DBMSDA Siagakan 300 Pompa Air Hadapi Anomali Cuaca di Kota Bekasi

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala DBMSDA Kota Bekasi Idi Susanto.

Kepala DBMSDA Kota Bekasi Idi Susanto.

​Poin Utama:

  • ​Total Armada: Sebanyak 300 unit pompa air (statis dan mobile) disiagakan oleh DBMSDA Kota Bekasi di seluruh titik rawan banjir.
  • ​Koordinasi Pusat: Pemkot Bekasi menggandeng BBWSCC untuk penambahan pompa mobile di lokasi krusial seperti kawasan IKIP (Jatibening).
  • ​Respon Cepat: Tim teknis dan “Unit Reaksi Cepat” disiapkan 24 jam untuk menangani genangan jalan dan kerusakan mesin pompa.
  • ​Status Terkini: Seluruh pompa di polder-polder utama dalam kondisi prima pasca perbaikan dan pemeliharaan rutin sejak enam bulan terakhir.

​Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) menyiagakan total 300 unit pompa air yang tersebar di berbagai wilayah kecamatan.

Langkah strategis ini diambil sebagai respons cepat mengantisipasi potensi banjir kiriman dan genangan akibat anomali cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kota Bekasi, Jumat (30/01/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Bagaimana Kondisi Pompa Air di Kota Bekasi Saat Ini?

Kepala DBMSDA Kota Bekasi, Idi Sutanto, memastikan seluruh infrastruktur pengendali banjir dalam kondisi operasional penuh.

Fokus utama penempatan pompa berada di area polder yang menjadi tampungan air dari permukiman warga sebelum dialirkan ke sungai.

​”Total pompa di Kota Bekasi ada sekitar 300-an unit dan semuanya sudah disiagakan. Pompa yang kondisinya kurang baik langsung kami perbaiki, dan saat ini di setiap polder sudah tersedia pompa siaga,” kata Idi Sutanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulisnya, Jumat (30/01/2026).

​Idi menjelaskan bahwa kesiagaan ini ditingkatkan menyusul banjir yang sempat melanda beberapa titik pada Kamis (29/01) akibat kiriman air dari hulu (Bogor). Wilayah yang dilintasi Kali Bekasi, seperti Jatiasih, Rawalumbu, hingga Bantargebang, menjadi prioritas pengawasan tinggi.

​Apa Strategi Pemkot Bekasi Mengatasi Titik Rawan Banjir?

DBMSDA tidak bekerja sendirian dalam menangani potensi bencana hidrometeorologi ini. Koordinasi intensif dilakukan bersama Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), terutama untuk titik-titik krusial yang membutuhkan daya sedot air ekstra besar.

​Langkah konkret yang dilakukan meliputi:

  • ​Penurunan teknisi langsung ke lapangan untuk memonitor debit air.
  • ​Penambahan unit pompa mobile bantuan dari BBWSCC.
  • ​Fokus penanganan di area cekungan rawan seperti kawasan IKIP (Kecamatan Pondokgede) yang kerap mengalami genangan tinggi.

​”Untuk lokasi yang sifatnya urgent, kalau masih kurang, kita bisa minta tambahan lagi,” jelas Idi, seraya menambahkan bahwa Kepala BBWSCC telah meninjau langsung Bendung Bekasi untuk memastikan sistem pengendalian air berjalan optimal.

​Bagaimana Penanganan Genangan di Ruas Jalan Raya?

Selain ancaman banjir luapan sungai, keluhan masyarakat terkait genangan air di ruas jalan protokol juga menjadi sorotan.

Idi mengakui adanya laporan terkait genangan yang cukup tinggi di beberapa akses jalan yang mengganggu mobilitas warga.

​Menanggapi hal tersebut, DBMSDA mengerahkan tim unit reaksi cepat untuk menangani sumbatan drainase seketika hujan reda.

“Keluhan kemarin justru banyak terkait genangan di jalan. Tapi untuk pompa dan sistem pengendalian air relatif aman. Setiap ada genangan, petugas langsung turun ke lokasi,” tegasnya.

​Meski curah hujan tercatat cukup tinggi dalam sepekan terakhir, Idi mengklaim situasi secara umum masih terkendali berkat pemeliharaan sistem yang telah dilakukan sejak enam bulan lalu.

​Pemkot Bekasi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang mendadak dan tidak membuang sampah ke saluran air yang dapat menghambat kinerja pompa.

​Warga Kota Bekasi yang menemukan kendala drainase atau genangan air yang tak kunjung surut dapat segera melaporkannya melalui layanan pengaduan Pemkot Bekasi atau media sosial resmi DBMSDA.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pusaran Korupsi PT Migas Meluas: Kejagung RI Cecar Saksi dari Foster Oil hingga PT SP Dua Hari Beruntun
Menakar Kursi Pendamping Asep Surya Atmadja: Ini Syarat Calon Wakil Bupati Bekasi agar Tak Ada ‘Dusta’ di Pemerintahan
Waspada Sindikat Loker Bodong di Kota Bekasi, BPKN-RI Buka Posko Pengaduan Korban
PKS TPST Bantargebang Berakhir 26 Oktober, Pemkot Bekasi Tuntut Kompensasi DKI Tetap Rp362 Miliar
Desain Awal Dinilai Rumit, Disperkimtan Kota Bekasi Kaji Ulang Lokasi Gedung Parkir Pemkot Bekasi 9 Lantai
Darurat Lahan Parkir di Pusat Pemerintahan, Wali Kota Bekasi Kaji Pembangunan Gedung Parkir 9 Lantai
​Layani 2.000 Komuter Tanpa Atap, Halte Transjakarta B41 Jatiasih Akhirnya Dibangun Oktober Ini via CSR Bank BJB
Loker Palsu di Bekasi Kembali Beroperasi, GMNI Semprot Disnaker dan Sebut Komitmen KDM Hanya Konten Belaka
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Pusaran Korupsi PT Migas Meluas: Kejagung RI Cecar Saksi dari Foster Oil hingga PT SP Dua Hari Beruntun

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Menakar Kursi Pendamping Asep Surya Atmadja: Ini Syarat Calon Wakil Bupati Bekasi agar Tak Ada ‘Dusta’ di Pemerintahan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:51 WIB

Waspada Sindikat Loker Bodong di Kota Bekasi, BPKN-RI Buka Posko Pengaduan Korban

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Desain Awal Dinilai Rumit, Disperkimtan Kota Bekasi Kaji Ulang Lokasi Gedung Parkir Pemkot Bekasi 9 Lantai

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Darurat Lahan Parkir di Pusat Pemerintahan, Wali Kota Bekasi Kaji Pembangunan Gedung Parkir 9 Lantai

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x