Dibanderol hingga Rp1,5 Juta, Dewan Madong: Koperasi Dilarang Paksa Orang tua Beli Paket Seragam Sekolah

- Jurnalis

Kamis, 10 Juli 2025 - 09:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi asal Fraksi PKB, Ahmadi.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi asal Fraksi PKB, Ahmadi.

Polemik Harga Seragam Sekolah di Bekasi: Anggota DPRD Kota Bekasi Soroti Praktik Tak Wajar

Menjelang tahun ajaran baru, kekhawatiran orang tua siswa di Kota Bekasi meningkat akibat tingginya harga seragam sekolah yang dijual melalui koperasi. Di wilayah Jatiasih, sejumlah paket seragam dilaporkan dibanderol hingga Rp1,5 juta, memicu keluhan masyarakat.

Ahmadi, anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKB, menegaskan perlunya intervensi dari Dinas Pendidikan (Disdik) untuk mengatur batas harga melalui regulasi resmi.

Ia mengecam dugaan praktik pemaksaan pembelian oleh koperasi sekolah yang mewajibkan orang tua membeli seluruh item dalam satu paket, tanpa opsi pembelian terpisah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Harusnya Disdik buat regulasi dan standarisasi harga yang jelas. Jangan sampai kedok koperasi jadi alat pemaksaan bagi orang tua murid,” tegas Ahmadi kepada rakyatbekasi.com saat dikonfirmasi, Kamis (10/07/2025).

Item Seragam yang Dinilai Memberatkan

Menurut temuan Ahmadi, beberapa koperasi sekolah menjual item-item seperti:

  • Dasi sekolah
  • Kaos kaki
  • Bet kelas
  • Ikat pinggang
  • Seragam utama (olahraga, batik, jas, dan lainnya)

Seluruh paket dijual sekaligus, dan orang tua tidak diberikan pilihan untuk membeli di luar koperasi, meski kualitas dan harga di pasar umum lebih bersaing.

“Kalau barangnya tersedia di umum dan orang tua merasa keberatan, koperasi tidak boleh memaksakan pembelian,” tambahnya.

Lemahnya Pengawasan Disdik Kota Bekasi

Ahmadi juga menyoroti lemahnya pengawasan Disdik Kota Bekasi dalam mengendalikan mekanisme penjualan seragam di sekolah-sekolah. Ia menyayangkan bahwa Disdik hanya memberikan imbauan tanpa regulasi tertulis yang mengikat.

“Regulasinya belum ada. Disdik bilang dikembalikan ke masing-masing koperasi. Ini tidak bisa dibiarkan. Harus ada batas harga dan sanksi bagi pelanggaran,” jelasnya.

Respons Disdik: Koperasi Sekolah Diizinkan Menjual Seragam dengan Misi Sosial

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Alexander Zulkarnain, menanggapi isu tersebut dengan menegaskan bahwa hanya koperasi sekolah yang diperbolehkan menjual seragam.

Penjualan oleh guru atau pihak sekolah secara langsung tidak dibenarkan dan akan dikenai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Koperasi adalah badan usaha, berbeda dengan sekolah. Mereka boleh menjual seragam asal tidak memaksa dan menjunjung misi sosial,” ujar Alexander kepada rakyatbekasi.com saat ditemui di Gedung DPRD, Senin (07/07/2025).

Disdik juga telah berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan UKM agar penjualan seragam oleh koperasi tidak dilakukan secara sepihak atau dengan harga terlalu tinggi.

Ia menambahkan bahwa sistem pembayaran yang fleksibel, seperti cicilan, merupakan bagian dari solusi sosial agar tidak memberatkan keluarga.

“Kalau orang tua hanya sanggup bayar dicicil selama enam bulan, ya tidak apa-apa. Intinya jangan ada unsur pemaksaan,” jelasnya.

Laporkan Praktik Penjualan Seragam yang Tidak Wajar

Disdik Bekasi membuka kanal pengaduan bagi masyarakat yang menemukan indikasi penjualan seragam sekolah oleh pihak yang tidak berwenang atau adanya pemaksaan dari koperasi. Alexander mengimbau agar masyarakat segera melapor.

“Laporkan saja ke Disdik. Jika terbukti melanggar, pasti ada sanksinya. Guru tidak boleh menjual seragam sekolah,” pungkasnya.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gebrakan Siswa Sekolah Rakyat Kota Bekasi Rakit Perahu Elektrik hingga Lukisan Daur Ulang Bikin Mensos Gus Ipul Terpukau
​Tolak Usulan Wali Kota Bekasi Tutup Ponpes, Yusril Nager: Tindak Tegas Pelakunya, Bukan Lembaganya!
Kadin Kota Bekasi Jajaki Kerja Sama Bulog Karawang Demi Stabilkan Harga Sembako
​GMNI Semprot Disnaker Kota Bekasi: Ragu Tindak PT Bodong Penipuan Loker di Jalan Cut Mutia, Tunggu Korban Bertambah?
Wali Kota Bekasi Boyong Donasi Warga Rp2,1 Miliar Bangun RS Rumah Kasih di Manggarai Timur NTT
Disorot Tajam Soal Agenda Jalan-Jalan ke Bogor, Kasatpol PP Kota Bekasi Klaim Pakai Uang Pribadi untuk Pembinaan Anggota
Terseret Arus Sejauh 2 Kilometer: Pria Diduga Anggota BNPT yang Lompat ke Kalimalang Bekasi Ditemukan Meninggal Dunia
Abai Tertibkan Prostitusi Panti Pijat ‘Be Glow’, 190 Personel Satpol PP Kota Bekasi Malah Touring ke Bogor
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:36 WIB

Gebrakan Siswa Sekolah Rakyat Kota Bekasi Rakit Perahu Elektrik hingga Lukisan Daur Ulang Bikin Mensos Gus Ipul Terpukau

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:04 WIB

​Tolak Usulan Wali Kota Bekasi Tutup Ponpes, Yusril Nager: Tindak Tegas Pelakunya, Bukan Lembaganya!

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:53 WIB

Kadin Kota Bekasi Jajaki Kerja Sama Bulog Karawang Demi Stabilkan Harga Sembako

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:53 WIB

​GMNI Semprot Disnaker Kota Bekasi: Ragu Tindak PT Bodong Penipuan Loker di Jalan Cut Mutia, Tunggu Korban Bertambah?

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Disorot Tajam Soal Agenda Jalan-Jalan ke Bogor, Kasatpol PP Kota Bekasi Klaim Pakai Uang Pribadi untuk Pembinaan Anggota

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x