KPU Kota Bekasi Tunggu Regulasi Baru Pascaputusan MK soal Pemisahan Pemilu dan Pilkada

- Jurnalis

Jumat, 4 Juli 2025 - 09:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Mahkamah Konstitusi.

Gedung Mahkamah Konstitusi.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi tengah menanti kebijakan lanjutan dari Pemerintah Pusat menyusul Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 135/PUU-XXII/2024 yang memutuskan pemisahan jadwal Pemilu nasional dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Keputusan tersebut dinilai berpotensi mengubah skema keserentakan pemilu yang sebelumnya diterapkan dalam satu tahun politik.

Ketua KPU Kota Bekasi, Ali Syaifa, menyebut bahwa hingga saat ini pihaknya masih menunggu rumusan hukum dan teknis pelaksanaan yang akan ditetapkan oleh legislatif dan eksekutif, serta regulasi turunannya dari KPU RI.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“KPU Kota Bekasi sebagai penyelenggara pemilu di daerah menanti kejelasan norma tersebut untuk dituangkan dalam UU Pemilu dan Pilkada baru, dan teknis aplikatifnya yang nanti akan dikeluarkan oleh KPU RI,” ujar Ali saat dikonfirmasi RakyatBekasi.com, Kamis (03/07/2025) malam.

Refleksi dari Pemilu dan Pilkada 2024: Kesiapan dan Partisipasi

Ali mengakui bahwa selama Pemilu dan Pilkada 2024 lalu, KPU telah melaksanakan amanat undang-undang dengan penuh tanggung jawab meski menghadapi sejumlah tantangan teknis di lapangan. Pelaksanaan dua agenda besar dalam tahun yang sama memaksa penyelenggara bekerja lebih keras.

“Pilkada serentak dan Pemilu 2024 sudah kita antisipasi sejak dini, bahkan sejak 2016. Kami sebagai penyelenggara memastikan kesiapan secara maksimal,” tuturnya.

Ia menambahkan, meskipun beberapa tahapan sempat tumpang tindih, penyelenggaraan tetap berjalan sesuai prosedur berkat mitigasi internal yang dilakukan oleh KPU Kota Bekasi.

Kontras Partisipasi: Antusias Pemilu Tinggi, Pilkada Justru Menurun

Meski angka partisipasi pemilih pada Pemilu 2024 di Kota Bekasi tergolong tinggi, yakni mencapai 81 persen, tren tersebut tidak tercermin dalam Pilkada Kota Bekasi.

Tingkat partisipasi Pilkada justru menurun signifikan hanya mencapai 55,05 persen, atau turun hampir 20 persen dibandingkan Pilkada 2019 yang mencatat angka 73 persen.

Hal ini diungkapkan oleh Komisioner KPU Kota Bekasi Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat, Afif Fauzi. Ia menyebut kejenuhan politik dan waktu yang terlalu sempit antara dua agenda besar menjadi penyebab utama turunnya partisipasi.

“Tahun 2024 ini dikenal sebagai ‘tahun politik’. Masyarakat mengalami kelelahan politik. Kami pun kelelahan dalam proses sosialisasi karena waktu yang sangat singkat,” kata Afif saat dihubungi RakyatBekasi.com, Minggu (08/12/2024).

Tantangan Teknis: Jeda 4 Bulan dan Sosialisasi Ekstra

Afif menuturkan bahwa KPU hanya diberi waktu 120 hari (4 bulan) untuk mempersiapkan dan menyelenggarakan Pilkada usai pemilu nasional digelar.

Hal ini sangat berbeda dari Pemilu yang memiliki tahapan lebih panjang hingga 22 bulan, sehingga ruang untuk membangun partisipasi dan edukasi pemilih jauh lebih terbuka.

“Kami genjot semua lini dalam waktu pendek. Dari Agustus hingga November, program sosialisasi dipercepat meskipun hasilnya belum memuaskan,” jelasnya.

Kondisi ini diharapkan menjadi pertimbangan dalam penyusunan jadwal baru pemilu dan pilkada yang lebih ideal bagi penyelenggara dan pemilih.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Fraksi Gerindra DPRD Kota Bekasi Desak Anggaran Tepat Sasaran
Tak Sekadar Manuver Politik, Ketua DPC PPP Kota Bekasi Gus Nawal Salurkan Kursi Roda untuk Warga Bantargebang
Demokrasi Lokal Diuji Politik Uang dan Disinformasi, Bawaslu Rangkul Aktivis Cipayung hingga Pemkot Bekasi Perketat Pengawasan Pemilu
Bayang-Bayang “Serigala dan Domba” di Musda Golkar Kota Bekasi: Ranny Fahd Disarankan Mundur Demi Marwah
Kantongi Restu DPP dan 13 Suara Kunci, Ranny Fahd A Rafiq Mantap Menangkan Musda Golkar Kota Bekasi
Sah! Nawal Husni Pimpin PPP Kota Bekasi, Bidik 5 Kursi DPRD Lewat Kekuatan Akar Rumput
Efek Kasus KPK Sang Suami, Kans Ranny Fahd Arafiq di Musda Golkar Kota Bekasi Kian Meredup
Tanda Tangan Dicatut Oknum! Senior Golkar Medansatria Bantah Keras Isu Penolakan Plt Ketua PK
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Fraksi Gerindra DPRD Kota Bekasi Desak Anggaran Tepat Sasaran

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Tak Sekadar Manuver Politik, Ketua DPC PPP Kota Bekasi Gus Nawal Salurkan Kursi Roda untuk Warga Bantargebang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:30 WIB

Demokrasi Lokal Diuji Politik Uang dan Disinformasi, Bawaslu Rangkul Aktivis Cipayung hingga Pemkot Bekasi Perketat Pengawasan Pemilu

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Bayang-Bayang “Serigala dan Domba” di Musda Golkar Kota Bekasi: Ranny Fahd Disarankan Mundur Demi Marwah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Kantongi Restu DPP dan 13 Suara Kunci, Ranny Fahd A Rafiq Mantap Menangkan Musda Golkar Kota Bekasi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x