- Wacana pemecatan mendadak sejumlah kader dan Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar se-Kota Bekasi memicu turbulensi politik internal partai.
- Mantan Sekretaris GEMA MKGR Kota Bekasi, Alifia Nur Indah, melayangkan kritik keras terhadap manuver sang Ketua DPD, Ade Puspitasari.
- Langkah pemecatan tersebut dinilai sebagai tindakan pragmatis yang mengabaikan rekam jejak aklamasi PK yang mengangkat Ade Puspitasari pada Musda sebelumnya.
DINAMIKA INTERNAL DPD Partai Golkar Kota Bekasi mendadak memanas menyusul mencuatnya isu pemecatan sejumlah kader dan Ketua Pengurus Kecamatan (PK) secara sepihak.
Manuver kontroversial Ketua DPD Golkar Kota Bekasi, Ade Puspitasari ini langsung memicu reaksi keras dari basis akar rumput partai.
Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk pragmatisme yang mencederai etika politik kepartaian di wilayah Kota Bekasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Gejolak DPD Golkar Kota Bekasi: Manuver Pemecatan Tuai Polemik
Mengapa Isu Pemecatan Ketua PK Golkar Kota Bekasi Memicu Kritik Keras?
Isu pemecatan Ketua PK memicu polemik karena langkah tersebut dianggap memotong rantai konsolidasi dan membabat habis para elite pimpinan kecamatan yang telah membesarkan partai.
Mantan Sekretaris Generasi Muda (GEMA) MKGR Kota Bekasi, Alifia Nur Indah, menilai bahwa keputusan tersebut bertindak serampangan dan hanya didasari oleh kepentingan pragmatis personal.
”Jangan asal berhentikan Ketua PK demi kepentingan pribadi. Mengingat Ketua PK yang saat ini menjabat adalah barisan pimpinan yang menjadikan Ade sebagai Ketua DPD Golkar Kota Bekasi pada saat itu,” kata Alifia Nur Indah kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya, Rabu (30/09/2026).
Apa Dampak Manuver Ade Puspitasari Terhadap Soliditas Partai?
Keputusan yang terkesan impulsif dan otoriter ini berpotensi meretakkan soliditas internal serta menggerus tingkat kepercayaan konstituen Partai Golkar di Kota Bekasi.
Catatan historis menunjukkan bahwa posisi strategis yang kini diduduki Ade Puspitasari berakar kuat dari cucuran keringat para Ketua PK.
Pada Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Kota Bekasi periode lalu, takhta kepemimpinan tersebut berhasil diraih berkat dorongan aklamasi penuh dari para pimpinan di tingkat akar rumput yang saat ini justru berada di ambang pemecatan.
Di tengah persaingan peta politik yang kian dinamis, Alifia berharap nakhoda partai berlambang pohon beringin ini bisa tampil lebih matang dan bijaksana.
”Jangan pernah melupakan siapa yang memberikan suaranya pada saat Musda Golkar periode lalu sehingga dia bisa menjadi Ketua DPD,” pungkas Alifia menutup kritikan kerasnya.
Turbulensi politik di tubuh DPD Golkar Kota Bekasi diprediksi masih akan terus bergulir seiring dengan memanasnya suhu konstelasi daerah menjelang agenda-agenda politik krusial ke depan.
Bagikan pendapat Anda di kolom komentar terkait dinamika internal ini dan baca terus kabar politik terkini lainnya di portal kami. Pastikan Anda juga mengikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi melalui tautan berikut: [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini] agar tidak tertinggal informasi update seputar layanan publik dan pemerintahan di Kota maupun Kabupaten Bekasi!
Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















