Meski Terbukti Lalai Laporkan Kasus Guru Cabuli Murid, Kepsek SMPN 13 Bekasi Hanya Kena Sanksi Administratif

- Jurnalis

Kamis, 18 September 2025 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 13 Kota Bekasi, Tetik Atikah.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 13 Kota Bekasi, Tetik Atikah.

BEKASI, JAWA BARAT – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi secara resmi menjatuhkan sanksi administratif tertulis kepada Kepala SMPN 13 Kota Bekasi, Titek Atikah. Sanksi ini diberikan sebagai buntut dari penanganan kasus asusila yang melibatkan oknum guru terhadap seorang siswa di sekolah tersebut.

​Keputusan ini diambil setelah Disdik menggelar Sidang Kode Etik Profesi Guru untuk memeriksa dan meminta keterangan dari pihak-pihak terkait, termasuk kepala sekolah dan jajarannya.

Sanksi Diberikan Akibat Gagal Berkoordinasi

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kepala Disdik Kota Bekasi, Alexander Zulkarnain, mengonfirmasi bahwa sanksi tersebut merupakan hasil dari sidang kode etik. Menurutnya, kesalahan utama kepala sekolah adalah tidak proaktif melaporkan insiden serius tersebut kepada Dinas Pendidikan.

​”Hasilnya, Kepsek (Kepala Sekolah) dan dua jajaran di bawahnya diberikan sanksi tertulis. Sanksi ini diberikan lantaran dia (Kepsek) tidak proaktif melakukan koordinasi kepada Dinas Pendidikan, meskipun sudah mengetahui kejadian asusila tersebut,” ucap Alexander saat ditemui jurnalis rakyatbekasi.com di Gedung DPRD Kota Bekasi, Kamis (18/09/2025).

​Alexander menjelaskan alur pelaporan yang tidak berjalan semestinya. “Waktu kejadian tersebut, Wakil Bidang Kesiswaan sudah melaporkan kepada Kepala Sekolah. Tetapi, Kepala Sekolah tidak melapor lagi ke dinas atas adanya peristiwa itu,” sambungnya.

Diberi Kesempatan untuk Perbaikan

​Meskipun sanksi telah dijatuhkan, Disdik Kota Bekasi memutuskan untuk tidak mencopot Titek Atikah dari jabatannya. Alexander menyatakan bahwa pelanggaran tersebut belum dikategorikan sebagai kesalahan berat, melainkan kelalaian dalam koordinasi.

​”Kita tidak melihat kemarin ada kesalahan berat. Pelanggarannya hanya tidak melaporkan peristiwa yang sudah disampaikan oleh wakilnya,” jelasnya.

​Disdik masih memberikan kesempatan kepada kepala sekolah untuk memperbaiki kinerjanya dan memastikan kejadian serupa tidak terulang. Namun, kemungkinan rotasi atau mutasi di masa depan tetap terbuka.

​”Sementara ini (posisinya) tetap di situ. Kalau soal rotasi mutasi, mungkin saja nanti ada, kita sesuaikan,” imbuhnya.

Kondisi KBM di SMPN 13 Kembali Normal

​Terkait situasi terkini di sekolah, Alexander memastikan bahwa proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMPN 13 Kota Bekasi telah kembali berjalan normal dan kondusif pasca-insiden tersebut.

​”Untuk kegiatan KBM sudah kondusif, pembelajarannya normal. Ke depan, kita harus menjaga agar peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi di dunia pendidikan, khususnya di Kota Bekasi,” pungkasnya.

​Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh satuan pendidikan mengenai urgensi transparansi dan kecepatan pelaporan dalam menangani isu-isu krusial yang menyangkut keselamatan siswa.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kritik Tajam LAPENMI Bekasi: MBG Jalan, Kelas Masih Bocor?
Resmi Diumumkan! Ini Dia Daftar Tiga Besar Open Bidding Pemkot Bekasi
APBD Kota Bekasi 2027 Diproyeksi Turun jadi Rp6,5 Triliun, Ini Penyebabnya
Diduga Ada Pencemaran Limbah dari Hulu Bogor, Aliran Kali Bekasi Hitam Pekat
Normalisasi Kali Bekasi Berlanjut November 2026 untuk Cegah Banjir
Tumpukan Sampah di Terminal Bekasi Picu Bau Busuk, DLH Janji Angkut Hari Ini
Tembus 1,9 Juta, KPU Kota Bekasi Rilis Data Pemilih 2026
Tolak Daud Husin, Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi Ancam Mogok Kerja
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:06 WIB

Kritik Tajam LAPENMI Bekasi: MBG Jalan, Kelas Masih Bocor?

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:40 WIB

Resmi Diumumkan! Ini Dia Daftar Tiga Besar Open Bidding Pemkot Bekasi

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:16 WIB

APBD Kota Bekasi 2027 Diproyeksi Turun jadi Rp6,5 Triliun, Ini Penyebabnya

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:08 WIB

Diduga Ada Pencemaran Limbah dari Hulu Bogor, Aliran Kali Bekasi Hitam Pekat

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:50 WIB

Normalisasi Kali Bekasi Berlanjut November 2026 untuk Cegah Banjir

Berita Terbaru

Infografis.

Opini

Tobat Ekologis, Kesadaran dan Aksi Religius Universal

Jumat, 24 Jul 2026 - 04:02 WIB

Ilustrasi.

Bekasi

Kritik Tajam LAPENMI Bekasi: MBG Jalan, Kelas Masih Bocor?

Kamis, 23 Jul 2026 - 22:06 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x