Poin Utama:
- Inisiatif: DLH Kota Bekasi mengkaji penggunaan PLTS Atap untuk gedung pemerintah.
- Inspirasi: Langkah ini menyusul suksesnya penerapan PLTS di HI Avenue bersama Xurya Daya Indonesia.
- Target Efisiensi: PLTS Atap diproyeksikan mampu menyuplai 25% kebutuhan listrik dan menekan biaya operasional.
- Status: Masih dalam tahap kajian mendalam dan perencanaan anggaran daerah.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mulai melakukan kajian mendalam terkait penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di gedung-gedung milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya efisiensi anggaran daerah sekaligus mewujudkan konsep bangunan ramah lingkungan (Green Building) di wilayah Kota Bekasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Apa Pemicu Rencana Penerapan PLTS Atap di Pemkot Bekasi?
Gagasan penerapan energi terbarukan ini menguat setelah pihak swasta di Kota Bekasi mulai beralih ke energi bersih. Salah satunya adalah Pusat Perbelanjaan HI Avenue yang baru saja meresmikan instalasi PLTS hasil kerja sama dengan Xurya Daya Indonesia, pada Rabu (11/02/2026) lalu. Langkah swasta ini dinilai selaras dengan visi jangka panjang pemerintah daerah.
”Program mereka (swasta) sudah sejalan dengan program Pemerintah Kota Bekasi. Pemerintah sudah mempunyai programnya, hingga akhirnya dari pihak swasta juga turut mendukung, sehingga tujuannya sudah sinkron untuk mewujudkan Bekasi Hijau,” kata Kiswatiningsih kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulisnya di Kota Bekasi, Jumat (13/02/2026).
Menurut Kiswatiningsih, konsep Green Building memiliki cakupan yang luas. Hal ini tidak hanya terbatas pada penghijauan fisik, tetapi juga mencakup manajemen energi, pengolahan limbah air, hingga sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi.
Berapa Besar Potensi Penghematan Anggaran Listrik?
Salah satu keunggulan utama dari teknologi PLTS Atap adalah kemampuannya dalam menekan biaya operasional gedung secara signifikan.
Jika diterapkan di kantor-kantor pemerintahan, beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pos kelistrikan dapat dikurangi.
Kiswatiningsih menjelaskan bahwa teknologi energi surya modern memiliki efisiensi tinggi dalam menyuplai daya.
”Salah satu yang paling menonjol adalah kemampuan PLTS atap dalam menekan biaya operasional kelistrikan. Teknologi ini mampu menyuplai hampir 25 persen dari kebutuhan listrik bangunan secara mandiri. Jadi kalau pakai energi surya, otomatis secara ekonomi bisa mengurangi tagihan listrik bulanannya,” ungkapnya.
Kapan PLTS Atap Akan Dipasang di Gedung Pemerintah?
Meskipun potensinya besar, realisasi pemasangan PLTS di aset milik Pemkot Bekasi tidak bisa dilakukan secara instan.
Diperlukan proses perencanaan yang matang agar penggunaan anggaran tepat guna dan sesuai regulasi.
Saat ini, DLH Kota Bekasi masih menempatkan rencana ini dalam tahap kajian teknis dan finansial. Kiswatiningsih menegaskan bahwa inisiatif ini harus didukung dengan kesiapan infrastruktur dan alokasi dana yang memadai.
”Penerapan di fasilitas publik milik Pemkot Bekasi masih harus dibahas lebih lanjut ya, karena harus ada perencanaan dan lain sebagainya. Tapi ini inisiatif yang cukup bagus yang bisa dicontoh untuk masa depan,” pungkasnya.
Dengan adanya kajian ini, Pemkot Bekasi diharapkan dapat segera menyusul langkah sektor swasta dalam transisi menuju energi baru terbarukan.
Sinergi antara pemerintah dan swasta menjadi kunci terwujudnya lingkungan Kota Bekasi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Punya informasi terkait inovasi lingkungan di sekitar tempat tinggal Anda? Laporkan kepada Redaksi RakyatBekasi.Com melalui layanan pengaduan warga.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















