Kritisi Migrasi SIMPATIKA ke EMIS GTK, PC PERGUNU Kota Bekasi Soroti Server Error dan Etika Operator

- Jurnalis

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infografis Migrasi Simpatika ke Emis GTK.

Infografis Migrasi Simpatika ke Emis GTK.

  • ​Transisi Bermasalah: Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PC PERGUNU) Kota Bekasi menilai kebijakan Kementerian Agama (Kemenag) RI dalam migrasi SIMPATIKA ke EMIS GTK berubah menjadi “migrasi masalah” akibat ketidaksiapan infrastruktur digital.
  • ​Kendala Teknis Krusial: Aplikasi EMIS GTK dikeluhkan sering mengalami server down, menu berantakan, data tidak sinkron, riwayat mengajar hilang, serta Nomor Pendidik Kemenag (NPK) dan jam linieritas tidak terbaca sehingga mengancam pencairan tunjangan guru bulan ini.
  • ​Krisis Pelayanan Operator: Sosialisasi yang minim—hanya melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) daring via Zoom selama 2 jam—memicu kebingungan di tingkat tapak, ditambah adanya oknum operator madrasah yang menahan persetujuan data hingga lebih dari 3 hari akibat sentimen pribadi.
  • ​Tiga Rekomendasi Solusi: PC PERGUNU Kota Bekasi mendesak Kemenag RI menghentikan sistem kejar tayang sebelum EMIS GTK 100% stabil, meminta Kemenag Kota/Kabupaten menggelar Bimtek luring dengan honor operator yang layak, serta menuntut evaluasi etika pelayanan di tingkat madrasah.

PENGURUS CABANG PERSATUAN GURU NAHDLATUL ULAMA (PC PERGUNU) KOTA BEKASI melayangkan catatan kritis kepada Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) terkait kebijakan migrasi SIMPATIKA ke EMIS GTK yang dinilai belum siap diterapkan secara penuh.

Alih-alih mempermudah integrasi data administrasi pada Senin (26/10/2026), transisi aplikasi tersebut justru memicu kekacauan sistemik yang menghambat pencairan tunjangan guru madrasah di Kota Bekasi.

Persoalan di lapangan kian meruncing akibat belum stabilnya server pusat serta munculnya sikap arogan sejumlah oknum operator madrasah dalam melayani verifikasi data pendidik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Evaluasi Kritis PC PERGUNU Kota Bekasi terhadap Migrasi SIMPATIKA ke EMIS GTK

​Mengapa Migrasi SIMPATIKA ke EMIS GTK Dinilai Menjadi Mimpi Buruk bagi Guru Madrasah?

​Migrasi SIMPATIKA ke EMIS GTK dinilai menjadi mimpi buruk karena sistem aplikasi pusat milik Kemenag RI belum siap beroperasi secara stabil, namun para guru madrasah di daerah dipaksa untuk segera beradaptasi di tengah tenggat pencairan hak mereka.

​”Migrasi layanan guru dari SIMPATIKA ke EMIS GTK adalah niat baik. Tujuannya satu: integrasi data agar guru madrasah tidak lagi disibukkan dengan dua aplikasi berbeda. Niatnya mulia, tapi di lapangan, niat baik itu berubah menjadi mimpi buruk bagi guru. Yang terjadi hari ini bukanlah migrasi data, tapi migrasi masalah,” kata Wakil Ketua IV PC PERGUNU Kota Bekasi Bidang Komunikasi dan Teknologi Digital, AH, kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Senin (26/10/2026).

​Pada penggunaan aplikasi SIMPATIKA sebelumnya, alur pengurusan administrasi mulai dari jadwal Guru Ajar, Verifikasi dan Validasi (Verval), Ajuan NPK, Surat Keputusan Analisis Kelayakan Penerima Tunjangan (SKAKPT), hingga pencairan tunjangan sudah berjalan terstruktur dan dihafal di luar kepala oleh para guru.

​Sebaliknya, ketika dialihkan ke EMIS GTK, para pendidik di Kota Bekasi menemukan berbagai kendala teknis yang merugikan:

  • ​Susunan menu aplikasi berantakan dan membingungkan pengguna.
  • ​Server pusat sering mengalami gangguan (down) dan basis data tidak sinkron.
  • ​Data riwayat mengajar guru hilang secara tiba-tiba dari sistem.
  • ​Nomor Pendidik Kemenag (NPK) tidak terbaca serta perhitungan jam linieritas tidak muncul.

​Saat para guru mengonfirmasi kendala tersebut, baik operator madrasah maupun admin Kemenag tingkat Kota/Kabupaten hanya memberikan jawaban seragam: “Belum tahu, sistem pusat masih error. Coba lagi besok.” Akibatnya, guru yang tunjangannya menggantung pada bulan ini terpaksa menunggu ketidakpastian sistem setiap hari.

​Apa Dampak Minimnya Sosialisasi EMIS GTK terhadap Sikap dan Pelayanan Operator Madrasah?

​Minimnya sosialisasi dan pelatihan teknis EMIS GTK berdampak langsung pada ketidaksiapan operator madrasah dalam mengoperasikan sistem, yang di sejumlah titik justru berubah menjadi sikap ketus dan arogansi kekuasaan terhadap guru.

​PC PERGUNU Kota Bekasi mencatat banyak operator madrasah yang secara jujur mengaku belum memahami alur kerja EMIS GTK.

Kondisi tersebut dinilai wajar lantaran sosialisasi dari pusat sangat minim, petunjuk teknis (Juknis) terbit terlambat, dan pelaksanaan Bimtek hanya dilakukan secara daring melalui ruang virtual Zoom selama 2 jam sehingga operator terpaksa belajar sembari berjalan.

​Kendati demikian, ketidaktahuan teknis tersebut menjadi persoalan serius ketika berubah menjadi arogansi pelayanan.

Berdasarkan temuan PC PERGUNU Kota Bekasi di lapangan, terdapat empat pola masalah utama antara guru dan operator:

  • ​Guru yang bertanya secara baik-baik mengenai kendala akun justru dijawab dengan ketus: “Jangan tanya saya terus, saya juga pusing!”
  • ​Permintaan bantuan verval dipersulit akibat persoalan dan sentimen pribadi, seperti riwayat keterlambatan guru dalam menyetor berkas fisik atau perbedaan afiliasi organisasi.
  • ​Data guru sengaja ditahan (di-pending) dan tidak segera disetujui (di-approve) dengan alasan klasik: “Kepala belum tanda tangan.” Padahal, kepala madrasah terkait sudah menandatangani berkas tersebut 3 hari sebelumnya.
  • ​Grup WhatsApp (WA) operator beralih fungsi menjadi ajang keluh kesah kekuasaan, bukan lagi ruang koordinasi pelayanan pendidik.

​”Kami paham, kerja operator sangat berat dan honornya tidak seberapa. Kami sangat menghormati operator. Tapi tolong, jangan jadikan guru sebagai pelampiasan lelahnya sistem. Jabatan operator adalah jabatan pelayanan, bukan jabatan kekuasaan. Satu klik Anda, nasib tunjangan seorang guru dan makan anak istrinya di rumah bisa tertunda sebulan,” tegas AH.

​Bagaimana Solusi PC PERGUNU Kota Bekasi untuk Mengatasi Kekacauan Data EMIS GTK?

​Untuk mengatasi kekacauan migrasi SIMPATIKA ke EMIS GTK, PC PERGUNU Kota Bekasi merumuskan tiga rekomendasi konkret yang ditujukan langsung kepada Kemenag RI Pusat, Kantor Kemenag Kota/Kabupaten, serta jajaran Kepala Madrasah dan operator.

​Berikut adalah rincian tuntutan dan solusi perbaikan sistem yang diajukan oleh PC PERGUNU Kota Bekasi:

  • ​Untuk Kemenag Pusat: Menghentikan pola kebijakan sistem kejar tayang dan menyusun masa transisi yang jelas. Kemenag RI diminta tidak mematikan layanan SIMPATIKA secara total sebelum sistem EMIS GTK benar-benar 100% stabil, serta wajib menerbitkan Juknis tertulis satu pintu agar daerah tidak hanya mengandalkan potongan informasi dari grup WhatsApp.
  • ​Untuk Kemenag Kota/Kabupaten: Menyelenggarakan Bimtek Luring (tatap muka) secara serius dan komprehensif bagi operator madrasah di wilayah Kota Bekasi dan sekitarnya, bukan sekadar pertemuan daring singkat via Zoom. Selain itu, mengangkat operator sebagai tenaga profesional dengan standar honor yang layak agar mereka dapat bekerja dengan hati, bukan dengan beban.
  • ​Untuk Kepala Madrasah dan Operator: Mengembalikan khittah pengabdian bahwa guru dan operator adalah satu tim yang saling menopang—tunjangan guru tidak dapat cair tanpa operator, dan peran operator tidak memiliki arti tanpa keberadaan guru. Segala bentuk sentimen pribadi harus dihilangkan; jika terdapat guru yang sulit tertib administrasi, pembinaan wajib dilakukan sesuai aturan, bukan dengan mempersulit validasi datanya.

​”Migrasi SIMPATIKA ke EMIS jangan sampai menjadi migrasi penghapusan hak guru. Kami hanya ingin satu: data kami dikelola dengan sistem yang jelas, oleh orang yang paham dan melayani dengan ikhlas. Hormati guru, maka sistem akan berkah,” pungkas AH.

​Hingga catatan kritis ini disampaikan, para guru madrasah di bawah naungan PC PERGUNU Kota Bekasi masih menantikan langkah responsif dari Kementerian Agama RI guna memastikan hak tunjangan pendidik tidak dikorbankan oleh kendala transisi aplikasi.

​Bagaimana pengalaman Anda sebagai guru atau operator madrasah saat mengakses layanan EMIS GTK bulan ini? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar, sebarkan artikel ini kepada rekan pendidik lainnya, dan baca juga liputan seputar dunia pendidikan madrasah lainnya di situs kami. Jangan lupa ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi melalui tautan Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini agar Anda selalu mendapatkan pembaruan informasi terkini, tajam, dan terpercaya setiap hari.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kontrak TPST Bantargebang Diperpanjang hingga 2031: Wali Kota Bekasi Amankan Kompensasi Rp362 Miliar
Instruksi Wali Kota Bekasi Belum Maksimal! Aktivasi IKD di Tingkat OPD Masih Minim, Disdukcapil Turun Jemput Bola
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tagih Janji Pramono Anung Soal Park and Ride dan Dua Flyover
PKS TPST Bantargebang Berakhir Hari Ini, Wali Kota Bekasi Temui Pramono Anung Tagih Solusi Gunungan Sampah Lama
Tembus 39 Derajat Celsius! Suhu Panas di Kota Bekasi Menggila, BPBD Peringatkan Bahaya Heatstroke
Cuaca Panas Masih Menyengat! BPBD Kota Bekasi Ungkap Alasan Musim Hujan Baru Dimulai November 2026
Bongkar Biang Kerok Banjir Jatibening, Wali Kota Bekasi Instruksikan Pelebaran Saluran dan Bangun Long Storage di Crossing Tol
Naik Motor, Wali Kota Bekasi Cek 9 Titik Rawan Banjir dan Jalan Rusak
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Kritisi Migrasi SIMPATIKA ke EMIS GTK, PC PERGUNU Kota Bekasi Soroti Server Error dan Etika Operator

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:43 WIB

Kontrak TPST Bantargebang Diperpanjang hingga 2031: Wali Kota Bekasi Amankan Kompensasi Rp362 Miliar

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tagih Janji Pramono Anung Soal Park and Ride dan Dua Flyover

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:16 WIB

PKS TPST Bantargebang Berakhir Hari Ini, Wali Kota Bekasi Temui Pramono Anung Tagih Solusi Gunungan Sampah Lama

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:17 WIB

Tembus 39 Derajat Celsius! Suhu Panas di Kota Bekasi Menggila, BPBD Peringatkan Bahaya Heatstroke

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x