- Sejumlah aliran sungai di Kelurahan Harapan Mulya, Medansatria, Kota Bekasi, dilaporkan menghitam pekat dan berbau busuk selama sepekan terakhir.
- Warga Kampung Air mengeluhkan bau tak sedap dan khawatir keselamatan anak-anak yang biasa berenang di kali tersebut.
- Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menengarai penyebabnya adalah limbah industri dan domestik, serta meminta DLH memeriksa perusahaan lokal.
- Kepala DLH Kota Bekasi Kiswatiningsih menyebut pencemaran berasal dari wilayah Hulu (Kabupaten Bogor), dan Pemkot Bekasi tidak memiliki wewenang menindak di luar wilayah.
Sejumlah aliran Kali di Kota Bekasi ditemukan dalam kondisi memprihatinkan, menghitam pekat, dan mengeluarkan aroma tidak sedap sejak sepekan terakhir.
Fenomena mengkhawatirkan ini meresahkan warga sekitar, terutama yang tinggal di sepanjang Saluran Kali Irigasi Kampung Air, Jalan Pintu Air, dan Kali Pangeran Jayakarta, Kelurahan Harapan Mulya, Kecamatan Medansatria.
Meski dugaan kuat mengarah pada pencemaran limbah industri, penyebab pastinya belum terungkap.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wali Kota Respons Keluhan Kali Bekasi Tercemar di Medan Satria
Mengapa Warga Kampung Air Medan Satria Keluhkan Pencemaran Kali?
Warga Kampung Air, Kelurahan Harapan Mulya, Kecamatan Medan Satria, mengeluhkan kondisi air sungai yang berubah drastis menjadi hitam pekat dan berbau sepekan ini.
Kondisi ini membuat warga cemas, apalagi anak-anak setempat terbiasa mandi dan bermain di kali tersebut.
“Kalau bisa ditindaklanjuti, supaya air bersih. Ini semakin kesini semakin parah,” tegas Sahrul (52), salah seorang warga kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di lokasi, Selasa (04/08/2026).
Warga mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi segera menuntaskan persoalan ini agar lingkungan mereka kembali sehat dan tidak menyebarkan penyakit.
“Biasanya bening airnya. Dari limbah atau apa kan kita tidak tau. Dengan, seminggu ini sempat bening satu atau dua hari terkahir terus kotor lagi,” imbuh Sahrul.
Apa Faktor Utama Penyebab Sungai Menghitam di Kota Bekasi?
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menjelaskan bahwa pencemaran di aliran sungai bisa disebabkan oleh beberapa faktor, terutama faktor limbah domestik dan industri.
Tri menekankan pentingnya perhatian terhadap pengaruh sektor industri dalam pencemaran kali, terutama manakala dampaknya meluas hingga ke Kali Bekasi.
”Saya sudah minta kepada LH untuk turun, masih adakah perusahaan-perusahaan yang berada di Kota Bekasi untuk mereka masih membuang limbah tanpa menggunakan IPAL,” ujar Tri Adhianto.

Pemkot Bekasi berkomitmen untuk menindak perusahaan di wilayahnya, sembari mengupayakan koordinasi lintas wilayah untuk menangani sumber pencemaran di area hulu.
Bagaimana Respons DLH Kota Bekasi Terkait Pencemaran Sungai Berulang Ini?
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Kiswatiningsih mengaku kesulitan menindak pelaku pencemaran karena sumber utama sering kali berasal dari wilayah Kabupaten Bogor (Hulu).
Masalah pencemaran ini merupakan isu tahunan yang kerap terulang, terutama saat memasuki musim kemarau, dan berulangkali terjadi koordinasi yang belum sepenuhnya efektif antar pemerintah daerah.
”Kita tidak memiliki kewenangan untuk menindak di wilayah Bogor. Oleh karena itu, kewenangannya ditarik ke tingkat provinsi dan nasional. Saya telah mengirimkan surat ke tingkat provinsi dan nasional,” kata Kepala DLH Kota Bekasi Kiswatiningsih.
DLH Kota Bekasi kini sedang mempertimbangkan opsi-opsi solusi di luar instansi provinsi dan kementerian, serta berkomunikasi dengan pihak swasta terkait bukti pembuangan limbah IPAL langsung ke sungai.
Tragedi lingkungan yang terus berulang ini menuntut ketegasan dari berbagai pihak terkait. Pemkot Bekasi berharap agar solusi lintas wilayah segera ditemukan, demi pemulihan ekosistem sungai dan kesehatan masyarakat terdampak.
Tetap perbarui informasi terkini mengenai kondisi lingkungan dan kebijakan publik di Bekasi hanya di RakyatBekasi.Com. Bagikan artikel ini untuk meningkatkan kepedulian bersama terhadap sungai kita.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







