​Alarm Bahaya! DBMSDA Sebut Wilayah Selatan Bekasi Rawan Longsor saat Hujan Deras

- Jurnalis

Kamis, 16 April 2026 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi tebing pembatas di Komplek Pinewood, RW 18, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi yang ambrol sepanjang 10 meter akibat tidak kuat menahan gerusan air saat curah hujan tinggi, Rabu (15/04/2026).

Kondisi tebing pembatas di Komplek Pinewood, RW 18, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi yang ambrol sepanjang 10 meter akibat tidak kuat menahan gerusan air saat curah hujan tinggi, Rabu (15/04/2026).

Poin Utama:

  • ​Hujan deras intensitas tinggi memicu longsor di tebing pembatas Komplek Pinewood, RW 18, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih.
  • ​DBMSDA Kota Bekasi menetapkan kawasan selatan, meliputi Rawalumbu, Pondokmelati, dan Jatiasih, sebagai zona rawan longsor.
  • ​Perbedaan kontur tanah yang ekstrem antara area perkampungan dan perumahan menjadi faktor pemicu utama pergeseran tanah.
  • ​Tim Unit Reaksi Cepat (URC), UPTD, dan alat berat disiagakan penuh oleh Pemkot Bekasi untuk penanganan darurat.

​Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi resmi membunyikan alarm kewaspadaan terkait ancaman tanah longsor yang mengintai sejumlah wilayah di selatan Bekasi.

Tingginya curah hujan yang mengguyur Kota Bekasi belakangan ini telah memicu pergeseran tanah yang serius.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini terbukti dari insiden ambrolnya tebing penahan tanah di Komplek Pinewood, RW 18, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih pada Rabu (15/04/2026) lalu.

Menghadapi cuaca ekstrem ini, Pemkot Bekasi kini menyiagakan pasukan darurat guna merespons cepat potensi bencana susulan.

​Mengapa Wilayah Selatan Kota Bekasi Rawan Terjadi Tanah Longsor?

​Kawasan selatan Kota Bekasi memiliki topografi yang berisiko tinggi karena perbedaan kontur tanah yang tajam antara perumahan dan perkampungan warga.

Kondisi tanah yang curam ini kerap kali tidak mampu menahan tekanan air yang besar, sehingga membuat tebing-tebing pembatas rentan tergerus saat curah hujan melonjak drastis.

Insiden ambrolnya tebing sepanjang 5 hingga 10 meter di Kelurahan Jatisari menjadi bukti nyata rapuhnya kontur tanah di wilayah tersebut.

​”Lantaran beberapa wilayah tersebut memiliki perbedaan kontur tanah antara perkampungan dan perumahan, biasanya memang rawan. Sedangkan mengenai daerah utara aman, dikarenakan tanahnya tinggi,” kata Kepala DBMSDA Kota Bekasi Idi Sutanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya, Kamis (16/04/2026).

​Daerah Mana Saja di Kota Bekasi yang Paling Rentan Longsor?

​Berdasarkan pemetaan visual dan struktural yang dilakukan oleh DBMSDA, zona merah kerawanan pergeseran tanah terpusat di area selatan Kota Bekasi.

Masyarakat yang bermukim di daerah bertebing atau perbatasan perumahan dan perkampungan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada tiga titik krusial berikut:

  • ​Kecamatan Jatiasih
  • ​Kecamatan Rawalumbu
  • ​Kecamatan Pondokmelati

​”Karena beda tingginya drastis, begitu hujannya deras menjadi sangat rawan longsor. Wilayah selatan ini perlu kita antisipasi ekstra karena banyak perbedaan elevasi antara kampung dan perumahan,” kata Idi.

​Bagaimana Langkah Antisipasi Pemkot Bekasi Menghadapi Ancaman Longsor?

​Sebagai bentuk antisipasi, Pemkot Bekasi melalui DBMSDA mengklaim telah menyiapkan skema mitigasi bencana yang komprehensif.

Infrastruktur penanganan bencana, mulai dari penyiagaan armada alat berat hingga penerjunan Tim URC dan UPTD, telah disiapkan untuk melakukan pembenahan konstruksi yang rusak akibat tergerus air hujan.

​”Begitu ada keluhan atau potensi longsor, langsung kita tangani untuk pencegahan biar tidak meluas. Apabila ada potensi longsor, kita tangani duluan secara darurat,” pungkasnya.

​Bencana alam memang sulit diprediksi, namun mitigasi serta kepedulian lingkungan adalah kunci utama untuk meminimalisir kerugian materi maupun menghindari timbulnya korban jiwa.

Warga Kota Bekasi diharapkan segera melapor kepada pihak berwenang di kelurahan atau kecamatan setempat apabila menemukan retakan tanah atau pergeseran struktur bangunan di sekitar tempat tinggal.

​Tetap update informasi terkini seputar kebijakan Pemkot Bekasi, dinamika politik, dan layanan publik lainnya hanya di RakyatBekasi.ComBeyond Your Local News. Jangan lupa bagikan artikel ini untuk menyebarkan kewaspadaan, dan tinggalkan opini Anda di kolom komentar!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Bekasi Targetkan Sisa Temuan BPK Sejak 2003 Tuntas dalam 3,5 Tahun
Progres Capai 80 Persen, Wisata Air Kalimalang Rampung Akhir Agustus 2026
Kritik Tajam LAPENMI Bekasi: MBG Jalan, Kelas Masih Bocor?
Resmi Diumumkan! Ini Dia Daftar Tiga Besar Open Bidding Pemkot Bekasi
APBD Kota Bekasi 2027 Diproyeksi Turun jadi Rp6,5 Triliun, Ini Penyebabnya
Diduga Ada Pencemaran Limbah dari Hulu Bogor, Aliran Kali Bekasi Hitam Pekat
Normalisasi Kali Bekasi Berlanjut November 2026 untuk Cegah Banjir
Tumpukan Sampah di Terminal Bekasi Picu Bau Busuk, DLH Janji Angkut Hari Ini
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:39 WIB

Wali Kota Bekasi Targetkan Sisa Temuan BPK Sejak 2003 Tuntas dalam 3,5 Tahun

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:09 WIB

Progres Capai 80 Persen, Wisata Air Kalimalang Rampung Akhir Agustus 2026

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:06 WIB

Kritik Tajam LAPENMI Bekasi: MBG Jalan, Kelas Masih Bocor?

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:40 WIB

Resmi Diumumkan! Ini Dia Daftar Tiga Besar Open Bidding Pemkot Bekasi

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:16 WIB

APBD Kota Bekasi 2027 Diproyeksi Turun jadi Rp6,5 Triliun, Ini Penyebabnya

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x