Rekayasa Lalin Arus Balik Lebaran 2026: Dishub Kota Bekasi Perpanjang Durasi Lampu Hijau arah Jakarta

- Jurnalis

Senin, 23 Maret 2026 - 10:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​Poin Utama:

  • ​Puncak kepadatan arus balik Lebaran 1447 H di jalur arteri diprediksi terjadi pada 25–28 Maret 2026.
  • ​Pemkot Bekasi memperpanjang durasi lampu hijau (green time) di sejumlah persimpangan menuju arah DKI Jakarta untuk mencegah kelumpuhan lalu lintas.
  • ​Sebanyak 419 personel gabungan dan petugas Area Traffic Control System (ATCS) disiagakan memantau pergerakan kendaraan 24 jam.
  • ​Pemudik diimbau mewaspadai kepadatan di tiga koridor utama: Jalur Utara, Jalur Tengah, dan Jalur Selatan Kota Bekasi.

​Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai melepaskan strategi taktis guna mencegah kelumpuhan lalu lintas pada arus balik Lebaran 1447 Hijriah.

Salah satu manuver utamanya adalah memperpanjang durasi lampu hijau (green time) di sejumlah persimpangan arteri krusial yang mengarah ke DKI Jakarta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi menghadapi lonjakan volume kendaraan pemudik yang diprediksi akan ‘menyerbu’ Kota Bekasi dalam beberapa hari ke depan.

​Kapan Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Melintasi Bekasi?

​Puncak kepadatan arus balik Lebaran 1447 H yang melintasi wilayah Kota Bekasi diperkirakan mulai terjadi pada Selasa (25/03/2026) hingga Jumat (28/03/2026).

Sebagai daerah penyangga utama lintas provinsi, jalur arteri Kota Bekasi menjadi tumpuan utama kendaraan dari Jawa Tengah menuju DKI Jakarta, Banten, Tangerang, dan sekitarnya.

​”Kami telah menyiapkan berbagai fasilitas lalu lintas, mulai dari penambahan rambu petunjuk arah ke Jakarta, hingga penambahan waktu hijau atau green time menuju arah barat. Petugas pengatur lalu lintas juga sudah diplot di berbagai ruas jalan yang biasanya padat kendaraan,” kata Teguh Indrianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulis, Senin (23/03/2026).

​Apa Saja Strategi Dishub Kota Bekasi Mengurai Kemacetan?

​Selain memanipulasi durasi lampu lalu lintas, Dishub Kota Bekasi juga menggalang sinergi penuh dengan jajaran TNI, Polri, serta tenaga sukarelawan untuk memastikan arus balik berjalan kondusif. Lebih dari 400 personel dikerahkan secara masif untuk ‘memagari’ titik-titik rawan macet.

​Strategi pengamanan di lapangan mencakup:

  • ​Pengerahan 350 petugas posko pengatur lalu lintas di sepanjang jalur arteri.
  • ​Penyiagaan 50 personel khusus di sektor angkutan terminal.
  • ​Pemantauan pergerakan kendaraan selama 24 jam penuh oleh 19 petugas ATCS secara digital.

​”Pergerakan kendaraan juga didukung oleh pantauan mata digital dari 19 petugas Area Traffic Control System (ATCS) kami. Pengalihan arus lalu lintas secara taktis telah disiapkan apabila terjadi kemacetan parah,” kata Teguh Indrianto.

​Jalur Arteri Mana Saja yang Menjadi Rute Utama Arus Balik?

​Dishub Kota Bekasi telah memetakan tiga koridor utama lintas daerah yang wajib diperhatikan oleh pemudik.

Bagi para pemudik yang kembali menuju Jabodetabek (dari arah timur ke barat), berikut adalah rute arteri yang dilintasi di Kota Bekasi:

  • ​Jalur Utara: Dari arah Tambun melintasi Bulak Kapal – Jalan Ir. H. Juanda – Jalan Cut Meutia – Jalan Ahmad Yani (atau alternatif Jalan Sersan Aswan) – Jalan Jenderal Sudirman – Jalan Sultan Agung – menuju Jakarta.
  • ​Jalur Tengah: Dari arah Grand Wisata melintasi Jalan Kalimalang – Jalan Cempaka (Margahayu) – Jalan Chairil Anwar – Jalan M. Hasibuan – Jalan KH Noer Ali – menuju Jakarta.
  • ​Jalur Selatan: Dari arah Tambun melintasi Bulak Kapal – Jalan Ir. H. Juanda – Jalan Cut Meutia – Jalan Siliwangi – menuju arah Bogor.

​”Bagi warga yang akan balik melintasi atau menuju Kota Bekasi, kami imbau agar tetap berhati-hati di perjalanan. Pastikan kendaraan dan kondisi fisik pengemudi dalam keadaan prima. Yang terpenting, patuhi arahan petugas di lapangan, terutama saat pemberlakuan sistem one way dan contraflow di sepanjang jalan tol,” tutupnya.

​Kesiapan infrastruktur dan kesigapan petugas di lapangan menjadi penentu agar horor kemacetan arus balik bisa dihindari.

Pengendara disarankan mengatur waktu perjalanan dengan cerdas guna menghindari penumpukan di jalan.

​Bagaimana pengalaman perjalanan arus balik Anda saat melintasi Kota Bekasi hari ini? Bagikan cerita Anda di kolom komentar dan baca terus informasi rekayasa lalu lintas terkini hanya di RakyatBekasi.com!


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

​Pembebasan Lahan Flyover Bulak Kapal Kota Bekasi Capai 47 Bidang, BPN Perketat Verifikasi Dokumen Warga
Puskesmas Kranji Integrasikan Tracing TBC dan Cek Kesehatan Gratis di RW 06
​Baru Capai 5,72 Persen! Pendaftaran Perlinsos Digital Kota Bekasi Capai 47 Ribu KK
Tekan Potensi Sengketa Lahan, Wali Kota Bersama Kakantah Bekasi Serahkan 600 Sertifikat PTSL ke Warga 9 Kelurahan
Dugaan Korupsi GOR Rp64 Miliar, GMNI Desak Kadisperkimtan Kota Bekasi Dicopot
Pembangunan Flyover Bulak Kapal Kota Bekasi Dimulai 4 November: Pembebasan Lahan 78 KK Dikebut!
GCB Desak Pemkot Bekasi Kunci Klausul Olah 80 Juta Ton Sampah Lama
Lulusan SD hingga Sarjana Bisa Melamar, Pemkot Bekasi Sediakan 32 Ribu Lowongan Kerja Bebas Calo di Nyari Gawe
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:31 WIB

​Pembebasan Lahan Flyover Bulak Kapal Kota Bekasi Capai 47 Bidang, BPN Perketat Verifikasi Dokumen Warga

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Puskesmas Kranji Integrasikan Tracing TBC dan Cek Kesehatan Gratis di RW 06

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Tekan Potensi Sengketa Lahan, Wali Kota Bersama Kakantah Bekasi Serahkan 600 Sertifikat PTSL ke Warga 9 Kelurahan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:38 WIB

Dugaan Korupsi GOR Rp64 Miliar, GMNI Desak Kadisperkimtan Kota Bekasi Dicopot

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Pembangunan Flyover Bulak Kapal Kota Bekasi Dimulai 4 November: Pembebasan Lahan 78 KK Dikebut!

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x