Tembus 321 Kasus Baru, DPRD Kota Bekasi Inisiasi Revisi Total Perda Penanggulangan HIV/AIDS

- Jurnalis

Jumat, 10 Oktober 2025 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi HIV AIDS

ilustrasi HIV AIDS

Kota Bekasi – Angka kasus HIV di Kota Bekasi menunjukkan tren peningkatan yang signifikan, mendorong Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk mengambil langkah legislatif.

Melalui Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), DPRD menginisiasi revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 03 Tahun 2009 tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS.

Langkah ini diambil menyusul rilis data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi yang mencatat 321 kasus HIV baru hingga periode Juli 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pembaruan regulasi yang sudah berusia lebih dari 15 tahun ini dianggap mendesak untuk menyesuaikan dengan dinamika penyebaran dan metode penanganan terkini. Revisi ini dijadwalkan untuk mulai dibahas pada tahun 2026.

Data Terbaru: Peningkatan Kasus di Usia Produktif

Berdasarkan data Dinkes Kota Bekasi, dari 50.583 orang yang telah melakukan pemeriksaan, ditemukan 321 kasus baru.

Catatan ini juga menyoroti bahwa penderita didominasi oleh kelompok usia produktif, yang menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.

​Anggota Bapemperda DPRD Kota Bekasi, Adelia, menyatakan bahwa peningkatan angka yang terdeteksi tidak selalu bermakna negatif.

​”Peningkatan kasus HIV di Kota Bekasi ini sedang menanjak drastis. Ini bukan berarti buruk, karena artinya semakin banyak warga yang dites dan lebih sadar akan bahaya AIDS. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri meningkat,” ujar Adelia dalam keterangannya, Kamis (09/10/2025).

Arah dan Fokus Revisi Perda

Revisi Perda ini bertujuan untuk menciptakan kerangka hukum yang lebih komprehensif dan relevan dengan tantangan saat ini.

Menurut Adelia, beberapa poin utama yang akan menjadi fokus dalam pembahasan adalah:

1. Mekanisme Penanganan dan Pencegahan

​Pembaruan akan menilik kembali langkah-langkah penanganan bagi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) serta strategi pencegahan yang lebih efektif di masyarakat.

2. Akses Tes dan Pengobatan

​Salah satu inisiatif yang dipertimbangkan adalah pengadaan tes HIV gratis secara lebih masif. “Selain itu, akan dibahas apakah kita bisa mengakomodasi obat-obatan (seperti Antiretroviral/ARV) untuk para penderita HIV. Tujuannya adalah memperbaiki apa yang masih kurang dari perda sebelumnya,” jelas Adelia.

3. Pemahaman Akar Masalah

​Adelia menambahkan, revisi ini juga didasari oleh kebutuhan untuk memahami akar masalah penyebaran HIV secara mendalam, bukan hanya bereaksi terhadap angka statistik. “Kita perlu tahu root cause-nya apa. Apakah kasusnya memang sejak awal sudah besar? Atau ada faktor lain,” imbuhnya.

Tahapan Selanjutnya: Libatkan Publik dan Stakeholder

​Meski sudah diinisiasi, proses revisi ini masih berada di tahap awal. Bapemperda berencana akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk menjaring masukan dari berbagai pihak.

​”Ini baru sebatas usulan. Kami masih akan melakukan RDP dengan stakeholder terkait seperti Dinas Kesehatan, komunitas peduli AIDS, dan unsur masyarakat lainnya. Perkembangannya pasti akan kami informasikan,” kata Adelia.

​Langkah ini memastikan bahwa Perda yang baru nantinya akan bersifat inklusif dan menjawab kebutuhan nyata di lapangan, sejalan dengan semangat Perda Nomor 03 Tahun 2009 yang juga mengatur peran serta aktif masyarakat dalam penanggulangan HIV/AIDS di Kota Bekasi.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPRS Patriot Masih ‘Nebeng’ Sistem BJB, DPRD Desak Wali Kota Bekasi Evaluasi Penambahan OPD untuk Penggajian PPPK
Nilai PKS TPST Bantargebang Anjlok Rp19 Miliar, DPRD Kota Bekasi Pastikan BLT Uang Bau Aman namun Tanpa Subsidi Listrik
Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Fraksi Gerindra DPRD Kota Bekasi Desak Anggaran Tepat Sasaran
Dana Kompensasi TPST Bantargebang Dijanjikan Cair Awal November 2026 Tanpa Pemotongan
Komisi IV Desak Calon Dewan Pendidikan Kota Bekasi 2026–2031 Hadirkan Terobosan Konkret
Wanti-wanti Jangan Ada Titipan Politik, Komisi IV Soroti Ketertutupan Seleksi Dewan Pendidikan Kota Bekasi
Warga Bulak Sentul Tagih Bansos Lansia dan U-Ditch, Nawal Husni Janji Kawal Mati-matian!
Awas SiLPA Membengkak! Serapan APBD Kota Bekasi Baru 58 Persen, DPRD Desak OPD Kejar Target 99 Persen
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:01 WIB

BPRS Patriot Masih ‘Nebeng’ Sistem BJB, DPRD Desak Wali Kota Bekasi Evaluasi Penambahan OPD untuk Penggajian PPPK

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Nilai PKS TPST Bantargebang Anjlok Rp19 Miliar, DPRD Kota Bekasi Pastikan BLT Uang Bau Aman namun Tanpa Subsidi Listrik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Fraksi Gerindra DPRD Kota Bekasi Desak Anggaran Tepat Sasaran

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Dana Kompensasi TPST Bantargebang Dijanjikan Cair Awal November 2026 Tanpa Pemotongan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Komisi IV Desak Calon Dewan Pendidikan Kota Bekasi 2026–2031 Hadirkan Terobosan Konkret

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x