Rupiah Tembus Rp17.667! Harga Pangan Kota Bekasi Terancam Naik

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 14:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana transaksi jual beli di salah satu agen sembako tradisional di Kota Bekasi, Rabu (20/05/2026).

Suasana transaksi jual beli di salah satu agen sembako tradisional di Kota Bekasi, Rabu (20/05/2026).

​Poin Utama:

  • ​Nilai tukar Rupiah anjlok secara signifikan hingga menembus level Rp17.667 per dolar AS pada perdagangan Rabu (20/05/2026).
  • ​Pemkot Bekasi melalui Disdagperin mulai menyisir sejumlah pasar tradisional untuk mengantisipasi lonjakan harga pangan berbahan baku impor, seperti kedelai dan gandum.
  • ​Harga Cabai Rawit Merah di tingkat pedagang lokal masih bertengger tinggi di kisaran Rp70.000 hingga Rp80.000 per kilogram.
  • ​Pengawasan ketersediaan bahan pokok diperketat guna menjaga daya beli masyarakat Kota Bekasi menjelang Hari Raya Idul Adha.

​Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang menyentuh angka Rp17.667 pada Rabu (20/05/2026), menjadi alarm kewaspadaan bagi stabilitas ekonomi di daerah.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagperin) bergerak cepat merespons ancaman inflasi ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengawasan ketat kini difokuskan pada sejumlah pasar tradisional di Kota Bekasi untuk mencegah kepanikan pasar dan lonjakan tak terkendali pada harga kebutuhan pokok, khususnya untuk komoditas pangan berbasis impor.

​Mengapa Pelemahan Rupiah Berdampak pada Harga Pangan di Kota Bekasi?

​Anjloknya nilai tukar Rupiah secara langsung memukul biaya pengadaan bahan baku impor yang menjadi tulang punggung bagi beberapa komoditas lokal.

Kepala Disdagperin Kota Bekasi, Ika Indah Yarti, mengonfirmasi bahwa komoditas krusial seperti kedelai, gandum, dan turunannya sangat rentan terhadap fluktuasi kurs dolar AS.

​”Sejauh ini upaya dari Disdagperin adalah menjaga kestabilan harga bahan pokok di lapangan, melalui rapat seminggu sekali melalui rakor inflasi,” kata Ika Indah Yarti kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Rabu (20/05/2026).

​Ika menegaskan bahwa tren pergerakan harga dolar ini pasti merembet ke rantai distribusi bawah.

Oleh karena itu, mitigasi dini sangat diperlukan agar produsen lokal seperti perajin tahu dan tempe tidak membebankan kenaikan harga yang terlampau tinggi kepada konsumen.

​Apa Langkah Pemkot Bekasi Mencegah Lonjakan Harga Sembako?

​Menghadapi tren dolar yang terus menguat, Pemkot Bekasi langsung menerjunkan tim khusus untuk melakukan penyisiran ke sejumlah pasar tradisional strategis, mulai dari kawasan Medansatria, Rawalumbu, hingga Bantargebang. Meski lonjakan harga yang signifikan pada bahan baku impor belum terlihat secara merata di lapak pedagang, langkah preventif tetap diutamakan.

​”Tetapi kami tetap melakukan penyisiran terkait harga-harga bahan pokok apa saja, yang berpotensi memiliki kenaikan harga bahan di lapangan imbas adanya kenaikan harga dolar,” tegas Ika.

​Fokus pengawasan ini juga diarahkan untuk memastikan tidak ada oknum spekulan yang sengaja menimbun pasokan sembako demi meraup keuntungan di tengah fluktuasi nilai tukar.

​Berapa Harga Cabai di Kota Bekasi Jelang Idul Adha 2026?

​Kekhawatiran warga Kota Bekasi rupanya tidak hanya terpusat pada produk impor, tetapi juga stabilitas harga bahan pokok lokal yang mulai bergejolak menjelang momentum Idul Adha.

Berdasarkan data terbaru Disdagperin hingga Selasa (19/05/2026), berikut adalah sorotan harga komoditas di lapangan:

  • ​Cabai Rawit Merah: Masih bertahan di kisaran Rp70.000 hingga Rp80.000 per kilogram. Harga ini belum menunjukkan penurunan signifikan sejak pasca-Idul Fitri.
  • ​Faktor Pemicu: Tingginya harga komoditas sayuran ini dipicu oleh kendala cuaca dan tingginya curah hujan di wilayah pemasok, yang merusak kualitas panen dan memaksa petani menaikkan harga dasar.

​Lebih lanjut, Ika mengingatkan bahwa fluktuasi harga ini—terutama pada turunan cabai dan sembako—berpotensi terus merangkak naik menjelang hari besar keagamaan di mana tingkat konsumsi masyarakat pasti melonjak tajam.

​Kondisi perekonomian global yang fluktuatif ini menuntut langkah taktis dan tegas dari Pemkot Bekasi agar daya beli masyarakat tidak semakin tercekik.

Kolaborasi pengawasan antara pemerintah, distributor, dan para pedagang pasar menjadi kunci krusial dalam meredam badai inflasi yang diakibatkan oleh pelemahan nilai tukar Rupiah.

​Bagaimana pantauan harga sembako di pasar sekitar tempat tinggal Anda hari ini? Bagikan informasi serta keluhan Anda di kolom komentar di bawah!

Jangan lupa untuk menyebarkan artikel ini agar lebih banyak warga Kota Bekasi yang waspada. Ikuti terus update berita ekonomi dan kebijakan publik lokal dengan tajam dan akurat hanya di RakyatBekasi.Com.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tertibkan Fasilitas Mangkrak, Dishub Kota Bekasi Prioritaskan Halte Jalur Trans Patriot dan Bongkar Halte Sepi
Bos Summarecon Terjaring OTT KPK, Nasib Proyek Sky Train Bekasi dan TOD Rp 78 Miliar Tetap Jalan!
Realisasi Gedung Parkir Pemkot Bekasi 9 Lantai Masih Menggantung di ABT 2027
Pusaran Korupsi PT Migas Meluas: Kejagung RI Cecar Saksi dari Foster Oil hingga PT SP Dua Hari Beruntun
Menakar Kursi Pendamping Asep Surya Atmadja: Ini Syarat Calon Wakil Bupati Bekasi agar Tak Ada ‘Dusta’ di Pemerintahan
Waspada Sindikat Loker Bodong di Kota Bekasi, BPKN-RI Buka Posko Pengaduan Korban
PKS TPST Bantargebang Berakhir 26 Oktober, Pemkot Bekasi Tuntut Kompensasi DKI Tetap Rp362 Miliar
Desain Awal Dinilai Rumit, Disperkimtan Kota Bekasi Kaji Ulang Lokasi Gedung Parkir Pemkot Bekasi 9 Lantai
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Tertibkan Fasilitas Mangkrak, Dishub Kota Bekasi Prioritaskan Halte Jalur Trans Patriot dan Bongkar Halte Sepi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:19 WIB

Bos Summarecon Terjaring OTT KPK, Nasib Proyek Sky Train Bekasi dan TOD Rp 78 Miliar Tetap Jalan!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Realisasi Gedung Parkir Pemkot Bekasi 9 Lantai Masih Menggantung di ABT 2027

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Pusaran Korupsi PT Migas Meluas: Kejagung RI Cecar Saksi dari Foster Oil hingga PT SP Dua Hari Beruntun

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Menakar Kursi Pendamping Asep Surya Atmadja: Ini Syarat Calon Wakil Bupati Bekasi agar Tak Ada ‘Dusta’ di Pemerintahan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x