Disdik Pastikan Korban Kekerasan Seksual di SMPN 13 Tetap Terima Hak Pendidikan Penuh

- Jurnalis

Jumat, 29 Agustus 2025 - 10:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi memastikan bahwa korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh oknum guru di SMPN 13 Kota Bekasi akan tetap mendapatkan hak pendidikan penuh. Fokus utama saat ini adalah pemulihan psikologis korban melalui pendampingan intensif dari berbagai pihak.

Kasus ini mencuat setelah seorang guru olahraga berinisial J diduga melakukan kekerasan seksual terhadap salah satu siswinya.

Guna memastikan hak korban tetap terlindungi, Disdik Kota Bekasi berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) serta Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Perlindungan Korban Menjadi Prioritas Utama

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Alexander Zulkarnain, menyatakan bahwa pemikiran utama saat ini adalah kelanjutan pendidikan bagi korban.

“Yang jadi pemikiran kita sekarang bagaimana pendidikan berikutnya untuk si korban. Saya yakin banget korban sudah tidak nyaman,” ujar Alexander saat ditemui di kantornya pada Kamis, (28/08/2025).

Ia menambahkan bahwa koordinasi intensif sedang dilakukan dengan orang tua korban, yang saat ini duduk di bangku kelas 9.

Pertemuan ini bertujuan untuk mencari solusi terbaik agar korban dapat menyelesaikan pendidikannya tanpa mengalami tekanan atau perundungan tambahan dari lingkungan sekolah.

“Anaknya tidak boleh putus sekolah, karena wajib bersekolah,” tegas Alexander.

​Upaya Pemulihan Psikologis dan Pencegahan Perundungan

​Alexander mengakui bahwa penanganan kasus ini sangat dilematis, karena membutuhkan pendekatan yang hati-hati untuk melindungi psikis korban. “Saya juga bukan ahli psikologis,” katanya. Oleh karena itu, Disdik secara aktif melibatkan DP3A dan KPAD yang memiliki keahlian dalam perlindungan anak.

Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan solusi konkret untuk memastikan korban tidak hanya mendapatkan akses pendidikan, tetapi juga dukungan psikologis yang memadai.

Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam melindungi hak-hak anak dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.

​Tindakan Lanjutan dan Keterlibatan Keluarga

​Ke depannya, Disdik Kota Bekasi akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan setiap langkah yang diambil mengutamakan kepentingan terbaik bagi korban. Keterlibatan orang tua dan keluarga juga menjadi kunci dalam proses pemulihan. “Mudah-mudahan dengan tukar pikiran, diskusi dengan kepedulian bersama dengan mereka (DP3A dan KPAD), ada solusinya. Sudah pasti orang tuanya kita libatkan,” papar Alexander.

​Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak sekolah untuk memperkuat pengawasan dan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan suportif bagi semua siswa.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APBD Kota Bekasi 2027 Diproyeksi Turun jadi Rp6,5 Triliun, Ini Penyebabnya
Diduga Ada Pencemaran Limbah dari Hulu Bogor, Aliran Kali Bekasi Hitam Pekat
Normalisasi Kali Bekasi Berlanjut November 2026 untuk Cegah Banjir
Tumpukan Sampah di Terminal Bekasi Picu Bau Busuk, DLH Janji Angkut Hari Ini
Tembus 1,9 Juta, KPU Kota Bekasi Rilis Data Pemilih 2026
Tolak Daud Husin, Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi Ancam Mogok Kerja
Ngeri! Sepanjang 2026 Disdamkarmat Bekasi Evakuasi 509 Ular dari Permukiman Warga
Perbaikan Jalan Ir H Juanda Capai 60%, Kapan Rampung Total?
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:16 WIB

APBD Kota Bekasi 2027 Diproyeksi Turun jadi Rp6,5 Triliun, Ini Penyebabnya

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:08 WIB

Diduga Ada Pencemaran Limbah dari Hulu Bogor, Aliran Kali Bekasi Hitam Pekat

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:50 WIB

Normalisasi Kali Bekasi Berlanjut November 2026 untuk Cegah Banjir

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:41 WIB

Tembus 1,9 Juta, KPU Kota Bekasi Rilis Data Pemilih 2026

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:09 WIB

Tolak Daud Husin, Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi Ancam Mogok Kerja

Berita Terbaru

SANG GUBERNUR PERTAMA: Suasana lalu lintas dan rindangnya pepohonan di sepanjang Jalan Sam Ratulangi, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (23/07/2026). Jalan protokol bersejarah ini diabadikan untuk menghormati Pahlawan Nasional Dr. G.S.S.J. Ratulangi, doktor matematika lulusan Swiss sekaligus Gubernur Sulawesi pertama yang merumuskan UUD 1945 dan mewariskan falsafah luhur

Ekstra

Sejarah Jalan Sam Ratulangi: Sang Doktor Jenius dari Timur

Kamis, 23 Jul 2026 - 12:45 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x