2,6 Juta Warga Bekasi Masuk Database Tunggal, Dinsos Jamin Bansos Lebih Tepat Sasaran

- Jurnalis

Rabu, 17 September 2025 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), Dinsos Kota Bekasi memetakan kondisi ekonomi warga ke dalam 10 kelompok (desil), di mana 94 ribu jiwa tercatat dalam kategori terendah.

KOTA BEKASI – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bekasi telah menyelesaikan penyesuaian data 2,6 juta jiwa warganya ke dalam sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Langkah strategis ini bertujuan untuk menciptakan satu data rujukan utama yang akurat, dinamis, dan valid untuk penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) agar lebih tepat sasaran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Data ini merupakan pembaruan dan integrasi dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebelumnya, yang dirancang untuk meminimalisir kesalahan dalam distribusi program bantuan pemerintah.

Memahami DTSEN dan Sistem Desil

Kepala Dinsos Kota Bekasi, Robert Tua Parluhutan Siagian, menjelaskan bahwa seluruh penduduk Kota Bekasi kini telah terdaftar dalam DTSEN.

Total terdapat 2.617.596 jiwa atau 824.818 Kepala Keluarga (KK) yang datanya telah dipetakan berdasarkan peringkat kesejahteraan sosial ekonomi.

​Data ini dibagi ke dalam 10 kelompok yang disebut “desil”. Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah, sementara desil 10 adalah yang tertinggi.

“Seluruh penduduk masuk di DTSEN. Sistem ini akan menjadi rujukan utama untuk semua program sosial ekonomi ke depan. Data ini juga terus bergerak dan dimutakhirkan secara terus-menerus,” ujar Robert kepada jurnalis rakyatbekasi.com, Rabu (17/09/2025).

Rincian Data Kesejahteraan Warga Bekasi

​Berdasarkan catatan Dinsos Kota Bekasi, kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah menjadi prioritas utama dalam program bantuan. Berikut adalah rinciannya:

  • Desil 1: 30.147 KK (94.894 jiwa)
  • Desil 2: 29.052 KK (98.932 jiwa)
  • Desil 3: 37.748 KK (117.061 jiwa)
  • Desil 4: 38.516 KK (136.590 jiwa)

​”Masyarakat dalam kelompok desil 1 hingga 4 umumnya menjadi prioritas utama penerima bantuan. Sementara kelompok desil 5 ke atas mungkin masih bisa menerima jenis bantuan sosial tertentu sesuai kebijakan,” jelas Robert.

​Sisanya, dari desil 6 hingga 10, tercatat sebanyak 538.657 KK atau 1.791.149 jiwa. Selain itu, masih terdapat 103.463 KK atau 221.853 jiwa yang datanya belum masuk dalam pemeringkatan dan akan terus diproses.

Solusi untuk Bantuan yang Dinamis dan Tepat Sasaran

Robert menambahkan, kehadiran DTSEN diharapkan dapat menjawab persoalan klasik mengenai bantuan sosial yang tidak tepat sasaran.

Sifat data yang dinamis memungkinkan adanya pembaruan sesuai dengan perubahan kondisi ekonomi masyarakat.

​”Kondisi ekonomi masyarakat bisa naik atau turun. Data ini dirancang untuk menangkap perubahan itu. Dengan adanya satu data tunggal yang terpusat, proses verifikasi dan validasi menjadi lebih mudah dan akuntabel,” tuturnya.

Mekanisme Perbaikan dan Pengaduan Data

​Dinsos Kota Bekasi juga membuka ruang bagi masyarakat yang merasa datanya belum sesuai atau belum terdaftar. Warga dapat mengajukan perbaikan data secara proaktif.

​”Ketika ada masyarakat yang mungkin mengeluh, ‘kok saya tidak menerima bantuan?’, mereka bisa mengajukan permohonan. Pengajuan dapat dilakukan melalui pendamping sosial, aparat di tingkat kelurahan, atau datang langsung ke kantor Dinsos Kota Bekasi untuk diverifikasi kelayakannya,” papar Robert.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai status data Anda di DTSEN, Anda dapat berkoordinasi dengan kantor kelurahan setempat atau mengunjungi layanan resmi Dinas Sosial Kota Bekasi.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penataan Pasar Baru Bekasi: Wali Kota Tri Adhianto Kaji Eskalator dan Awning Rooftop demi Kenyamanan
Perpustakaan Modern Bekasi Dirombak, Target Beroperasi 2027
753 RW di Kota Bekasi Belum Cairkan Dana Hibah Rp100 Juta
Realisasi Lingkar RW Beken Melonjak, 267 RW Sudah Nikmati Dana Rp100 Juta
Pemkot Bekasi Prioritaskan Pembangunan Pos Damkar Bekasi Timur pada 2027
Kemarau Landa Kota Bekasi, Perumda Tirta Patriot Jamin Air Tak Mati Total
Wali Kota Bekasi Resmi Ambil Alih Aset Perumda Tirta Bhagasasi, Layanan Air Bersih Siap Ditingkatkan
Debit Kali Bekasi Susut, Wali Kota Tri Adhianto Imbau Warga Hemat Air
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:28 WIB

Penataan Pasar Baru Bekasi: Wali Kota Tri Adhianto Kaji Eskalator dan Awning Rooftop demi Kenyamanan

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:07 WIB

Perpustakaan Modern Bekasi Dirombak, Target Beroperasi 2027

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:14 WIB

753 RW di Kota Bekasi Belum Cairkan Dana Hibah Rp100 Juta

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:19 WIB

Realisasi Lingkar RW Beken Melonjak, 267 RW Sudah Nikmati Dana Rp100 Juta

Senin, 20 Juli 2026 - 15:37 WIB

Kemarau Landa Kota Bekasi, Perumda Tirta Patriot Jamin Air Tak Mati Total

Berita Terbaru

ARSITEK NEGARA: Suasana hiruk-pikuk aktivitas masyarakat dan lalu lintas di sekitar Jalan R.P. Soeroso, kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Jalan protokol bersejarah ini diabadikan untuk menghormati Pahlawan Nasional Raden Panji Soeroso, Wakil Ketua BPUPKI sekaligus Gubernur Jawa Tengah pertama yang meletakkan fondasi tangguh birokrasi pada masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan R.P. Soeroso: Sang Arsitek Kemerdekaan RI

Selasa, 21 Jul 2026 - 16:54 WIB

Sejumlah pekerja tengah menyelesaikan tahap konstruksi fisik proyek Gedung Perpustakaan Modern Kota Bekasi di Eks Gedung Dinas Kesehatan, Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (21/07/2026). Bangunan ini tengah melalui tahap re-desain agar lebih modern dan inklusif.

Bekasi

Perpustakaan Modern Bekasi Dirombak, Target Beroperasi 2027

Selasa, 21 Jul 2026 - 14:07 WIB

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi, Yudianto, saat memberikan keterangan terkait lonjakan realisasi pencairan dana hibah Program Lingkar RW Beken yang kini telah dinikmati oleh 267 RW di Kota Bekasi, Selasa (21/07/2026).

Bekasi

753 RW di Kota Bekasi Belum Cairkan Dana Hibah Rp100 Juta

Selasa, 21 Jul 2026 - 13:14 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x