- Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi membongkar paving block yang bergelombang di Alun-alun M. Hasibuan.
- Perbaikan hanya difokuskan pada titik yang rentan mengalami genangan air, bukan penggantian material secara total.
- Langkah taktis Pemkot Bekasi ini bertujuan memulihkan keamanan dan kenyamanan fasilitas publik di pusat kota.
- Pekerjaan pendukung mencakup pemadatan dasar tanah, pengecoran titik tertentu, dan pembenahan area pedestrian.
Kondisi paving block yang bergelombang dan kerap menimbulkan genangan air di kawasan Alun-alun M. Hasibuan, Jalan Pramuka, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, akhirnya mendapat penanganan serius.
Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi mulai menata ulang sejumlah titik permukaan yang turun demi mengembalikan kelayakan dan kenyamanan ruang publik warga.
Respons Cepat Pemkot Bekasi Benahi Fasilitas Alun-alun M. Hasibuan
Pemerintah Daerah melalui Disperkimtan Kota Bekasi bergerak cepat merespons penurunan kualitas infrastruktur di salah satu pusat keramaian kota tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perbaikan ini langsung menyasar fondasi tanah yang selama ini memicu genangan air setiap kali hujan deras turun melanda kawasan Bekasi Selatan.
Mengapa Paving Block di Alun-alun Dibongkar?
Pembongkaran dilakukan murni untuk memperbaiki struktur tanah yang ambles, bukan untuk melakukan pengadaan material secara menyeluruh.
Kepala Disperkimtan Kota Bekasi, Widayat Subroto Hardi, menegaskan bahwa penataan ini adalah langkah perawatan spesifik untuk fasilitas yang sudah ada.
”Ini bukan dipaving block ulang. Jadi paving yang ada diangkat terlebih dahulu karena posisinya sudah bergelombang. Setelah itu bagian bawahnya dipadatkan kembali, kemudian dipasang lagi. Kalau ada satu atau dua paving yang patah, baru kita ganti,” kata Widayat Subroto Hardi kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di lokasi proyek, Selasa (1/9/2026).
Seberapa Luas Area Perbaikan yang Ditargetkan Disperkimtan Kota Bekasi?
Penataan infrastruktur ini dipastikan tidak membongkar seluruh kawasan lapangan. Fokus pengerjaan secara ketat hanya menyasar titik-titik rawan yang membahayakan langkah pejalan kaki.
”Enggak semua area. Hanya beberapa titik saja yang terindikasi goyang-goyang, tidak rata, dan menyebabkan genangan air saat hujan,” terangnya.
Guna menunjang optimalisasi perbaikan, Disperkimtan Kota Bekasi juga mengeksekusi sejumlah pekerjaan teknis pendukung, di antaranya:
- Pemadatan dasar tanah agar material paving memiliki fondasi yang kuat.
- Pengecoran pada bagian-bagian tumpuan tertentu untuk menahan beban.
- Pembenahan secara terukur pada area pedestrian yang menjadi akses utama pengunjung.
Apa Dampak Penataan Ini bagi Pengunjung?
Lewat intervensi infrastruktur yang terukur, Pemkot Bekasi menargetkan wajah Alun-alun M. Hasibuan kembali prima.
Warga tak perlu lagi khawatir tersandung atau melintasi genangan lumpur saat berolahraga dan bersantai.
”Dengan perbaikan tersebut, diharapkan kawasan Alun-alun M. Hasibuan dapat kembali memiliki permukaan yang rata, aman dilalui, serta tidak menimbulkan genangan air yang berpotensi mengganggu aktivitas pengunjung,” tuturnya.
Proses penataan infrastruktur ini menjadi wujud nyata komitmen Pemkot Bekasi dalam mempertahankan fungsi ruang terbuka publik yang representatif dan ramah pengunjung.
Alun-alun M. Hasibuan sebagai sarana sentral diharapkan terus terawat sebagai pusat aktivitas masyarakat di jantung kota.
Jangan lewatkan informasi terbaru seputar kebijakan, ekonomi, dan pembangunan di kota kita! Ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi di [sini] agar selalu update dengan berita paling tajam dan terpercaya setiap harinya.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















