Terkait Netralitas ASN, Bawaslu Jadwalkan Pemanggilan Pj Wali Kota Bekasi Pekan Depan

- Jurnalis

Rabu, 10 Januari 2024 - 11:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisioner Bawaslu Kota Bekasi Kordiv Penanganan Pelanggaran Data dan Informasi Muhammad Sodikin.

Komisioner Bawaslu Kota Bekasi Kordiv Penanganan Pelanggaran Data dan Informasi Muhammad Sodikin.

KOTA BEKASI – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bekasi menjadwalkan pada pekan depan akan melakukan pemanggilan kepada Pj Wali Kota Bekasi Raden Gani Muhamad untuk dipintai keterangan menyoal dugaan pelanggaran netralitas ASN Pemkot Bekasi gegara pamer jersey nomor dua (2) seusai melakoni pertandingan sepakbola antar kecamatan di Stadion Patriot Chandrabhaga. Jumat (29/12/2023) lalu. Komisioner Bawaslu Kota Bekasi Kordiv Penanganan Pelanggaran Data dan Informasi Muhammad Sodikin mengatakan bahwa pihaknya menjadwalkan pemanggilan Pj Wali Kota Bekasi akan dijadwalkan selepas beberapa Camat terlapor selesai dilakukan pemeriksaan. Dalam pelaporan dugaan pelanggaran Netralitas ASN, ada sebanyak 10 Camat yang menjadi terlapor gegara pamer jersey nomor dua tersebut. Diantaranya terdiri dari Camat Mustikajaya, Bantargebang, Pondok Gede, Bekasi Selatan, Bekasi Timur, Pondok Melati, Jatisampurna, Bekasi Barat, Jatiasih dan Rawalumbu, Medan Satria itu yang dilaporkan. Sedangkan sisanya, baik dua Camat lainnya antara Medan Satria dan Bekasi Utara tidak dilakukan pemanggilan.
“Ya nanti setelah terklarifikasi nanti kita panggil dan minta keterangan. Nanti, kita selesaikan dulu nih para camatnya (terlapor ) dulu kita selesaikan, kemungkinan Minggu depan, kemungkinan di terkahir (baru Pj Wali Kota Bekasi dilakukan pemanggilan),” ujarnya saat ditemui di Gedung Bawaslu Kota Bekasi, Selasa (09/01/2024).
Selasa kemarin, Bawaslu Kota Bekasi telah melakukan pemanggilan terhadap tiga orang terlapor, diantaranya meliputi Pimpinan BJB Cabang Bekasi selaku pihak sponsor, dan dua Camat lainnya yang terdiri dari Camat Jatiasih Ashari dan Camat Pondokgede Zainal Abidin Syah. Mereka diperiksa dengan jeda waktu tertentu, dan telah diberikan pertanyaan oleh penyidik untuk kebutuhan penyelidikan guna mengusut pamer jersey. Sodikin menjelaskan,ketiga terlapor diantaranya turut dilakukan beragam pertanyaan, seiring kebutuhan penyidik dari klarifikasi yang dipinta untuk hasil keterangan para terlapor.
“Ada yang sampai 31, ada yang 28, ada yang 30 gitu sesuai kebutuhan dari pertanyaan yang kami tanyakan,” paparnya.
Selain itu, pihaknya menyebut bahwa ketiga terlapor juga tidak menutup kemungkinan untuk adanya bantahan terkait pamer jersey. Sebab, menurut dia itu adalah hak mereka. “Kalo persoalan bantah, kan hak dia kan bgtu, kan nanti kita yang membuktikan. Apakah ini melanggar netralitas atau tidak, nanti berproses. Saya tidak bisa mengungkapkan isi dari klarifikasi hari ini,” pungkasnya. Sebelumnya diberitakan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bekasi mengumumkan telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga pihak terlapor buntut dugaan pelanggaran netralitas ASN Pemkot Bekasi yang memamerkan jersey nomor urut 2 di Stadion Patriot Chandrabhaga, pada Jumat (29/12/2023). [irp posts=”8244″ ] Komisioner Bawaslu Kota Bekasi Kordiv Penanganan Pelanggaran Data dan Informasi Muhammad Sodikin mengatakan bahwa pihaknya pada hari ini, telah melakukan klarifikasi terhadap Bank BJB dan 2 orang Camat yang terdiri dari Camat Jatiasih dan Camat Pondokgede.
“Kalau pengakuan kan di materi (menyoal apa-apa saja yang telah disampaikan terlapor), Materi ini kan tidak bisa saya ungkapkan karena ini masih berproses. Intinya kita menggali pertama itu adalah dibilang kronologi kejadiannya, atas dasar apa menghadiri hanya seputar itu,” ucap Sodikin saat ditemui di Gedung Bawaslu Kota Bekasi, Selasa (09/01/2024).
Kepada ketiga terlapor, kata dia, di antaranya turut dilakukan beragam pertanyaan seiring kebutuhan penyidik dari klarifikasi yang dipinta untuk hasil keterangan para terlapor. [irp posts=”8249″ ]
“Ada yang sampai 31 (pertanyaan), ada yang 28 (pertanyaan), ada yang 30 (pertanyaan), gitu sesuai kebutuhan dari pertanyaan yang kami tanyakan,” paparnya.
Selain itu, pihaknya menyebutkan bahwa ketiga terlapor juga tidak menutup kemungkinan untuk adanya bantaham terkait pamer jersey. Sebab, menurut dia itu adalah hak mereka.
“Kalo persoalan bantah, kan hak dia kan bgtu, kan nanti kita yang membuktikan. Apakah ini melanggar netralitas atau tidak, nanti berproses. Saya tidak bisa mengungkapkan isi dari klarifikasi hari ini,” pungkasnya.
[irp posts=”8246″ ] Namun demikian, berdasarkan penelusuran redaksi rakyatbekasi.com dari sejumlah foto yang beredar terdapat fakta yang menarik, sebagai berikut; Saat bertanding, para Camat menggunakan jersey dengan nomor berbeda dengan nomor punggung jersey yang dipamerkan. [irp posts=”8162″ ] Hal tersebut terlihat dari sejumlah camat tertangkap kamera mengenakan celana dengan nomor berbeda dengan Jersey bernomor punggung dua (2) yang sedang dipamerkannya saat berpose, berikut uraiannya:
  • Camat Mustikajaya Jaya Eko Setiawan yang mengenakan celana bernomor 15.
  • Camat Pondokgede Zainal Abidin Syah yang nampak memakai celana bernomor tujuh (7).
  • Camat Medansatria Widy Tiawarman yang celananya nampak seperti nomor empat (4).
  • Camat Bekasi Selatan Karya Sukmajaya yang tampak memakai celana bernomor 13.
  • Camat Bekasi Barat Gutus Hermawan Eka Permana terlihat mengenakan celana bernomor 24.
Dengan fakta tersebut, dapat diambil kesimpulan patut diduga jika para Camat dengan sengaja memamerkan Jersey bernomor punggung dua (2) yang disediakan oleh panitia ataupun protokol dengan maksud tertentu. [irp posts=”8164″ ] Kemudian jersey bernomor punggung dua yang dipamerkan para camat diduga kuat masih baru alias tidak dikenakan oleh mereka di dalam pertandingan antar kecamatan se-Kota Bekasi tersebut. Sebelumnya diberitakan, Kepala Cabang Bank Jabar Banten (BJB) Bekasi Bayu Novi Putra Utama, Camat Jatiasih Ashari dan Camat Pondokgede Zainal Abidin Syah memenuhi panggilan Bawaslu Kota Bekasi untuk dimintai keterangan menyoal dugaan pelanggaran netralitas ASN Pemkot Bekasi gegara pamer jersey nomor dua (2) seusai melakoni pertandingan sepakbola antar kecamatan di Stadion Patriot Chandrabhaga. Jumat (29/12/2023) lalu. [irp posts=”8246″ ]
“Kita sudah memenuhi panggilan untuk klarifikasi dari rekan rekan Bawaslu sekitar jam 10.10 WIB, Kita sudah mulai. Kita sudah sampaikan apa yang menjadi pertanyaan rekan rekan Bawaslu sudah kita klarifikasi, sudah kita sampaikan,” ucap Kepala Cabang BJB Bekasi, Bayu Novi Putra Utama seusai memenuhi panggilan Bawaslu untuk dimintai keterangan kepada rakyatbekasi.com, Selasa (09/01/2024).
Masih di tempat yang sama, Camat Jatiasih Ashari mengatakan bahwa pihaknya kurang lebih menerima sebanyak 31 pertanyaan yang ditanyakan oleh petugas buntut dugaan netralitas tersebut.
“Pertama memang pertanyaannya bercampur antara data pribadi dan materi, jumlahnya 31 pertanyaan. Tetapi memang secara materi pertanyaan, saya belum bisa mengungkapkan. Karena prinsip dasar ini merupakan dari klarifikasi yang dilakukan Bawaslu,” ucap Asharie usai memberikan keterangan di Gedung Bawaslu Kota Bekasi, Selasa (09/01/2024).
Sementara itu terakhir, Zainal Abidin mengaku dirinya dicecar 30 pertanyaan yang ditanyakan oleh pihak penyidik buntut pamer jersey nomor dua (2).
“Ya sudah dijelaskan ke rekan rekan Bawaslu, sesuai dengan pertanyaan yang disampaikan. Banyak lah pertanyaan, ada 30an,” ucap Zainal saat ditemui di Gedung Bawaslu Kota Bekasi, Selasa (09/01/2024).
Soal pamer jersey tersebut, Zainal mengaku tidak menyadari betul bahwa pamer Jersey menjadi viral.
“Tidak ada, kita tidak mengetahui terkait nomor yang kita ketahui hanya perlombaan persahabatan sepakbola disupport oleh Bank BJB, dan ketika membalikkan (Jersey) itu hanya menunjukkan nama masing-masing kecamatan,” jelasnya
[irp posts=”8244″ ] Selain itu, dirinya juga menjawab secara diplomatis, bahwa jersey yang ia terima berasal dari panitia pada saat jeda permainan sepakbola.
“Ada yang memberikan secara simbolis kita, terhadap panitia lah. Itu yang itu saya engga tahu (kenapa nomor 2), itu panitia. Kalo terkait nomor, saya sama sekali tidak mendetail soal nomor, engga ngerti sama sekali. Saya engga engeh, karena kondisi main bola. Kemudian jeda, simbolis, main bola lagi, jadi engga engeh,” paparnya.
(DAP)

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penataan Pasar Baru Bekasi: Wali Kota Tri Adhianto Kaji Eskalator dan Awning Rooftop demi Kenyamanan
Perpustakaan Modern Bekasi Dirombak, Target Beroperasi 2027
753 RW di Kota Bekasi Belum Cairkan Dana Hibah Rp100 Juta
Realisasi Lingkar RW Beken Melonjak, 267 RW Sudah Nikmati Dana Rp100 Juta
Pemkot Bekasi Prioritaskan Pembangunan Pos Damkar Bekasi Timur pada 2027
Kemarau Landa Kota Bekasi, Perumda Tirta Patriot Jamin Air Tak Mati Total
Wali Kota Bekasi Resmi Ambil Alih Aset Perumda Tirta Bhagasasi, Layanan Air Bersih Siap Ditingkatkan
Debit Kali Bekasi Susut, Wali Kota Tri Adhianto Imbau Warga Hemat Air
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:28 WIB

Penataan Pasar Baru Bekasi: Wali Kota Tri Adhianto Kaji Eskalator dan Awning Rooftop demi Kenyamanan

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:07 WIB

Perpustakaan Modern Bekasi Dirombak, Target Beroperasi 2027

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:14 WIB

753 RW di Kota Bekasi Belum Cairkan Dana Hibah Rp100 Juta

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:19 WIB

Realisasi Lingkar RW Beken Melonjak, 267 RW Sudah Nikmati Dana Rp100 Juta

Senin, 20 Juli 2026 - 15:37 WIB

Kemarau Landa Kota Bekasi, Perumda Tirta Patriot Jamin Air Tak Mati Total

Berita Terbaru

ARSITEK NEGARA: Suasana hiruk-pikuk aktivitas masyarakat dan lalu lintas di sekitar Jalan R.P. Soeroso, kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Jalan protokol bersejarah ini diabadikan untuk menghormati Pahlawan Nasional Raden Panji Soeroso, Wakil Ketua BPUPKI sekaligus Gubernur Jawa Tengah pertama yang meletakkan fondasi tangguh birokrasi pada masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan R.P. Soeroso: Sang Arsitek Kemerdekaan RI

Selasa, 21 Jul 2026 - 16:54 WIB

Sejumlah pekerja tengah menyelesaikan tahap konstruksi fisik proyek Gedung Perpustakaan Modern Kota Bekasi di Eks Gedung Dinas Kesehatan, Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (21/07/2026). Bangunan ini tengah melalui tahap re-desain agar lebih modern dan inklusif.

Bekasi

Perpustakaan Modern Bekasi Dirombak, Target Beroperasi 2027

Selasa, 21 Jul 2026 - 14:07 WIB

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi, Yudianto, saat memberikan keterangan terkait lonjakan realisasi pencairan dana hibah Program Lingkar RW Beken yang kini telah dinikmati oleh 267 RW di Kota Bekasi, Selasa (21/07/2026).

Bekasi

753 RW di Kota Bekasi Belum Cairkan Dana Hibah Rp100 Juta

Selasa, 21 Jul 2026 - 13:14 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x