Awas ‘Oleh-Oleh’ Malaria! Pemkot Bekasi Cegat Pemudik di Terminal

- Jurnalis

Senin, 30 Maret 2026 - 09:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah petugas medis dari Dinas Kesehatan Kota Bekasi bersiaga melakukan pemeriksaan tes deteksi dini Malaria kepada penumpang bus yang baru tiba di Terminal Induk Bekasi pada arus balik Lebaran 1447 Hijriah.

Sejumlah petugas medis dari Dinas Kesehatan Kota Bekasi bersiaga melakukan pemeriksaan tes deteksi dini Malaria kepada penumpang bus yang baru tiba di Terminal Induk Bekasi pada arus balik Lebaran 1447 Hijriah.

Poin Utama:

  • ​Antisipasi lonjakan kasus Malaria pasca-arus balik Lebaran 1447 Hijriah di wilayah Kota Bekasi.
  • ​Pemkot Bekasi menggelar screening kesehatan ketat di Terminal Induk Bekasi dan Terminal Kayuringin Jaya.
  • ​Sebanyak 16 Puskesmas dikerahkan untuk memeriksa pemudik yang datang dari Sumatera dan Bandara Soekarno-Hatta.
  • ​Pemeriksaan deteksi dini berlangsung secara maraton sejak 25 hingga 28 Maret 2026 lalu.

​Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bergerak cepat membendung potensi eksodus penyakit pasca-arus balik Lebaran 1447 Hijriah.

Ribuan penumpang yang baru tiba di Terminal Induk Bekasi dan Terminal Kayuringin Jaya langsung ‘dicegat’ untuk menjalani screening atau tes uji kesehatan yang ketat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah proaktif dan tajam ini diambil guna mendeteksi secara dini, sekaligus memutus mata rantai penyebaran penyakit Malaria yang sangat mungkin terbawa oleh para pemudik dari wilayah endemis.

​Mengapa Pemkot Bekasi Melakukan Screening Kesehatan Pasca Lebaran?

​Pemkot Bekasi tidak mau kecolongan dan sengaja memperketat pintu masuk kedatangan untuk memastikan tidak ada pemudik yang membawa ‘oleh-oleh’ penyakit berbahaya.

Tingginya mobilitas masyarakat selama arus mudik dan arus balik memiliki risiko besar terhadap transisi kasus Malaria dari daerah penyebaran utama ke wilayah perkotaan.

​”Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini kasus Malaria guna mencegah potensi penularan di wilayah Kota Bekasi,” kata Kepala Dinkes Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com dikutip Senin (30/03/2026).

​Di Mana Saja Lokasi Tes Kesehatan Pemudik di Kota Bekasi?

​Pelaksanaan tes kesehatan difokuskan pada dua simpul transportasi massal paling krusial, yakni Terminal Induk Bekasi yang masuk wilayah Kecamatan Bekasi Timur dan Terminal Kayuringin Jaya di Kecamatan Bekasi Selatan. Proses screening ini telah dieksekusi secara intensif sejak Rabu (25/03/2026) hingga Sabtu (28/03/2026).

​Untuk memastikan jaring pengamanan kesehatan ini berjalan optimal tanpa mengganggu arus penumpang, Dinkes menerjunkan puluhan tenaga medis tangguh dengan sistem penugasan berlapis:

  • ​Total 16 unit Puskesmas dilibatkan secara bergilir.
  • ​Dua tim Puskesmas bersiaga penuh di masing-masing terminal setiap harinya.
  • ​Fokus utama pemeriksaan ditujukan pada penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dari wilayah Sumatera, serta rute lanjutan dari Bandara Soekarno-Hatta.

“Dengan satu terminal terdapat dua puskemas yang bertugas secara bergiliran, di setiap harinya. Utamanya, untuk dari wilayah Sumatera dan Bandara Soekarno-Hatta,” jelasnya.

​Bagaimana Antisipasi Faskes Kota Bekasi Terhadap Ancaman Malaria?

​Kewaspadaan nyatanya tidak hanya berhenti pada operasi terminal. Seluruh jajaran Fasilitas Kesehatan (Faskes) dari tingkat kelurahan hingga rumah sakit daerah telah diinstruksikan bersiaga penuh.

Tim medis diwajibkan ekstra peka terhadap setiap pasien yang datang mengeluhkan indikasi klinis khas gigitan nyamuk Anopheles.

“Kami mengimbau kepada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan dini terhadap pasien dengan gejala yang mengarah pada Malaria,” imbuhnya.

​Deteksi dini di tingkat layanan masyarakat merupakan ujung tombak dalam pertahanan kesehatan warga. Peran aktif dari klinik swasta, Puskesmas, hingga rumah sakit rujukan dinilai sangat krusial dalam menekan angka kesakitan jika ada carrier Malaria yang lolos dari pantauan stasiun kedatangan transportasi umum.

“Oleh karena itu, diperlukan peran aktif dari fasilitas pelayanan kesehatan dalam melakukan deteksi dini dan penanganan kasus Malaria,” pungkas Satia.

​Tindakan preventif dari Pemkot Bekasi ini menunjukkan keseriusan agar perayaan Lebaran tidak berujung pada darurat kesehatan publik. Masyarakat juga diimbau tidak lengah, dan segera mendatangi Puskesmas terdekat apabila mengalami gejala demam akut usai melakukan perjalanan antarkota.

Jangan biarkan ancaman kesehatan mengintai orang terdekat Anda! Bagikan artikel ini agar kerabat dan tetangga di lingkungan RT/RW Anda tetap waspada, dan ikuti terus kebijakan Wali Kota Bekasi maupun kabar terkini hanya di RakyatBekasi.com.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Imbas Maut TPST Bantargebang, Pemkot Bekasi Kaji Risiko Longsor TPA Sumurbatu, Panik?
TPU Perwira Tersisa 3.000 M², Pemkot Bekasi Siapkan 30 Hektar Lahan Makam Baru di Bantargebang
Awas Cuaca Ekstrem! Ini Strategi Jitu Wali Kota Bekasi Hadapi Ancaman ‘Godzilla El Nino’ 2026
Bekasi Darurat Sampah? Wali Kota Tri Adhianto Mendadak Nyapu dan Tanam Pohon
Kucurkan Rp700 M, Bank BJB Janji Berantas Rumah Kumuh di Jawa Barat dan Bekasi!
Kreator Video Terancam Bui, Gekrafs Kota Bekasi Lawan Balik!
Pelayanan Publik Kota Bekasi Tembus 6 Besar Nasional, Tri Adhianto Bilang Begini
Dana Transfer Dipangkas Rp234 Miliar, Begini Strategi Darurat Pemkot Bekasi Selamatkan APBD 2026

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 17:43 WIB

Imbas Maut TPST Bantargebang, Pemkot Bekasi Kaji Risiko Longsor TPA Sumurbatu, Panik?

Selasa, 31 Maret 2026 - 17:00 WIB

TPU Perwira Tersisa 3.000 M², Pemkot Bekasi Siapkan 30 Hektar Lahan Makam Baru di Bantargebang

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:33 WIB

Awas Cuaca Ekstrem! Ini Strategi Jitu Wali Kota Bekasi Hadapi Ancaman ‘Godzilla El Nino’ 2026

Selasa, 31 Maret 2026 - 01:19 WIB

Kucurkan Rp700 M, Bank BJB Janji Berantas Rumah Kumuh di Jawa Barat dan Bekasi!

Senin, 30 Maret 2026 - 22:24 WIB

Kreator Video Terancam Bui, Gekrafs Kota Bekasi Lawan Balik!

Berita Terbaru

Mas Tri bersama ratusan pencinta sepeda ontel gowes bareng dari Bundaran Summarecon Bekasi hingga ke Lapangan Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Sabtu (09/06/2024).

Parlementaria

Jangan Cuma Kasih Wacana! Wali Kota Bekasi Ditantang Bike to Work

Selasa, 31 Mar 2026 - 13:06 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca