Sejarah Jalan AM Sangaji dan Profil ‘Si Jago Tua’ Maluku

- Jurnalis

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ORATOR TRIO SI: Suasana aktivitas warga di sekitar ruas Jalan AM Sangaji, kawasan Harmoni, Jakarta Pusat, Sabtu (01/08/2026). Jalan protokol sejarah ini diabadikan secara khusus untuk menghormati pahlawan nasional Abdoel Moethalib Sangadji, Si Jago Tua Maluku yang dikenal sebagai orator Trio Sarekat Islam dan perumus identitas nasional. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.Com)

ORATOR TRIO SI: Suasana aktivitas warga di sekitar ruas Jalan AM Sangaji, kawasan Harmoni, Jakarta Pusat, Sabtu (01/08/2026). Jalan protokol sejarah ini diabadikan secara khusus untuk menghormati pahlawan nasional Abdoel Moethalib Sangadji, Si Jago Tua Maluku yang dikenal sebagai orator Trio Sarekat Islam dan perumus identitas nasional. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.Com)

  • Lokasi Protokol: Jalan AM Sangaji merupakan ruas jalan penting di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat, yang sering dilintasi warga.
  • Profil Tokoh: Didedikasikan untuk Abdoel Moethalib Sangadji, tokoh besar asal Maluku Tengah yang berjuluk “Si Jago Tua”.
  • Trio Sarekat Islam: Dikenal sebagai orator ulung dan anggota Trio Sarekat Islam (SI) bersama HOS Tjokroaminoto dan Haji Agus Salim.
  • Aktor Sumpah Pemuda: Terlibat aktif dalam perumusan Sumpah Pemuda 1928 dan peduli pendidikan anak bangsa di Samarinda.

Menjelang perayaan HUT RI ke-81, seri tulisan sejarah jalan protokol ke-30 dari 45 resmi dirilis, menyoroti Jalan AM Sangaji di Harmoni, Jakarta Pusat, Sabtu (01/08/2026).

Naskah karya Seniman Kemerdekaan sekaligus peraih rekor MURI, Zenza TekSas, ini membedah profil tokoh Maluku Abdoel Moethalib Sangadji, atau Si Jago Tua, orator ulung Trio Sarekat Islam dan perumus identitas nasional.

​Menelusuri Sejarah Jalan AM Sangaji di Kawasan Harmoni

​Siapakah Sosok Abdoel Moethalib Sangadji di Balik Nama Jalan AM Sangaji?

​Di balik papan nama Jalan AM Sangaji di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat, tersimpan rekam jejak tokoh besar yang mendedikasikan hidupnya untuk kemerdekaan Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Ia adalah Abdoel Moethalib Sangadji, atau yang lebih akrab disapa dengan julukan ‘Si Jago Tua’,” kata Zenza TekSas kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Sabtu (01/08/2026).

​Lahir di negeri Rohomoni, Maluku Tengah, pada 3 Juni 1889, AM Sangadji berasal dari keluarga bangsawan dan sang ayah merupakan raja kampung halaman.

Meski mendapat privilese pendidikan Belanda di HIS dan MULO, ia memilih mendedikasikan hidup melawan ketidakadilan pemerintah kolonial demi memperjuangkan kemerdekaan.

​Apa Rekam Jejak Abdoel Moethalib Sangadji dalam Sejarah Pergerakan?

​Konsistensi perlawanan ‘Si Jago Tua’ membawa namanya tercatat dalam sejarah pergerakan nasional yang sangat disegani pada masanya.

​Abdoel Moethalib Sangadji dikenal sebagai seorang orator ulung yang mampu membakar semangat rakyat melalui pidato-pidatonya.

Pergerakan mobilitasnya sangat luar biasa, melintasi berbagai pulau mulai dari tanah Jawa, Sulawesi, hingga Kalimantan guna menyatukan kesadaran berbangsa.

​Namanya tercatat sebagai Trio Sarekat Islam (SI) yang sangat berpengaruh bersama HOS Tjokroaminoto dan Haji Agus Salim.

​Bagaimana Peran ‘Si Jago Tua’ dalam Membangun Identitas Nasional?

​Jejak langkah AM Sangadji juga terekam kuat dalam peristiwa penting pembentukan identitas nasional Indonesia.

​Ia menjadi salah satu tokoh penting yang turut hadir dan berperan aktif dalam perumusan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 di Jakarta.

​Selain piawai berpolitik, AM Sangadji sangat peduli pada dunia pendidikan dan percaya bahwa kebodohan adalah alat penjajah.

Karena itu, ia mendirikan Balai Pengadjaran dan Pendidikan Rakjat (BPPR) serta mengelola Neutrale School di Samarinda, Kalimantan Timur, guna mencerdaskan anak bangsa.

​AM Sangadji wafat pada 20 April 1949 setelah mendedikasikan seluruh tenaga dan pemikirannya untuk Indonesia.

Nama besarnya kini abadi pada prasasti jalan di jantung ibu kota dan fondasi kemerdekaan. Bagaimana pandangan Anda tentang peran orator Trio Sarekat Islam ini?

Sampaikan opini Anda di kolom komentar! Jangan lupa bagikan artikel sejarah inspiratif ini ke media sosial Anda dan ikuti terus penelusuran sejarah bangsa karya Zenza TekSas secara eksklusif hanya di RakyatBekasi.Com.


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Penggilingan Tumpah Ruah di Panggung Gembira Puncak Peringatan HUT RI ke-81
HUT ke-19 Alfamidi: Ekspansi 2.600 Gerai dan Aksi Nyata Sosial
Sejarah Jalan Sunan Gunung Jati: Jejak Sang Pandita Ratu
HUT RI 81: Zenza TekSas Cetak 2 Rekor Gila di Bekasi!
Sejarah Jalan Sunan Muria: Maestro Dakwah Kultural Inklusif
Sejarah Jalan Sunan Kudus: Jejak Panglima Ulama Pelopor Toleransi
Sejarah Jalan Sunan Kalijaga: Jejak Dakwah Kultural Walisongo di Jakarta Timur
Promo Bright Gas Bekasi Spesial HUT RI: Diskon Isi Ulang Hingga Rp8.100
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 22:19 WIB

Warga Penggilingan Tumpah Ruah di Panggung Gembira Puncak Peringatan HUT RI ke-81

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:33 WIB

HUT ke-19 Alfamidi: Ekspansi 2.600 Gerai dan Aksi Nyata Sosial

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:50 WIB

Sejarah Jalan Sunan Gunung Jati: Jejak Sang Pandita Ratu

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:25 WIB

HUT RI 81: Zenza TekSas Cetak 2 Rekor Gila di Bekasi!

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Sejarah Jalan Sunan Muria: Maestro Dakwah Kultural Inklusif

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x