Wali Kota Bekasi Ancam Pecat ASN Nakal yang Work From Cafe saat WFH

- Jurnalis

Jumat, 10 April 2026 - 11:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pegawai WFH di Kafe

Ilustrasi Pegawai WFH di Kafe

Poin Utama:

  • ​Wali Kota Bekasi tegaskan sanksi berat menanti aparatur yang menyalahgunakan aturan Work From Home (WFH).
  • ​Pemkot Bekasi mengawasi ketat posisi pegawai menggunakan fitur share live location dan sistem pelaporan harian.
  • ​ASN yang nekat ke luar kota atau Work From Cafe menggunakan kendaraan dinas dipastikan menerima sanksi pemecatan.

​Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi tidak main-main dalam menegakkan kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, secara tegas mengancam akan menjatuhkan sanksi pemecatan bagi abdi negara yang kedapatan menyalahgunakan kebijakan Work From Home (WFH) menjadi ajang liburan atau nongkrong di kafe.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peringatan keras ini dikeluarkan untuk merespons potensi ketidakdisiplinan pegawai yang memanfaatkan celah kerja dari rumah untuk menghindari kewajiban pelayanan publik.

​Apa Sanksi bagi ASN Pemkot Bekasi yang Ketahuan Work From Cafe?

​ASN yang kedapatan asyik Work From Cafe (WFC) saat jadwal WFH akan langsung berhadapan dengan sanksi tegas sesuai regulasi kepegawaian.

Hukuman yang disiapkan oleh instansi tidak sekadar teguran, melainkan bertingkat dari sanksi ringan, sedang, hingga berat.

​”Kalau itu kan sudah ada aturannya, ya ada yang namanya ketentuan terkait dengan kepegawaian. Sanksinya tentu ada yang ringan, sedang, dan berat,” kata Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Jumat (10/04/2026).

​Bagaimana Cara Pemkot Bekasi Memantau ASN Selama WFH?

​Untuk mencegah aparatur membolos atau memanipulasi lokasi, Pemkot Bekasi telah menyiapkan skema pengawasan digital yang ketat.

Pemantauan aktivitas ASN dilakukan secara real-time memanfaatkan gawai masing-masing pegawai di jam operasional.

​Beberapa mekanisme pemantauan teknis yang wajib dipatuhi ASN antara lain:

  • ​Menyetorkan titik koordinat atau Share Live Location kepada atasan.
  • ​Mengisi laporan beban kerja harian yang bersifat teknis secara berkala.
  • ​Evaluasi silang dan pengawasan berjenjang di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

​Pelanggaran WFH Seperti Apa yang Terancam Sanksi Pemecatan?

​Sanksi pemecatan disiapkan secara khusus bagi ASN yang terbukti melakukan pelanggaran berat dengan sengaja selama masa pelaksanaan WFH.

Wali Kota Bekasi menyoroti beberapa indikator penyimpangan fatal yang tidak akan diberi toleransi.

​”Saya sudah nyatakan kalau toh mereka Work From Home, tapi mereka kemudian keluar kota, tidak berada di rumah, atau dia melakukan kegiatan di luar kedinasan, dan itu menggunakan kendaraan dinas, saya sudah nyatakan itu masuk kepada pelanggaran berat,” urainya lebih lanjut.

​Rincian sanksi pelanggaran berat tersebut meliputi penundaan pangkat, penurunan jabatan setingkat lebih rendah, hingga bermuara pada pemecatan.

Kebijakan ini menegaskan bahwa ASN wajib menjaga produktivitas kerja dan naluri pengabdiannya sebagai pelayan masyarakat Kota Bekasi meski bekerja di luar kantor.

​Kedisiplinan adalah urat nadi birokrasi yang sehat. Kebijakan WFH sejatinya adalah instrumen pemerintah pusat untuk menjaga ritme kerja yang fleksibel namun produktif, bukan tiket gratis bagi ASN untuk bersantai ria di jam dinas.

​Apakah menurut Anda ancaman pemecatan ini sudah cukup memberikan efek jera bagi ASN nakal? Bagikan artikel ini ke media sosial Anda dan tinggalkan opini kritis di kolom komentar! Baca juga liputan mendalam lainnya seputar kebijakan Pemkot Bekasi hanya di RakyatBekasi.Com.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APBD Kota Bekasi 2027 Diproyeksi Turun jadi Rp6,5 Triliun, Ini Penyebabnya
Diduga Ada Pencemaran Limbah dari Hulu Bogor, Aliran Kali Bekasi Hitam Pekat
Normalisasi Kali Bekasi Berlanjut November 2026 untuk Cegah Banjir
Tumpukan Sampah di Terminal Bekasi Picu Bau Busuk, DLH Janji Angkut Hari Ini
Tembus 1,9 Juta, KPU Kota Bekasi Rilis Data Pemilih 2026
Tolak Daud Husin, Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi Ancam Mogok Kerja
Ngeri! Sepanjang 2026 Disdamkarmat Bekasi Evakuasi 509 Ular dari Permukiman Warga
Perbaikan Jalan Ir H Juanda Capai 60%, Kapan Rampung Total?
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:16 WIB

APBD Kota Bekasi 2027 Diproyeksi Turun jadi Rp6,5 Triliun, Ini Penyebabnya

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:08 WIB

Diduga Ada Pencemaran Limbah dari Hulu Bogor, Aliran Kali Bekasi Hitam Pekat

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:22 WIB

Tumpukan Sampah di Terminal Bekasi Picu Bau Busuk, DLH Janji Angkut Hari Ini

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:41 WIB

Tembus 1,9 Juta, KPU Kota Bekasi Rilis Data Pemilih 2026

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:09 WIB

Tolak Daud Husin, Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi Ancam Mogok Kerja

Berita Terbaru

SANG GUBERNUR PERTAMA: Suasana lalu lintas dan rindangnya pepohonan di sepanjang Jalan Sam Ratulangi, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (23/07/2026). Jalan protokol bersejarah ini diabadikan untuk menghormati Pahlawan Nasional Dr. G.S.S.J. Ratulangi, doktor matematika lulusan Swiss sekaligus Gubernur Sulawesi pertama yang merumuskan UUD 1945 dan mewariskan falsafah luhur

Ekstra

Sejarah Jalan Sam Ratulangi: Sang Doktor Jenius dari Timur

Kamis, 23 Jul 2026 - 12:45 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x