Poin Utama:
- Lokasi Aksi: Terpusat di Hutan Kota GOR Kota Bekasi, meluas hingga Terminal Induk Bekasi, serta serentak di tingkat Kecamatan dan Kelurahan.
- Fokus Kegiatan: Pembersihan area publik, edukasi konversi sampah menjadi energi, dan penanaman pohon hasil sumbangan warga.
- Target Waktu: Penanaman pohon ditargetkan rampung pada akhir April 2026, sebelum memasuki musim kemarau di bulan Mei.
- Solusi Jangka Panjang: Mendorong pembuatan biopori/buis beton di tingkat rumah tangga untuk menekan volume sampah yang dikirim ke TPA.
BEKASI – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2026 yang jatuh pada Selasa (31/03/2026), Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menggelar aksi nyata secara masif.
Bersama seluruh lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan unsur kewilayahan, Pemkot Bekasi turun langsung melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan secara serentak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Aksi kepedulian lingkungan ini tidak hanya berfokus pada pengangkutan sampah, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk menghijaukan kembali tata ruang kota menjelang pergantian musim.
Kolaborasi Lintas Sektor Ciptakan Bekasi Hijau
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, memimpin langsung jalannya kegiatan yang berpusat di Hutan Kota GOR Kota Bekasi.
Pada kesempatan tersebut, Mas Tri sapaan Karibnya, menyampaikan bahwa seluruh jajaran Pemerintah Daerah telah dikerahkan ke titik-titik pusat kota untuk memastikan kegiatan Kebersihan, Keindahan, dan Kenyamanan (K3) berjalan optimal.
”Kegiatan hari ini kita merayakan Hari Peduli Sampah Nasional, dan ini adalah bagian dari instruksi Bapak Presiden untuk mewujudkan Indonesia yang asri,” ujar Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di sela-sela kegiatan bersih-bersih di Hutan Kota GOR Kota Bekasi, Selasa (31/03/2026) pagi.
Tampak di lokasi, jajaran Aparatur Pemkot Bekasi beserta masyarakat bahu-membahu memegang alat kebersihan dan cangkul, menunjukkan komitmen nyata pemerintah yang tidak hanya sekadar memberikan imbauan, tetapi juga turun langsung ke lapangan.
Ubah Paradigma: Sampah Sebagai Solusi Energi Terbarukan
Lebih lanjut, Mas Tri menjelaskan bahwa peringatan ini harus menjadi ajang refleksi diri bagi seluruh elemen masyarakat.
Paradigma pengelolaan sampah, kata dia, perlu diubah melalui langkah-langkah progresif, bukan sekadar memindahkan masalah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
”Sampah tentu bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat. Apalagi, hari ini kita dihadapkan pada persoalan harga BBM yang fluktuatif. Ke depannya, konversi sampah menjadi energi listrik akan menjadi salah satu solusi cerdas yang bisa kita terapkan,” tegasnya.
Kegiatan pembersihan ini diharapkannya menjadi fondasi awal untuk mewujudkan Kota Bekasi yang lebih hijau, teduh, dan nyaman bagi para penghuninya.
Kebut Penanaman Pohon Sebelum Musim Kemarau
Selain membersihkan tumpukan sampah, Pemkot Bekasi juga mengoptimalkan momen ini dengan melakukan penanaman bibit pohon. Bibit-bibit tersebut merupakan hasil sumbangan warga masyarakat pada perayaan Hari Ulang Tahun Kota Bekasi beberapa waktu lalu.
”Hari ini aksi kita diimbangi dengan penanaman pohon. Kita targetkan sampai akhir April ini proses penanaman bisa diselesaikan seluruhnya, karena mulai Mei kita sudah mulai masuk musim kemarau,” tuturnya.
Langkah antisipatif ini dinilai krusial agar akar pohon memiliki waktu yang cukup untuk mengikat air dan tumbuh kuat sebelum curah hujan menurun drastis.
Gerakan Serentak Hingga ke Pelosok Kelurahan
Semarak Hari Peduli Sampah Nasional di Kota Bekasi tidak hanya terkonsentrasi di satu titik. Unsur Kecamatan hingga Kelurahan juga digerakkan untuk melaksanakan kegiatan serupa di wilayah masing-masing.
Rute pembersihan berskala besar bahkan menjangkau area strategis mulai dari Hutan Kota hingga ke arah Terminal Induk Bekasi.
Imbauan Pembuatan Biopori di Skala Rumah Tangga
Sebagai penutup, orang nomor satu di Kota Bekasi ini menekankan bahwa kunci keberhasilan pengelolaan lingkungan berada di tangan masyarakat. Kesadaran untuk memilah dan mengurangi sampah harus dimulai dari unit terkecil, yakni keluarga.
”Kesadaran mengurangi sampah itu dimulai dari rumah tangga. Harapannya, program pembuatan biopori dengan buis beton di masing-masing rumah tangga dapat segera diwujudkan. Ini akan sangat efektif mengurangi volume sampah organik yang biasa kita buang ke TPA,” pungkasnya.
Mari Wujudkan Bekasi yang Lebih Bersih dan Asri!
Bagaimana dengan lingkungan di sekitar Anda? Yuk, mulai langkah kecil hari ini dengan memilah sampah dari rumah dan membuat lubang biopori. Bagikan artikel ini untuk menyebarkan semangat Hari Peduli Sampah Nasional ke lebih banyak orang!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















