- Status Penemuan Korban: Pria berinisial MRA (34)—diduga anggota Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)—yang melompat ke aliran Kalimalang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
- Waktu & Titik Penemuan: Jasad korban ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Jumat (16/10/2026) siang pukul 13.10 WIB, berjarak sekitar 2 kilometer dari titik awal lokasi korban melompat di Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.
- Evakuasi Medis: Jenazah korban langsung dimasukkan ke dalam kantong jenazah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi dan dievakuasi menuju RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi.
- Latar Belakang Insiden: Korban sebelumnya dilaporkan tenggelam pada Kamis (15/10/2026) pukul 11.12 WIB usai berlari sambil berteriak meminta tolong karena merasa diancam dan disinyalir mengalami depresi.
OPERASI PENCARIAN terhadap MRA (34), pria lompat ke Kalimalang Bekasi, tepatnya di aliran sungai kawasan Jalan KH. Noer Ali, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, berakhir dengan kabar duka.
Setelah dilakukan penyisiran intensif sejak Kamis (15/10/2026) siang, korban yang diduga merupakan anggota Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (16/10/2026) pukul 13.10 WIB.
Jasad korban ditemukan terseret arus sejauh kurang lebih 2 kilometer dari titik awal kejadian dan langsung dievakuasi oleh petugas gabungan Pemkot Bekasi ke RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Evakuasi Jenazah Pria Lompat ke Kalimalang Bekasi oleh BPBD Kota Bekasi
Upaya tanpa henti yang dilakukan oleh tim penyelamat gabungan di sepanjang aliran Sungai Kalimalang akhirnya membuahkan titik terang pada hari kedua operasi pencarian.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Wiratma Puspita, mengonfirmasi bahwa jasad korban ditemukan pada Jumat (16/10/2026) siang sekitar pukul 13.10 WIB.
”Dengan korban sudah tidak bernyawa, dan kini sudah dievakuasikan ke RSUD Chasbullah Abdul Majid atau RSUD Kota Bekasi,” kata Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Wiratma Puspita kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya, Jumat (16/10/2026).
Langkah cepat proses evakuasi menggunakan unit kendaraan operasional penyelamat menuju rumah sakit milik Pemkot Bekasi di Jalan Pramuka, Kecamatan Bekasi Selatan ini merupakan wujud kesiapsiagaan layanan kedaruratan di bawah arahan Wali Kota Bekasi.
Di Mana Lokasi Penemuan Jasad Pria yang Tenggelam di Kalimalang Bekasi Selatan?
Jasad korban MRA (34) ditemukan mengapung di aliran Sungai Kalimalang pada jarak kurang lebih 2 kilometer dari titik awal korban menceburkan diri di wilayah Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.
Penemuan ini merupakan hasil dari penyisiran lanjutan yang terus diperluas oleh tim gabungan menyusuri derasnya debit air Kalimalang sejak Kamis siang hingga Jumat siang.
Wiratma menegaskan bahwa keberhasilan penemuan jenazah tersebut tidak lepas dari kegigihan seluruh personel di lapangan yang tak mengendurkan pemantauan.
”Dengan korban ditemukan, ketika petugas gabungan tetap berupaya mencari korban secara intensif,” jelasnya.
Sebelumnya, pada Jumat pagi hingga menjelang siang, jajaran BPBD Kota Bekasi bersama unsur SAR gabungan memang tengah memfokuskan kekuatan penuh di sepanjang aliran sungai.
”Proses pencairan masih tengah berlangsung,” ucap dia melalui keterangannya, Jumat (16/10/2026).
Mengapa Korban Nekat Melompat dan Bagaimana Kronologi Awal Kejadiannya?
Korban MRA nekat melompat ke aliran Sungai Kalimalang pada Kamis (15/10/2026) pukul 11.12 WIB diduga akibat mengalami depresi serta ketakutan berlebih karena merasa dirinya sedang mendapat ancaman.
Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi kejadian, Mustakim (43), yang bertugas sebagai petugas keamanan di sebuah tempat usaha kawasan Kalimalang, korban awalnya terdengar berteriak histeris meminta pertolongan.
Namun, kejanggalan terlihat lantaran saat diperhatikan dengan saksama, korban tampak seorang diri tanpa ada pihak yang mengejar.
”Korban kemudian berlari, memanjat pagar pembatas, lalu melompat ke aliran Kalimalang. Setelah itu, korban tidak terlihat muncul kembali ke permukaan air,” jelasnya.
Kesaksian senada juga diungkapkan oleh sepupu korban, Idul Mukti (31), yang berada bersama korban sesaat sebelum insiden tragis itu terjadi:
- Izin ke Toilet: Sebelum kejadian, korban sempat meminta izin kepada Idul untuk pergi ke kamar kecil (toilet) dan masih berada dalam pengawasan hingga masuk ke ruangan tersebut.
- Merasa Terancam: Menurut penuturan Idul, korban sebelumnya mengeluhkan perasaan bahwa dirinya sedang mendapat ancaman dari pihak tertentu.
- Melompat Pagar: Tak lama setelah masuk ke toilet, Idul justru menerima kabar bahwa sepupunya tersebut berlari keluar sambil berteriak, memanjat pagar pembatas sungai, dan menceburkan diri ke Kalimalang.
- Ciri-Ciri Saat Kejadian: Berdasarkan data BPBD Kota Bekasi, saat kejadian korban mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih bercorak, celana panjang formal abu-abu, tanpa mengenakan alas kaki (sandal), serta disinyalir mengalami gangguan jiwa (depresi).
Bagaimana Skema Operasi Tim SAR Gabungan hingga Berhasil Menemukan Korban?
Operasi pencarian korban dijalankan secara terpadu dengan membagi kekuatan personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir permukaan air menggunakan perahu serta pemantauan visual melalui jalur darat.
Komandan Tim (Dantim) Basarnas, Bobby Yoenatra Putra, memaparkan bahwa pembagian tiga unit taktis sejak awal pencarian dirancang untuk memperluas cakupan area deteksi di sepanjang aliran Kalimalang.
“Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan membagi personel menjadi tiga SRU. SRU pertama menggunakan perahu karet dan SRU kedua menggunakan perahu rafting, masing-masing melakukan penyisiran sejauh 200 meter dari lokasi kejadian,” katanya.
Sementara itu, SRU ketiga dikerahkan untuk melakukan pencarian secara visual menyusuri bantaran sungai melalui jalur darat dengan jangkauan awal hingga 1 kilometer sebelum akhirnya diperluas hingga radius 2 kilometer tempat korban ditemukan.
Adapun unsur SAR gabungan yang bahu-membahu dalam operasi pencarian dan evakuasi di Kecamatan Bekasi Selatan ini meliputi:
- Unit Siaga SAR Bekasi (Basarnas)
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi
- Bhabinkamtibmas Polsek Bekasi Selatan
- Babinsa Koramil Bekasi Selatan
- Satpol PP Kecamatan Bekasi Selatan
- MHD Ambulance & potensi SAR (termasuk Baitul Ilmi Care)
- Saka SAR Kota Bekasi
Dengan ditemukannya jenazah MRA dan dievakuasinya korban ke RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi untuk penanganan medis lebih lanjut, operasi pencarian SAR gabungan di aliran Kalimalang resmi ditutup.
Insiden ini kembali menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental anggota keluarga terdekat serta kewaspadaan di sekitar bantaran sungai.
Bagaimana pandangan Anda mengenai pengawasan keamanan di sepanjang tepian aliran Kalimalang Kota Bekasi?
Tuliskan tanggapan Anda di kolom komentar, bagikan artikel ini, dan pastikan Anda selalu terhubung dengan informasi teraktual seputar Bekasi melalui Saluran WhatsApp Resmi RakyatBekasi di tautan: Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini.
Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















