TPA Sumur Batu Longsor, DLH Kota Bekasi Wacanakan Status Darurat Sampah

- Jurnalis

Senin, 20 Oktober 2025 - 13:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan truk sampah mengantri untuk membuang sampah ke TPA Sumurbatu, Selasa (24/06/2025).

Puluhan truk sampah mengantri untuk membuang sampah ke TPA Sumurbatu, Selasa (24/06/2025).

KOTA BEKASI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi tengah mempertimbangkan untuk menetapkan status darurat pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Bantargebang.

Rencana ini mengemuka setelah insiden longsor di lokasi yang menyebabkan operasional pembuangan sampah terganggu secara signifikan.

Insiden tersebut memicu antrean panjang truk pengangkut sampah, yang berimbas pada keterlambatan layanan di berbagai wilayah di Kota Bekasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ini, upaya pembukaan jalur di lokasi longsor masih terus dilakukan dengan menggunakan alat berat.

Akar Permasalahan: Longsor dan Kondisi Overload

​Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengonfirmasi bahwa rencana penetapan status darurat ini dipicu oleh kondisi TPA yang sudah tidak lagi optimal dan diperparah oleh longsor.

“Kemarin saya sudah cek langsung ke TPA. Kondisinya memang butuh penanganan serius,” ujar Kiswatiningsih kepada wartawan pada Senin (20/10/2025). “Untuk penetapan statusnya, kami akan duduk bersama dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait, khususnya dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah).”

​Longsor di salah satu zona pembuangan aktif telah menutup akses utama bagi armada truk. Akibatnya, ratusan truk sampah yang setiap hari mengangkut lebih dari 1.800 ton sampah dari seluruh Kota Bekasi terpaksa mengantre selama berjam-jam, bahkan ada yang tidak bisa melakukan pembongkaran muatan.

Dampak Langsung Dirasakan Warga

Keterlambatan siklus pengangkutan ini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sejumlah warga melaporkan adanya penumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) di lingkungan mereka.

Kondisi ini dikhawatirkan dapat menimbulkan masalah kebersihan dan kesehatan jika tidak segera ditangani.

​Antrean armada di TPA Sumur Batu secara efektif melumpuhkan jadwal pengambilan sampah dari perumahan, pasar, dan fasilitas umum lainnya.

Opsi Status Darurat untuk Percepatan Penanganan

​Penetapan status darurat pengelolaan sampah akan memberikan landasan hukum bagi DLH dan Pemkot Bekasi untuk mengambil langkah-langkah luar biasa. Beberapa keuntungan dari status ini antara lain:

  • Akses Dana Darurat: Memungkinkan penggunaan anggaran tak terduga untuk menyewa alat berat tambahan atau merekayasa jalur alternatif.
  • Koordinasi Lintas Sektoral: Mempercepat koordinasi dengan BPBD, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA), hingga pihak kepolisian untuk rekayasa lalu lintas di sekitar TPA.
  • Diskresi Kebijakan: Memberikan fleksibilitas dalam pengambilan keputusan di lapangan untuk mempercepat pemulihan operasional.

​”Langkah-langkah perbaikan jangka pendek sudah diperintahkan, termasuk perapihan zona pembuangan yang aman dan pengaturan ulang alur masuk armada untuk mengurai kemacetan,” tambah Kiswatiningsih.

Langkah Selanjutnya

DLH Kota Bekasi akan segera menggelar rapat koordinasi untuk memfinalisasi keputusan terkait status darurat.

Sambil menunggu keputusan tersebut, fokus utama di lapangan adalah memaksimalkan kerja alat berat untuk membuka akses dan menstabilkan area longsoran agar aman dilalui.

Selama proses pemulihan TPA Sumur Batu berlangsung, warga Kota Bekasi diimbau untuk sementara waktu dapat mengurangi volume sampah rumah tangga dan memaksimalkan pemilahan sampah untuk membantu meringankan beban penumpukan.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemarau Landa Kota Bekasi, Perumda Tirta Patriot Jamin Air Tak Mati Total
Wali Kota Bekasi Resmi Ambil Alih Aset Perumda Tirta Bhagasasi, Layanan Air Bersih Siap Ditingkatkan
Debit Kali Bekasi Susut, Wali Kota Tri Adhianto Imbau Warga Hemat Air
El Nino Mengancam, Pemkot Bekasi Antisipasi Kekeringan
Marak Pungli di CFD Kota Bekasi, Pemkot Segera Tindak Preman
Buntut Nobar Piala Dunia, Wali Kota Bekasi Absen Apel Pagi
Konser Zephyer Project Bekasi Batal, Proses Refund Tiket Tuai Polemik
Rekor Zenza TekSas Pecahkan 507 Soal di CFD Lagoon Bekasi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 15:37 WIB

Kemarau Landa Kota Bekasi, Perumda Tirta Patriot Jamin Air Tak Mati Total

Senin, 20 Juli 2026 - 14:32 WIB

Wali Kota Bekasi Resmi Ambil Alih Aset Perumda Tirta Bhagasasi, Layanan Air Bersih Siap Ditingkatkan

Senin, 20 Juli 2026 - 14:16 WIB

Debit Kali Bekasi Susut, Wali Kota Tri Adhianto Imbau Warga Hemat Air

Senin, 20 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Mengancam, Pemkot Bekasi Antisipasi Kekeringan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:51 WIB

Buntut Nobar Piala Dunia, Wali Kota Bekasi Absen Apel Pagi

Berita Terbaru

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi menggunakan armada Clean Water Response Unit saat mendistribusikan pasokan air bersih untuk warga yang terdampak gangguan PDAM di Kecamatan Bekasi Timur, belum lama ini. Bantuan ini disalurkan sekaligus sebagai bentuk mitigasi Pemkot Bekasi dalam menghadapi potensi kekeringan ekstrem dampak fenomena El Nino di berbagai titik rawan. (Foto: Dok. RakyatBekasi)

Bekasi

El Nino Mengancam, Pemkot Bekasi Antisipasi Kekeringan

Senin, 20 Jul 2026 - 14:00 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x