​Hari Santri 2026: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tekankan Pengawasan Ketat dan Keteladanan di Lingkungan Pesantren

- Jurnalis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAWAL MASA DEPAN SANTRI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto (tengah, berpeci putih) didampingi Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi dan jajaran Forkopimda menyapa ribuan peserta saat menghadiri Pawai Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di panggung kehormatan Alun-Alun M. Hasibuan, Jalan Veteran, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Kamis (22/10/2026). (Foto: Dok. Humas Pemkot Bekasi/RakyatBekasi.Com)

KAWAL MASA DEPAN SANTRI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto (tengah, berpeci putih) didampingi Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi dan jajaran Forkopimda menyapa ribuan peserta saat menghadiri Pawai Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di panggung kehormatan Alun-Alun M. Hasibuan, Jalan Veteran, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Kamis (22/10/2026). (Foto: Dok. Humas Pemkot Bekasi/RakyatBekasi.Com)

  • ​Momentum & Lokasi: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengikuti langsung Pawai Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di kawasan Alun-Alun M. Hasibuan, Jalan Veteran, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Kamis (22/10/2026).
  • Fokus Kebijakan: Pemkot Bekasi mendorong seluruh pondok pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan menjadi ruang belajar yang aman, ramah anak, berintegritas, serta bebas dari pembiaran masalah.
  • ​Pilar Penguatan: Menitikberatkan pada 4 aspek utama pendidikan santri, yakni penguasaan ilmu agama, pembentukan karakter (akhlak dan kemandirian), keteladanan pengasuh, serta sistem pengawasan dan pendampingan peserta didik.
  • ​Target Jangka Panjang: Memastikan ribuan santri di 12 kecamatan se-Kota Bekasi tumbuh menjadi generasi mandiri yang siap berkontribusi dalam pembangunan daerah di tengah masyarakat majemuk.

WALI KOTA BEKASI TRI ADHIANTO mendesak seluruh pengelola pondok pesantren di Kota Bekasi untuk menjamin ruang pendidikan yang aman, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk perundungan.

Penegasan kritis ini disampaikan langsung saat ia menghadiri Pawai Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di kawasan Alun-Alun M. Hasibuan, Jalan Veteran, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kamis (22/10/2026).

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bagi Pemkot Bekasi dan pengasuh lembaga pendidikan untuk memprioritaskan keselamatan serta karakter peserta didik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Komitmen Wali Kota Bekasi Membangun Ekosistem Pesantren yang Aman dan Berintegritas

​Kehadiran jajaran pimpinan Pemkot Bekasi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di panggung kehormatan Pawai Hari Santri 2026 bukan sekadar agenda seremonial tahunan.

Langkah ini merupakan wujud apresiasi sekaligus evaluasi bersama terhadap kontribusi besar kalangan santri, ulama, dan pengasuh pondok pesantren dalam mencetak generasi muda di kota megapolitan yang heterogen.

​Keberadaan pondok pesantren yang tersebar mulai dari Kecamatan Pondokgede, Jatiasih, Mustikajaya, hingga Bantargebang dinilai memegang peranan strategis.

Selain menjadi benteng moral, pesantren dituntut mampu beradaptasi menyiapkan generasi yang sanggup hidup berdampingan secara inklusif.

​“Santri adalah bagian penting dari masa depan Kota Bekasi. Karena itu, kita ingin mereka tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan memiliki integritas,” kata Wali Kota Bekasi Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di sela kegiatan Pawai Hari Santri di kawasan Alun-Alun M. Hasibuan, Kamis (22/10/2026).

​Mengapa Lingkungan Pendidikan Pesantren yang Aman Sangat Penting bagi Santri?

​Lingkungan pendidikan pesantren yang aman sangat penting karena berpengaruh langsung terhadap kesehatan mental, keberanian berpendapat, dan pembentukan karakter utuh peserta didik.

Tanpa jaminan keamanan fisik maupun psikologis, proses transfer ilmu keagamaan di dalam asrama maupun ruang kelas tidak akan berjalan optimal.

​Oleh sebab itu, seluruh elemen di dalam ekosistem pendidikan—termasuk sinergi pembinaan bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bekasi—perlu memastikan proses belajar mengajar berlangsung sehat dan menghormati martabat setiap santri.

​“Pendidikan yang baik harus memberikan rasa aman. Anak-anak kita harus mendapatkan ruang untuk belajar, bertumbuh, menyampaikan pendapat, dan membangun masa depan dengan pendampingan yang baik,” katanya.

​Bagaimana Peran Keteladanan Pengasuh dalam Membentuk Karakter Santri di Kota Bekasi?

​Peran keteladanan pengasuh dan tenaga pendidik menjadi kunci utama keberhasilan pendidikan karakter karena santri menyerap nilai moral secara langsung dari perilaku nyata di lingkungan sehari-hari.

Nilai tradisional yang menjadi kekuatan utama pesantren wajib dipertahankan secara konsisten melalui praktik nyata, meliputi:

  • ​Pembentukan Akhlak Mulia: Penanaman adab dalam berinteraksi di lingkungan internal pesantren maupun masyarakat luas.
  • ​Kedisiplinan dan Kemandirian: Pembiasaan manajemen waktu dan tanggung jawab pribadi santri sejak usia dini.
  • ​Penghormatan kepada Guru: Menjaga tradisi takzim kepada ulama dan pendidik tanpa menghilangkan ruang dialog yang sehat.
  • ​Kepedulian Sosial: Mengasah kepekaan santri terhadap persoalan warga di sekitar lingkungan pesantren.

​Menurut Tri Adhianto, pendidikan karakter akan jauh lebih kokoh apabila nilai-nilai luhur yang diajarkan di atas mimbar selaras dengan tindakan keseharian para pengajarnya.

​“Santri belajar bukan hanya dari apa yang disampaikan, tetapi juga dari apa yang mereka lihat. Karena itu, keteladanan menjadi sangat penting. Kita ingin pendidikan agama melahirkan generasi yang kuat secara ilmu, matang secara karakter, dan baik dalam perilaku,” jelas Tri.

​Dampak Pembiaran Masalah di Lingkungan Pendidikan dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

​Dampak pembiaran masalah di lingkungan pendidikan dapat merusak masa depan anak, memicu trauma berkepanjangan, serta menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan keagamaan.

Untuk mengatasinya, setiap pengelola pesantren wajib membuka jalur komunikasi transparan dan menerapkan mekanisme penanganan cepat sesuai aturan perlindungan anak yang berlaku.

​Tri Adhianto secara tegas mengingatkan agar tidak ada pihak yang menutup-nutupi apabila muncul indikasi persoalan yang menyangkut keselamatan maupun hak peserta didik di lingkungan pendidikan.

​“Kalau ada persoalan di lingkungan pendidikan, jangan dibiarkan. Harus ada komunikasi, pendampingan, dan penyelesaian yang tepat. Yang paling penting, kepentingan dan masa depan anak harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.

​Mengakhiri rangkaian Pawai Hari Santri 2026 yang dipadati ribuan peserta berseragam putih dan beratribut hijau khas Hari Santri Nasional tersebut, Tri Adhianto menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen masyarakat Kota Bekasi.

Ia mengingatkan agar peringatan ini bertransformasi menjadi gerakan nyata dalam mengawal kontribusi santri bagi pembangunan Kota Bekasi.

​“Semangat Hari Santri adalah semangat untuk terus belajar, mengabdi, dan memberikan manfaat. Saya berharap santri Kota Bekasi terus menjadi generasi yang membawa kebaikan bagi keluarga, lingkungan, dan kota,” pungkasnya.

​Bagaimana pandangan Anda terkait penguatan lingkungan ramah anak di pondok pesantren Kota Bekasi? Sampaikan tanggapan Anda di kolom komentar, bagikan artikel ini, dan baca berita terkini seputar kebijakan Pemkot Bekasi lainnya di RakyatBekasi.Com. Jangan lupa ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi agar Anda selalu mendapatkan pembaruan informasi tercepat setiap hari!


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KADIN Fest Bekasi 2027 Siap Boyong Slank hingga Tipe-X ke Harapan Indah
Tertibkan Fasilitas Mangkrak, Dishub Kota Bekasi Prioritaskan Halte Jalur Trans Patriot dan Bongkar Halte Sepi
Bos Summarecon Terjaring OTT KPK, Nasib Proyek Sky Train Bekasi dan TOD Rp 78 Miliar Tetap Jalan!
Realisasi Gedung Parkir Pemkot Bekasi 9 Lantai Masih Menggantung di ABT 2027
Pusaran Korupsi PT Migas Meluas: Kejagung RI Cecar Saksi dari Foster Oil hingga PT SP Dua Hari Beruntun
Menakar Kursi Pendamping Asep Surya Atmadja: Ini Syarat Calon Wakil Bupati Bekasi agar Tak Ada ‘Dusta’ di Pemerintahan
Waspada Sindikat Loker Bodong di Kota Bekasi, BPKN-RI Buka Posko Pengaduan Korban
PKS TPST Bantargebang Berakhir 26 Oktober, Pemkot Bekasi Tuntut Kompensasi DKI Tetap Rp362 Miliar
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:14 WIB

KADIN Fest Bekasi 2027 Siap Boyong Slank hingga Tipe-X ke Harapan Indah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:25 WIB

​Hari Santri 2026: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tekankan Pengawasan Ketat dan Keteladanan di Lingkungan Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Tertibkan Fasilitas Mangkrak, Dishub Kota Bekasi Prioritaskan Halte Jalur Trans Patriot dan Bongkar Halte Sepi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:19 WIB

Bos Summarecon Terjaring OTT KPK, Nasib Proyek Sky Train Bekasi dan TOD Rp 78 Miliar Tetap Jalan!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Realisasi Gedung Parkir Pemkot Bekasi 9 Lantai Masih Menggantung di ABT 2027

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x