- Lonjakan Pendaftar: Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bekasi mencatat pendaftaran Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital di Kota Bekasi naik menjadi 47.000 Kepala Keluarga (KK) dari capaian sebelumnya sebesar 12.344 KK.
- Persentase & Target Besar: Angka tersebut baru menyentuh 5,72 persen dari total target pendataan di wilayah Kota Bekasi yang mencapai 833.000 KK.
- Daerah Percontohan Nasional: Kota Bekasi masuk dalam jajaran 153 kabupaten/kota daerah percontohan (piloting) tahap kedua program Perlinsos Digital setelah tahap pertama di 42 wilayah.
- Strategi Jemput Bola: Pemkot Bekasi bersama Wali Kota Bekasi dan Wakil Wali Kota Bekasi mengerahkan aparatur pemerintah, relawan, pengurus RT/RW, kader PKK, hingga Posyandu di seluruh kelurahan dan kecamatan untuk mempercepat aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) serta pendataan warga.
DINAS SOSIAL (DINSOS) KOTA BEKASI mencatat jumlah pendaftaran program Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital di wilayah Kota Bekasi meningkat menjadi 47.000 Kepala Keluarga (KK) pada Selasa (27/10/2026).
Meski melonjak signifikan dibandingkan catatan sebelumnya yang hanya 12.344 KK, capaian ini baru memenuhi 5,72 persen dari total target sebanyak 833.000 KK.
Guna mengejar ketertinggalan tersebut, Pemkot Bekasi kini menginstruksikan pengerahan aparatur hingga pengurus RT dan RW di seluruh kecamatan untuk mempercepat pendataan warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Progres Capaian Perlinsos Digital Kota Bekasi dan Tantangan Target Dinsos Kota Bekasi
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bekasi, Robert Siagian, mengungkapkan bahwa Kota Bekasi saat ini ditetapkan sebagai salah satu daerah percontohan (piloting) tahap kedua dalam implementasi Perlinsos Digital tingkat nasional.
Penetapan ini menuntut kesiapan basis data warga yang akurat di seluruh kelurahan dan kecamatan se-Kota Bekasi agar penyaluran bantuan tepat sasaran.
”Program tersebut menjadi bagian dari upaya pendataan masyarakat untuk mendukung penyelenggaraan perlindungan sosial,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bekasi, Robert Siagian kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Selasa (27/10/2026).
Mengapa Capaian Perlinsos Digital Kota Bekasi Masih Dinilai Kecil?
Capaian pendaftaran Perlinsos Digital Kota Bekasi yang menyentuh angka 47.000 KK dinilai masih relatif kecil karena baru mencakup 5,72 persen dari total populasi sasaran sebanyak 833.000 KK.
Sebagai daerah piloting tahap kedua bersama ratusan daerah lainnya di Indonesia, Pemkot Bekasi memikul beban target populasi yang jauh lebih padat dibandingkan daerah percontohan tahap awal.
”Kalau tahap satu ada 42 wilayah, nah kita bagian dari 153 kabupaten/kota. Tentunya kita punya target yang besar, di mana Kota Bekasi memiliki 833.000 Kartu Keluarga (KK). Hal ini menjadi tanggung jawab bersama agar semuanya bisa didaftarkan di Perlinsos,” jelasnya.
Berikut rincian data progres pendaftaran Perlinsos Digital yang dicatat oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bekasi:
- Capaian Awal: 12.344 KK
- Capaian Saat Ini (Per 27 Oktober 2026): 47.000 KK
- Total Target Kota Bekasi: 833.000 KK
- Persentase Realisasi: 5,72 persen
- Cakupan Wilayah Piloting Nasional: 42 wilayah (Tahap I) dan 153 kabupaten/kota (Tahap II, termasuk Kota Bekasi)
Bagaimana Strategi Pemkot Bekasi Mempercepat Pendaftaran Perlinsos Digital dan IKD?
Strategi Pemkot Bekasi dalam mempercepat pendaftaran Perlinsos Digital dilakukan dengan melibatkan kolaborasi lintas sektor mulai dari aparatur wilayah, relawan sosial, pengurus RT dan RW, kader PKK, hingga Posyandu.
Langkah masif ini krusial mengingat rentang gap antara realisasi saat ini dan target akhir masih menyisakan ratusan ribu keluarga yang belum terdata.
”Karena itu, percepatan pendaftaran masih menjadi pekerjaan yang perlu dilakukan secara bersama-sama,” katanya.
Pendampingan langsung di tingkat lingkungan RT dan RW sengaja diperkuat agar warga mendapatkan akses informasi sekaligus bantuan teknis pendaftaran.
Terlebih, tidak sedikit masyarakat di berbagai wilayah Kota Bekasi yang masih mengalami kendala literasi maupun perangkat saat berhadapan dengan sistem teknologi digital.
”Pak Wali Kota dan Pak Wakil terus menggiatkan hal ini, bahkan untuk IKD (Identitas Kependudukan Digital) terus didorong dari tingkat aparatur agar bisa menjadi agen, termasuk juga relawan, RT, RW, PKK, dan Posyandu,” imbuhnya.
Keberhasilan pendataan Perlinsos Digital dan aktivasi IKD ini diharapkan mampu menciptakan sistem jaring pengaman sosial yang transparan, terintegrasi, dan bebas dari tumpang tindih data penerima manfaat di Kota Bekasi.
Masyarakat diimbau untuk segera berkoordinasi dengan pengurus RT/RW atau petugas kelurahan setempat guna memastikan data keluarganya telah terdaftar secara resmi.
Bagaimana proses pendaftaran Perlinsos Digital dan IKD di lingkungan RT/RW Anda? Bagikan pengalaman Anda di kolom komentar, baca juga berita terbaru seputar layanan publik Pemkot Bekasi lainnya, dan jangan lupa ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan terpercaya setiap hari!
Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















