Harga Cabai di Bekasi Tembus Rp 120 Ribu, Disdagperin Ungkap Pemicunya

- Jurnalis

Minggu, 14 Desember 2025 - 12:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi mencatat adanya lonjakan signifikan pada harga komoditas pangan, khususnya Cabai Rawit Merah dan Cabai Merah Keriting.

Menjelang akhir tahun 2025, harga cabai di sejumlah pasar tradisional Kota Bekasi dilaporkan menyentuh angka yang fantastis, yakni mencapai Rp 120.000 per kilogram.

​Kenaikan harga ini tidak hanya disebabkan oleh satu faktor tunggal. Kombinasi antara cuaca ekstrem, tingginya permintaan pasar, hingga kendala distribusi dari wilayah pemasok menjadi alasan utama di balik pedasnya harga cabai saat ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Lonjakan Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Tradisional

​Berdasarkan pemantauan lapangan di sebelas pasar tradisional yang tersebar di Kota Bekasi, tren kenaikan harga bahan pokok mulai terasa signifikan pada pertengahan Desember ini.

Analis Perdagangan pada Disdagperin Kota Bekasi, Eko Wijatmiko, mengonfirmasi bahwa komoditas yang paling terdampak adalah jenis cabai.

Variasi harga yang terjadi di tingkat pedagang sangat bergantung pada rantai distribusi yang mereka gunakan.

​”Kenaikannya bervariatif. Untuk Cabai Rawit Merah, kisaran harganya mulai dari Rp 70.000 sampai dengan Rp 120.000 per kilogramnya,” ungkap Eko dalam keterangan resminya, Minggu (14/12/2025).

​Menurut Eko, perbedaan harga di setiap pasar terjadi karena pola pembelian pedagang yang berbeda. Sebagian pedagang masih bisa mendapatkan harga lebih miring karena membeli langsung di agen besar, sementara yang lain membeli secara eceran atau melalui tengkulak, yang membuat harga jual ke konsumen menjadi lebih tinggi.

​Faktor Cuaca dan Peralihan Tanam Petani

​Salah satu pemicu utama kelangkaan pasokan adalah faktor cuaca yang tidak menentu. Kondisi ini memaksa para petani di wilayah pemasok untuk mengubah strategi tanam mereka demi menghindari kerugian akibat gagal panen atau pembusukan.

​Banyak petani yang sebelumnya menanam Cabai Rawit Merah kini beralih ke komoditas yang lebih tahan banting, seperti Cabai Rawit Hijau.

​”Kenaikan harga bahan pokok ini turut dipicu adanya kelangkaan dari wilayah pemasok. Petani beralih menanam bahan pokok yang lebih mudah perawatannya dan tidak gampang busuk,” jelas Eko.

​Selain itu, biaya ongkos kirim (distribusi) dari daerah penghasil ke Kota Bekasi juga mengalami penyesuaian, yang akhirnya dibebankan pada harga jual akhir di pasar.

​Budaya Konsumen dan Permintaan Akhir Tahun

​Selain faktor suplai, sisi permintaan (demand) juga memegang peranan penting. Eko menyoroti bahwa masyarakat Kota Bekasi, dan Indonesia pada umumnya, masih sangat bergantung pada penggunaan cabai segar. Belum banyak masyarakat yang beralih ke alternatif lain seperti cabai kering atau bubuk cabai.

​”Masyarakat Kota Bekasi khususnya, masih belum bisa berpindah secara peralihan kebutuhan bahan baku dapur, seperti dari cabai segar ke cabai kering. Jadinya kita agak riskan juga,” tuturnya.

​Situasi ini diperparah dengan momentum akhir tahun di mana permintaan bahan pokok biasanya meningkat tajam untuk kebutuhan perayaan Natal dan Tahun Baru.

​”Mendukung waktu akhir tahun juga turut berpengaruh. Permintaan semakin tinggi, sementara bahan mengalami kelangkaan, itu yang membuat bahan pokok menjadi mahal,” pungkas Eko.

​Data PIHPS: Tren Kenaikan di Pasar Kranji dan Pondok Gede

​Senada dengan data Disdagperin, laporan dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional juga menunjukkan grafik kenaikan.

​Per tanggal Minggu (14/12/2025), harga Cabai Rawit Merah di Pasar Kranji dan Pasar Pondok Gede tercatat tembus di angka Rp 90.000 per kilogram. Angka ini naik dari pemantauan sebelumnya pada (04/12/2025) yang masih berada di level Rp 85.000 per kilogram.

​Sementara itu, untuk komoditas Cabai Merah Keriting, harga rata-rata saat ini berkisar di angka Rp 67.000 per kilogram.

​Apakah Anda merasakan dampak kenaikan harga cabai ini saat berbelanja di pasar? Bagikan pengalaman Anda di kolom komentar!


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KADIN Fest Bekasi 2027 Siap Boyong Slank hingga Tipe-X ke Harapan Indah
​Hari Santri 2026: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tekankan Pengawasan Ketat dan Keteladanan di Lingkungan Pesantren
Tertibkan Fasilitas Mangkrak, Dishub Kota Bekasi Prioritaskan Halte Jalur Trans Patriot dan Bongkar Halte Sepi
Bos Summarecon Terjaring OTT KPK, Nasib Proyek Sky Train Bekasi dan TOD Rp 78 Miliar Tetap Jalan!
Realisasi Gedung Parkir Pemkot Bekasi 9 Lantai Masih Menggantung di ABT 2027
Pusaran Korupsi PT Migas Meluas: Kejagung RI Cecar Saksi dari Foster Oil hingga PT SP Dua Hari Beruntun
Menakar Kursi Pendamping Asep Surya Atmadja: Ini Syarat Calon Wakil Bupati Bekasi agar Tak Ada ‘Dusta’ di Pemerintahan
Waspada Sindikat Loker Bodong di Kota Bekasi, BPKN-RI Buka Posko Pengaduan Korban
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:14 WIB

KADIN Fest Bekasi 2027 Siap Boyong Slank hingga Tipe-X ke Harapan Indah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:25 WIB

​Hari Santri 2026: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tekankan Pengawasan Ketat dan Keteladanan di Lingkungan Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Tertibkan Fasilitas Mangkrak, Dishub Kota Bekasi Prioritaskan Halte Jalur Trans Patriot dan Bongkar Halte Sepi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:19 WIB

Bos Summarecon Terjaring OTT KPK, Nasib Proyek Sky Train Bekasi dan TOD Rp 78 Miliar Tetap Jalan!

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Pusaran Korupsi PT Migas Meluas: Kejagung RI Cecar Saksi dari Foster Oil hingga PT SP Dua Hari Beruntun

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x