dikebut!
Tingkat Kebakaran Melonjak 24%, Wali Kota Bekasi Minta Warga dan Pelaku Usaha Rutin Cek Instalasi Listrik!
Pemkot Bekasi Siapkan Perpanjangan Kontrak PPPK Paruh Waktu, Catatan Dasar Ini Jadi Penentu
Gerakan Anak Punk Bekasi dan MUI Pusat Bahas Bahaya Propaganda LGBTQ
Pembebasan Lahan Dikebut, Fly Over Bulak Kapal Mulai Dibangun September
Buntut Kasus Pungli Dishub Kota Bekasi, BKPSDM Ultimatum Semua OPD
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:41 WIB

Cegah Seks Bebas dan Pernikahan Dini, DPPKB dan GenRe Kota Bekasi Edukasi Pelajar SMAN 3

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Ironi Bapenda Kota Bekasi: Kampanye Anti Pungli vs Skandal PC Rp28,9 Juta

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:55 WIB

Sempat Disentil Wali Kota Bekasi, JPO Stasiun Dikebut!

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:22 WIB

Tingkat Kebakaran Melonjak 24%, Wali Kota Bekasi Minta Warga dan Pelaku Usaha Rutin Cek Instalasi Listrik!

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:35 WIB

Gerakan Anak Punk Bekasi dan MUI Pusat Bahas Bahaya Propaganda LGBTQ

Berita Terbaru

Ketua Fraksi Gerindra Demokrat DPRD Kota Bekasi, Misbahudin, S.E.

Parlementaria

Porsi Ojol 92 Persen, Ketua Fraksi Gerindra Kota Bekasi Buka Suara

Rabu, 19 Agu 2026 - 12:43 WIB

Kondisi terkini proyek pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di area Stasiun Bekasi, Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bekasi. Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi mendesak pihak ketiga untuk mengebut pengerjaan agar rampung pada akhir September 2026 guna mengurai kemacetan lalu lintas.

Bekasi

Sempat Disentil Wali Kota Bekasi, JPO Stasiun Dikebut!

Rabu, 19 Agu 2026 - 11:55 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x