- Lokasi Terdampak: Simpang Jalan Cut Mutia menuju Jalan Sersan Aswan, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur.
- Penyebab Kerusakan: Dinding bagian bawah saluran drainase (culvert) amblas akibat gerusan debit air yang tinggi.
- Target Pengerjaan: Proses perbaikan memakan waktu sepekan, terhitung mulai 6 hingga 13 Oktober 2026.
- Pihak Pelaksana: Dikerjakan langsung oleh Badan Pengelola Jalan Nasional (BPJN) Kementerian Pekerjaan Umum.
ARUS LALU LINTAS di kawasan Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, berpotensi mengalami kepadatan akibat proyek infrastruktur. Hal ini menyusul adanya pekerjaan perbaikan saluran drainase (culvert) yang amblas tepat di Simpang Jalan Cut Mutia menuju Jalan Sersan Aswan.
Merespons kondisi tersebut, Badan Pengelola Jalan Nasional (BPJN) Kementerian Pekerjaan Umum langsung turun tangan melakukan penanganan kedaruratan.
Target perbaikan ruas jalan nasional ini dijadwalkan memakan waktu satu pekan, mulai dari tanggal 6 hingga 13 Oktober 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemkot Bekasi Pastikan Perbaikan Jalan Sersan Aswan Berjalan Maksimal
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, memastikan bahwa tim teknis sudah berada di lapangan. Pemkot Bekasi terus melakukan pemantauan meski wewenang perbaikan ada di tingkat pusat.
”Ini sedang dikerjakan. Dengan pekerjaan tersebut dilakukan oleh Kementerian PU. Karena status Jalan Serswan Aswan adalah Jalan Nasional dan langsung dilakukan proses penanganan oleh pihak BPJN,” kata Idi Sutanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Kamis (08/10/2026).
Mengapa Drainase Simpang Cut Mutia–Sersan Aswan Bisa Amblas?
Kerusakan pada infrastruktur jalan ini murni terjadi akibat faktor alam dan aliran air tanah yang terus-menerus menggerus konstruksi.
Dinding bagian bawah saluran air tergerus secara masif sehingga tidak mampu lagi menahan beban jalan, yang pada akhirnya memicu amblasnya aspal di permukaan atas.
Kondisi tersebut sangat membahayakan pengguna jalan, terutama kendaraan bertonase berat yang kerap melintasi jalur sibuk di wilayah Kecamatan Bekasi Timur tersebut. Oleh karena itu, penanganan cepat menjadi prioritas utama.
Bagaimana Metode Perbaikan Culvert yang Dilakukan BPJN?
Proses perbaikan difokuskan pada penguatan struktur dasar gorong-gorong terlebih dahulu sebelum dilakukan penutupan atau pengaspalan ulang. Hal ini krusial agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
”Karena dinding bawahnya pada saluran drainase jalan amblas, Karena gerusan air. Dan ini yang tengah dilakukan proses perbaikan dindingnya dulu, infonya pake material mortar busa, dan waktunya mudah-mudahan secara pekerjaan akan memakan waktu selama sepekan,” kata Ridwan Muarief selaku Sub Koordinator Pemeliharaan Jalan DBMSDA Kota Bekasi kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Kamis (08/10/2026).
Penggunaan material mortar busa dinilai lebih efektif dan efisien untuk menutupi rongga akibat gerusan air. Material ini memiliki daya tahan yang baik serta mempercepat proses pemadatan di area saluran drainase.
Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk selalu berhati-hati dan mencari jalur alternatif selama pengerjaan berlangsung guna menghindari penumpukan kendaraan.
Pemkot Bekasi melalui DBMSDA akan terus berkoordinasi secara intensif dengan BPJN agar perbaikan infrastruktur vital ini rampung tepat waktu.
Dapatkan informasi terbaru seputar pembangunan, kebijakan publik, dan dinamika politik di Kota maupun Kabupaten Bekasi. Jangan lupa ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi di [follow WhatsApp Channel RakyatBekasi ] agar selalu update dengan berita terkini dan terpercaya!
Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















