Rapat Paripurna DPRD Kota Bekasi Digelar Dadakan, Forkim Cium Aroma Korupsi Berjama’ah

- Jurnalis

Senin, 26 September 2022 - 18:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BEKASI – Koordinator Forkim, Mulyadi mengatakan proses penyusunan dan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan sektor paling rawan untuk dikorupsi.

Proses ini seakan menjadi lahan basah bagi para koruptor khususnya di Kota Bekasi

Menurut Mulyadi tugas legislator dalam penyampaian pokok-pokok pikiran kepada eksekutif dalam mempersiapkan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah sudah sepatutnya dijalankan secara wajar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya meminta kepada anggota DPRD untuk fokus bekerja dalam menjalankan tugasnya dalam menanggapi berbagai permasalahan di Kota Bekasi,” ujar Mulyadi kepada rakyatbekasi.com, Senin (26/09/2022).

Saat ini tugas DPRD merasa lebih asyik menyampaikannya kepada media massa ketimbang membawanya ke dalam Rapat-rapat DPRD.

“Kami menilai bahwa DPRD merupakan lembaga yang tidak bisa menghasilkan sesuatu yang berkualitas karena produknya buruk semua,” katanya.

Mulyadi menyampaikan adanya aroma tak sedap dalam pelaksanaan Rapat Paripurna DPRD Kota Bekasi yang digelar mendadak. Seakan-akan ada hal kejahatan yang akan dilakukan berjama’ah oleh tikus tikus kantor eksekutif dan legislatif.

Sulit terkadang ketika ingin memutus mata rantai praktik-praktik korupsi karena terhalang dengan pelbagai sistem dan regulasi.

“Anggota Legislatif seharusnya kalau dia itu mendiskusikan sesuatu dia harus berpikir kan tidak boleh tidak berpikir, tapi sekarang itu harus dibayar khusus ada uang pokok pikiran, memang seperti itu agak aneh pada kebijakan pokok-pokok pikiran (Pokir) Anggota DPRD. Sebetulnya, sebagian besar masyarakat tidak banyak tahu perihal Pokir. Sebab, yang diketahui selama ini oleh masyarakat hanya masa Reses, dimana para Anggota Dewan bekerja di luar gedung parlemen dengan menjumpai konstituen di daerah pemilihannya (Dapil) guna menyerap aspirasi masyarakat. Dulu, hal tersebut dikenal dengan istilah dana aspirasi,” beber Mulyadi.

Dalam perkembangannya, sambung Mulyadi, memang masa reses ini menjadi dasar dalam pembentukan pokir di daerah. Dimana, kebijakan itu disalurkan dalam bentuk dana yang disebut sebagai dana Pokir sebagai bentuk perhatian Anggota DPRD kepada konstituennya dalam rangka percepatan pembangunan sekaligus menjaring aspirasi di masing-masing Dapilnya.

“Jika diulas secara komprehensif, dalam kerangka normanya istilah pokir ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Peraturan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah tentang Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Dimana, menurut Pasal 55 huruf (a) PP Nomor 16 Tahun 2010 tersebut menjelaskan bahwa salah satu tugas Badan Anggaran DPRD adalah memberikan saran dan pendapat berupa pokok-pokok pikiran DPRD kepada Kepala Daerah dalam mempersiapkan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah paling lambat 5 (lima) bulan sebelum ditetapkannya APBD,” terangnya. (mar)


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

In Memoriam Guruh Soekarnoputra: Kisah Eksklusif Aktivis Bekasi Mengenang Sang Maestro Seni
​”Uang Bau” Terancam Turun, Aktivis Desak Pemkot Bekasi Tinjau Ulang Kontrak TPST Bantargebang dengan DKI Jakarta
Ratusan Pelajar Ramaikan HUT ke-81 PMI Kota Bekasi, Ajang Cetak Relawan Muda Peduli Kemanusiaan
Kemarau Panjang Mencekik, Kasus ISPA di Kota Bekasi Tembus 20 Ribu Jiwa, Pemkot Bunyikan Alarm Waspada!
Pilkades Taman Sari Memanas! Tim Ahmad Sayuti Bongkar Dugaan Ketidakadilan Hak Pilih, Ancaman Jalur Hukum Menanti
Kecelakaan Maut di Jalan Siliwangi: Dua Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk Usai Disenggol Pemotor Misterius
Hindari Macet Pasar Baru! Dishub Kota Bekasi Segera Pasang Rambu Dua Arah di Jalan Ir H Juanda
Kemarau Panjang Cekik Daya Beli, Harga Cabai Rawit Merah di Kota Bekasi Meroket Sentuh Rp80 Ribu!
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 18:45 WIB

In Memoriam Guruh Soekarnoputra: Kisah Eksklusif Aktivis Bekasi Mengenang Sang Maestro Seni

Minggu, 27 September 2026 - 14:54 WIB

​”Uang Bau” Terancam Turun, Aktivis Desak Pemkot Bekasi Tinjau Ulang Kontrak TPST Bantargebang dengan DKI Jakarta

Minggu, 27 September 2026 - 14:30 WIB

Ratusan Pelajar Ramaikan HUT ke-81 PMI Kota Bekasi, Ajang Cetak Relawan Muda Peduli Kemanusiaan

Minggu, 27 September 2026 - 14:14 WIB

Kemarau Panjang Mencekik, Kasus ISPA di Kota Bekasi Tembus 20 Ribu Jiwa, Pemkot Bunyikan Alarm Waspada!

Sabtu, 26 September 2026 - 17:25 WIB

Kecelakaan Maut di Jalan Siliwangi: Dua Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk Usai Disenggol Pemotor Misterius

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x