​Struktur Korup, Syahrul E Dasopang Kritik Penumpukan Aset Ormas Islam

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infografis. (Nano Banana Pro2)

Infografis. (Nano Banana Pro2)

Poin Utama:

  • Kritik Struktur Sosial: Penulis Syahrul E Dasopang menilai struktur Indonesia yang korup secara sistemik telah merusak kultur masyarakat dan melanggengkan kekuasaan oligarki ekonomi.
  • Sorotan Dana Ormas: Ormas besar seperti Muhammadiyah dan NU dikritik karena dinilai sibuk menumpuk aset, termasuk adanya pergeseran dana Rp13 triliun dari Bank Syariah Indonesia (BSI).
  • Simulasi Fantastis: Penyimpanan dana Rp13 triliun di perbankan disimulasikan menghasilkan bunga/bagi hasil bersih hingga Rp624 miliar per tahun di tengah kemiskinan umat.
  • Solusi Tauhid Aktual: Umat Islam diajak mengalihkan ketundukan dari materi dan penguasa hanya kepada Allah SWT melalui strategi dakwah fase awal Rasulullah.

​Kondisi struktural dan kultural Indonesia yang dinilai semakin korup memicu kritik tajam dari kalangan intelektual Islam.

Penulis buku Mengapa Gerakan Islam Gagal?, Syahrul E Dasopang, menyayangkan sikap organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam besar yang dinilai cenderung sibuk menumpuk aset ekonomi di tengah keterpurukan hidup masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan kritis tersebut disampaikan secara tertulis melalui ulasan ilmiah yang diterima redaksi, Kamis (18/06/2026).

​Mengapa struktur yang korup di Indonesia sulit diperbaiki?

​Struktur yang korup sulit diperbaiki karena adanya cengkeraman kuat dari kekuatan oligarki ekonomi yang memeras dan mengambil manfaat dari ketimpangan sistemik tersebut.

Kondisi sosial dan ekonomi Indonesia saat ini dinilai memiliki kemiripan emosional dengan situasi Kota Mekkah pada era jahiliyah.

​”Setiap usaha memulihkan kepada kultur yang baik dan bersih berakhir dengan kesia-siaan akibat struktur yang mengakibatkan kultur itu tidak dapat diperbaiki,” kata Syahrul E Dasopang kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya, Kamis (18/06/2026).

​Menurut Syahrul, para oligarki ekonomi sangat sadar situasi serta begitu canggih sekaligus rakus dalam mengisap ruang hidup masyarakat.

Hal inilah yang membuat gerakan perubahan budaya sering kali kandas di tengah jalan.

​Apa kritik Syahrul E Dasopang terhadap pengelolaan dana ormas Islam?

​Kritik utama Syahrul E Dasopang tertuju pada kegagalan ormas besar seperti NU dan Muhammadiyah dalam membebaskan umat dari ruang hidup yang rusak, karena mereka justru terjebak dalam perlombaan menumpuk aset ekonomi.

Salah satu fakta yang disorot tajam adalah keputusan Muhammadiyah yang menggeser dana sekitar Rp13 triliun dari Bank Syariah Indonesia (BSI) ke berbagai bank lain akibat gesekan kepentingan.

​Penumpukan dana fantastis di institusi perbankan tersebut dinilai mencederai esensi gerakan dakwah sosial.

Syahrul kemudian mengingatkan kembali peringatan keras dalam Al-Quran Surat At-Taubah Ayat 34 yang mengecam para pemuka agama dan pencari harta yang menyimpan emas serta perak tanpa menafkahkannya di jalan Allah SWT.

​Berapa nilai keuntungan simulasi deposito dana Rp13 triliun milik ormas?

​Nilai keuntungan bersih dari simulasi pengendapan dana Rp13 triliun dalam skema deposito perbankan diperkirakan mencapai Rp624 miliar hanya dalam waktu satu tahun.

Keuntungan tersebut diperoleh dengan menggunakan asumsi rata-rata bagi hasil (mudharabah) atau bunga bank sebesar 6 persen per tahun.

​Berikut adalah rincian kalkulasi simulasi finansial dari dana umat tersebut:

  • Modal Awal: Rp13.000.000.000.000
  • Bunga/Bagi Hasil (6% per tahun): Rp780.000.000.000
  • Potongan Pajak (20% dari bunga): Rp156.000.000.000
  • Total Keuntungan Bersih: Rp624.000.000.000
  • Total Akumulasi Dana Keseluruhan: Rp13.624.000.000.000

​Jasa membiarkan uang mengendap ini dinilai ironis karena menghasilkan dana segar ratusan miliar bagi organisasi.

Sementara itu, di akar rumput, puluhan juta umat Islam saat ini sedang megap-megap hampir tenggelam dalam kemiskinan dan kehilangan kekuatan ekonomi (lose power).

​Apa yang dimaksud dengan konsep Gerakan Tauhid Aktual?

​Konsep Gerakan Tauhid Aktual adalah sebuah gerakan membatasi diri pada fase mengajak masyarakat untuk mengarahkan ketundukan mutlak hanya kepada Allah SWT, bukan kepada uang, penguasa, oligarki, ataupun partai politik.

Langkah spiritual ini menjadi pilihan paling logis ketika umat belum memiliki kekuatan struktural yang memadai untuk melakukan intervensi kebijakan.

​Strategi ini mengadopsi metode dakwah Rasulullah pada periode sebelum Hijrah yang memusatkan perhatian pada pengenalan tauhid dan penguatan moralitas inter-personal.

Setelah basis sosial umat kuat dan saling melindungi dalam iklim persaudaraan, barulah gerakan perubahan fisik dan konfrontasi struktural terhadap tatanan jahiliyah dapat diizinkan.

​Mencontoh peta jalan kenabian, langkah awal keluar dari jerat oligarki dimulai dengan menolak takjub pada kekayaan manusia dan menguatkan ikatan akhlak di antara sesama warga.

Upaya ini diharapkan mampu mengembalikan marwah ormas keagamaan sebagai pelindung sejati bagi kaum duafa.

​Bagaimana pendapat Anda mengenai fenomena penumpukan aset oleh organisasi keagamaan di tengah kemiskinan struktural ini? Tulis opini kritis Anda di kolom komentar di bawah ini dan bagikan artikel ini kepada komunitas Anda.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Umat Islam Dominan tapi Didominasi, Ada Apa dengan Ormas?
Perang Iran Merupakan Katalis Bagi Israel Menuju Pax Judaika dan Dinamikanya bagi Indonesia
Abdul Mu’ti Didesak Lepas Jabatan Sekum Muhammadiyah Sebelum Muktamar Digelar
LBH Fraksi ’98: Filsafat Hukum Pancasila Harus Responsif Era AI!
Mengungkap Fakta Gaji Guru Honorer dan Misteri Transparansi Dana BOS: Keadilan atau Sandera?
Menguak Dalang Tersembunyi Kasus Ijon Bekasi: Fakta Mengejutkan di Balik Skandal SRJ dan AKK
Bongkar Korupsi Berjamaah: Mengapa Hakim Berwenang Tetapkan Tersangka Baru di Persidangan?
Rahasia Ketenangan Pikiran: Mengungkap Manfaat Membaca Buku untuk Kesehatan Jiwa di Era Digital
1 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:17 WIB

​Struktur Korup, Syahrul E Dasopang Kritik Penumpukan Aset Ormas Islam

Senin, 15 Juni 2026 - 19:59 WIB

Umat Islam Dominan tapi Didominasi, Ada Apa dengan Ormas?

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:49 WIB

Perang Iran Merupakan Katalis Bagi Israel Menuju Pax Judaika dan Dinamikanya bagi Indonesia

Senin, 8 Juni 2026 - 12:15 WIB

Abdul Mu’ti Didesak Lepas Jabatan Sekum Muhammadiyah Sebelum Muktamar Digelar

Senin, 1 Juni 2026 - 12:08 WIB

LBH Fraksi ’98: Filsafat Hukum Pancasila Harus Responsif Era AI!

Berita Terbaru

Momen penyerahan secara resmi berkas SK kepengurusan kepada Muhammad Zaini (kedua dari kiri) sebagai Wakil Ketua I DPC PPP Kota Bekasi periode 2026–2031 oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum yang dilangsungkan di Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jawa Barat.

Politik

Sah! Gus Nawal Pimpin DPC PPP Kota Bekasi, Targetkan 6 Kursi

Kamis, 18 Jun 2026 - 14:54 WIB

Ilustrasi. (Nano Banana Pro2)

Bekasi

Porprov Jabar 2026 Kian Dekat, Pembangunan Venue Sisa 30%

Kamis, 18 Jun 2026 - 11:45 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x