Tanggapi Usulan Gubernur Jabar, APINDO Kota Bekasi Nilai Perlu Kajian Soal Wacana UMK Jadi Upah Sektoral Nasional

- Jurnalis

Selasa, 12 Agustus 2025 - 12:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua APINDO Kota Bekasi Farid Elhakmy.

Ketua APINDO Kota Bekasi Farid Elhakmy.

Usulan upah sektoral nasional mencuat setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti ketimpangan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) antar daerah.

Menurut Dedi Mulyadi, disparitas upah memicu relokasi industri dan migrasi tenaga kerja yang tidak produktif, sehingga dibutuhkan reformasi sistem pengupahan nasional agar upah sektor industri ditetapkan secara seragam di seluruh provinsi.

Saat ini UMK ditetapkan oleh pemerintah daerah berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Variasi tarif UMK cukup signifikan, misalnya UMK Bekasi tahun 2025 ditetapkan sekitar Rp 5.400.000 per bulan, sedangkan UMK Karawang mencapai Rp 5.800.000 per bulan.

Perbedaan ini dianggap memengaruhi keputusan perusahaan dalam menentukan lokasi pabrik dan pekerja dalam memilih tempat tinggal.

Ketua APINDO Kota Bekasi Farid Elhakamy menyatakan wacana tersebut patut dipertimbangkan, namun membutuhkan kajian komprehensif.

“Kita pahami dulu penjabarannya, sebab masalah upah ini terkait dua pihak yang cenderung berseberangan, yaitu antara pengusaha dan pekerja,” ucap Farid saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Selasa (12/08/2025).

APINDO Kota Bekasi, kata dia, juga mendorong dialog terbuka melibatkan pemerintah daerah, Kementerian Ketenagakerjaan, serikat pekerja, dan kalangan akademisi untuk merumuskan model upah sektoral yang adil bagi semua pihak.

Ia menjelaskan, usulan Dedi Mulyadi boleh saja dipertimbangkan. Namun, melalui hal ini perlu ada formula terbaik yang saling menguntungkan secara satu sama lain antara pengusaha dan pekerja.

“Dari niatnya tentu saja hal itu baik, tapi harus tahu terlebih dahulu formulanya, sebab upah itu ditentukan oleh perundang-undangan dan Keputusan Kementerian Ketenagakerjaan. Jadi kita perlu mengetahui perinciannya seperti apa, baru selanjutnya kami memberikan pendapat sesuai dengan kondisi perusahaan,” cetusnya.

Usulan upah sektoral nasional memiliki potensi mengatasi ketimpangan UMK dan migrasi tenaga kerja.

Namun, agar kebijakan ini efektif dan diterima semua pihak, diperlukan kajian mendalam dalam berbagai aspek: data, regulasi, dan dampak ekonomi.

Ikuti terus perkembangan wacana pengupahan dan berikan pendapat Anda di kolom komentar untuk mendukung diskusi konstruktif.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KADIN Fest Bekasi 2027 Siap Boyong Slank hingga Tipe-X ke Harapan Indah
​Hari Santri 2026: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tekankan Pengawasan Ketat dan Keteladanan di Lingkungan Pesantren
Tertibkan Fasilitas Mangkrak, Dishub Kota Bekasi Prioritaskan Halte Jalur Trans Patriot dan Bongkar Halte Sepi
Bos Summarecon Terjaring OTT KPK, Nasib Proyek Sky Train Bekasi dan TOD Rp 78 Miliar Tetap Jalan!
Realisasi Gedung Parkir Pemkot Bekasi 9 Lantai Masih Menggantung di ABT 2027
Pusaran Korupsi PT Migas Meluas: Kejagung RI Cecar Saksi dari Foster Oil hingga PT SP Dua Hari Beruntun
Menakar Kursi Pendamping Asep Surya Atmadja: Ini Syarat Calon Wakil Bupati Bekasi agar Tak Ada ‘Dusta’ di Pemerintahan
Waspada Sindikat Loker Bodong di Kota Bekasi, BPKN-RI Buka Posko Pengaduan Korban
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:14 WIB

KADIN Fest Bekasi 2027 Siap Boyong Slank hingga Tipe-X ke Harapan Indah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:25 WIB

​Hari Santri 2026: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tekankan Pengawasan Ketat dan Keteladanan di Lingkungan Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Tertibkan Fasilitas Mangkrak, Dishub Kota Bekasi Prioritaskan Halte Jalur Trans Patriot dan Bongkar Halte Sepi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:19 WIB

Bos Summarecon Terjaring OTT KPK, Nasib Proyek Sky Train Bekasi dan TOD Rp 78 Miliar Tetap Jalan!

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Pusaran Korupsi PT Migas Meluas: Kejagung RI Cecar Saksi dari Foster Oil hingga PT SP Dua Hari Beruntun

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x