Ketamakan Amerika Serikat Bak Lebai Malang di Timur Tengah

- Jurnalis

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi.

Ilustrasi.

  • ​Filsafat Melayu “Lebai Malang” menjadi cerminan nyata kegagalan strategi geopolitik dan ketamakan Amerika Serikat (AS).
  • ​AS kehilangan kendali di Afghanistan akibat terlalu berambisi menjatuhkan rezim di Iran.
  • ​Perlawanan solid dari IRGC (Pasdaran) dan Basij berhasil mematahkan operasi subversif AS di Iran.
  • ​Kegagalan ganda ini memicu pembengkakan biaya perang, yang sejalan dengan peringatan Prabowo Subianto soal bahaya Serakahnomic.

​Kebijakan geopolitik Amerika Serikat di Timur Tengah kini menuai sorotan tajam. Mengadopsi hikayat legendaris Melayu “Lebai Malang”, ambisi besar AS untuk menaklukkan Afghanistan dan Iran secara bersamaan justru berujung pada kegagalan strategis.

Syahrul E Dasopang, seorang penulis novel, menilai ketamakan ini membuat pamor dan pengaruh AS merosot drastis di kancah global.

Hal tersebut turut menjadi cerminan nyata dari bahaya ekonomi serakah (serakahnomic) yang kerap diingatkan oleh Prabowo Subianto.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketamakan Amerika Serikat: Analogi Lebai Malang dalam Geopolitik

​Kebijakan luar negeri AS belakangan ini dinilai sangat mirip dengan kisah Lebai Malang. Layaknya sang lebai yang luput menghadiri dua kenduri akibat keserakahannya, AS pun harus menelan pil pahit kehilangan kendali di dua negara strategis sekaligus.

​”Tahukah Anda hikayat Lebai yang Malang? Lebai malang itu mirip nasib Amerika sekarang ini,” kata Syahrul E Dasopang kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com dalam ulasan tertulisnya, Senin (03/08/2026).

​Menurut ulasan tersebut, AS sangat percaya diri dengan teknologi tempurnya. Mereka sengaja melepaskan Afghanistan untuk sementara waktu, dengan harapan bisa menelannya kembali setelah berhasil memecah belah Iran.

Mengapa Strategi Geopolitik Amerika di Iran Gagal Total?

​Kegagalan operasi subversif AS di Iran disebabkan oleh pertahanan solid dari pasukan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Pasdaran dan kelompok Basij.

AS awalnya menargetkan untuk memobilisasi rakyat Iran agar meruntuhkan rezim Wilayatul Faqih.

​Meski AS berupaya melumpuhkan tokoh kunci dengan bom hingga berniat membelah negara tersebut layaknya nasib Libya, rezim Iran ternyata tetap solid.

Sebaliknya, pangkalan militer AS di Timur Tengah justru makin terkikis oleh serangan rudal dan drone presisi milik Iran.

Apa Dampak Mundurnya Pasukan AS dari Afghanistan?

​Penarikan mundur pasukan dari Afghanistan yang awalnya merupakan taktik pura-pura AS, kini berubah menjadi bumerang besar.

Niat hati merampas kembali Afghanistan usai Iran ditaklukkan, AS justru terseret dan digulung habis oleh ketangguhan pertahanan Iran.

Dampak langsung dari strategi yang gagal ini meliputi:

  • ​Negara-negara satelit AS di kawasan Teluk perlahan melemah akibat tekanan bombardir proksi Iran.
  • ​Jalur strategis Selat Hormuz kini berada di bawah bayang-bayang kontrol Iran.
  • ​Banyaknya korban jiwa dari pihak tentara AS dan tingkat stres pasukan yang meningkat tajam.
  • ​Pembengkakan biaya perang yang memicu tersendatnya pasokan migas dari Teluk, membuat pamor AS tercoreng.

​Pelajaran berharga dari kisah geopolitik ini menegaskan bahwa langkah arogan hanya akan membawa kerugian massal.

Inilah contoh sejati dari serakahnomic—sebuah peringatan penting agar dunia internasional dapat bertindak lebih bijaksana dalam mengelola kekuasaan dan tatanan global.

Bagaimana pendapat Anda mengenai kebijakan luar negeri Amerika Serikat saat ini? Bagikan artikel ini ke media sosial Anda dan sampaikan pandangan Anda di kolom komentar.

Ikuti terus kabar politik dan ekonomi global maupun lokal hanya di RakyatBekasi.com.


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bakal Jadi Nama Kapal Induk TNI AL, Inilah Sejarah Kerajaan Sriwijaya Penguasa Tol Laut Kuno Nusantara
Puluhan Ribu Anak Jadi Korban, LBH Fraksi ’98 Soroti Kasus Keracunan MBG Sebagai Kejahatan Negara
Aniesfobia Jelang Pilpres 2029: Mengapa Rezim Takut pada Anies?
Buku ‘Islam Ala Prabowo’ Disebut Sekadar Kosmetik Politik dan Cuci Tangan Sejarah
Pesan Abu Vulkanik Krakatau: Alarm Keras Alam untuk Kaum Politisi yang Gila Kuasa
Menguak Sejarah Intelijen Indonesia: Kisah Jenderal Soemitro Tegur Keras Ali Moertopo karena Isu Cawe-Cawe Kekuasaan
Panas! Musda Golkar Kota Bekasi Jadi Bola Liar, Pertarungan Dua Srikandi Bikin Penguasa Ketar-ketir
Mengupas Tuntas Politik Gerakan Islam: Dari Target Intelijen Orde Baru Hingga Terjebak Jadi Proksi Kekuasaan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 05:36 WIB

Bakal Jadi Nama Kapal Induk TNI AL, Inilah Sejarah Kerajaan Sriwijaya Penguasa Tol Laut Kuno Nusantara

Selasa, 15 September 2026 - 05:18 WIB

Puluhan Ribu Anak Jadi Korban, LBH Fraksi ’98 Soroti Kasus Keracunan MBG Sebagai Kejahatan Negara

Kamis, 10 September 2026 - 05:42 WIB

Aniesfobia Jelang Pilpres 2029: Mengapa Rezim Takut pada Anies?

Selasa, 8 September 2026 - 13:02 WIB

Buku ‘Islam Ala Prabowo’ Disebut Sekadar Kosmetik Politik dan Cuci Tangan Sejarah

Selasa, 8 September 2026 - 10:27 WIB

Pesan Abu Vulkanik Krakatau: Alarm Keras Alam untuk Kaum Politisi yang Gila Kuasa

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x