Sopir MBG Belum Jadi Tersangka, Polisi Masih Dalami Kasus Tabrakan Maut di Bekasi Timur

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi ringsek bagian depan mobil armada distribusi layanan gizi pasca menghantam area pedagang di Jalan Kalimantan Raya, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Selasa (12/05/2026).

Kondisi ringsek bagian depan mobil armada distribusi layanan gizi pasca menghantam area pedagang di Jalan Kalimantan Raya, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Selasa (12/05/2026).

Poin Utama:

  • ​Insiden maut melibatkan mobil distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) menabrak sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Kalimantan Raya, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.
  • ​Tragedi pada Selasa (12/05/2026) siang ini mengakibatkan satu orang PKL tewas setelah dirawat di RS Siloam Bekasi Timur, dengan total keseluruhan empat korban.
  • ​Sopir berinisial WS masih berstatus saksi; kepolisian telah memeriksa tiga saksi mata dan mengamankan rekaman CCTV dari lokasi kejadian.
  • ​Satlantas Polres Metro Bekasi Kota segera memanggil pihak pengelola dapur SPPG terkait kelayakan kendaraan dan potensi kelalaian.

Kecelakaan maut yang melibatkan mobil distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jalan Kalimantan Raya, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, pada Selasa (12/05/2026) siang memakan korban jiwa.

Meski telah menewaskan satu orang pedagang kaki lima (PKL), pihak Satlantas Polres Metro Bekasi Kota hingga kini belum menetapkan sang sopir berinisial WS sebagai tersangka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan mendalam guna menguak unsur kelalaian, termasuk membidik potensi keterlibatan pihak pengelola dapur penyedia.

​Mengapa Sopir Mobil MBG Belum Ditetapkan Sebagai Tersangka?

​Status pengemudi armada MBG berinisial WS hingga saat ini masih ditetapkan sebagai saksi. Pihak kepolisian beralasan bahwa penetapan tersangka tidak bisa dilakukan secara gegabah dan memerlukan alat bukti yang solid dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

​”Dikarenakan pihak kepolisian masih melakukan proses penyelidikan dan perkembangan kejadian kecelakaan lalu lintas,” kata Kompol Gefri Agitia kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Mapolres Metro Bekasi Kota, Rabu (13/05/2026).

​Untuk memperkuat proses hukum, penyidik telah memeriksa tiga orang saksi yang terdiri dari seorang juru parkir dan dua pedagang di sekitar minimarket tersebut.

​”Sementara ini saksi masih belum ada penambahan. Dan sudah ada tambahan rekaman CCTV dari masing-masing titik kejadian,” katanya.

​Bagaimana Kronologi Kecelakaan Maut Mobil MBG di Bekasi Timur?

​Insiden bermula ketika mobil Daihatsu Gran Max bernomor polisi B 9007 TXZ yang dikendarai oleh WS melaju dari arah Jalan Nusantara (Selatan) menuju kawasan Tambun di arah Utara. Kelalaian fatal terjadi saat kendaraan tersebut melintasi minimarket di Jalan Kalimantan Raya.

​”Setibanya di lokasi kejadian, WS kaget karena melihat ada pengendara sepeda motor melintas di depan mobil, sehingga membanting setir ke kiri,” katanya.

​Manuver mendadak dan hilangnya kendali tersebut membuat mobil boks distribusi makanan itu langsung menghantam gerobak para pedagang kaki lima yang sedang berjualan di bahu jalan sisi depan minimarket.

​Siapa Saja Korban Tragedi Mobil MBG di Aren Jaya?

​Akibat hantaman keras tersebut, empat orang yang berada di lokasi kejadian terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Berikut adalah data para korban:

  • ​S (Pedagang Tahu Krispi): Meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis intensif di RS Siloam Bekasi Timur.
  • ​NS (Pedagang Ayam): Mengalami luka-luka.
  • ​PD (Kernet Mobil MBG): Mengalami luka-luka akibat benturan di dalam kabin.
  • ​Satu Korban Lainnya: (Pedagang setempat) Mengalami luka ringan.

​Apakah Pengelola Dapur SPPG Akan Ikut Diperiksa?

​Fokus penyidikan tidak hanya berhenti pada sang sopir. Pihak kepolisian secara tegas akan memanggil pihak pengelola dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) untuk dimintai pertanggungjawaban.

Pemeriksaan ini krusial guna mengetahui apakah ada unsur kelalaian dalam uji kelayakan operasi (KIR) kendaraan berpelat B 9007 TXZ tersebut.

​”Iya, kita lagi dalami juga. Semua akan dipanggil untuk menemui titik terang,” tutupnya.

Tragedi di Aren Jaya ini menjadi alarm keras bagi pemangku kebijakan, termasuk jajaran Pemkot Bekasi, terkait standar keselamatan distribusi program pemerintah.

Kelayakan armada dan kompetensi pengemudi wajib menjadi prioritas agar ruang publik tidak menjadi zona maut bagi masyarakat yang tengah mencari nafkah.

​Jangan lewatkan perkembangan terbaru kasus tabrakan maut di Bekasi Timur ini. Bagikan artikel ini untuk turut mengawal keadilan bagi keluarga korban, dan suarakan opini Anda di kolom komentar! Baca juga liputan investigasi dan berita hukum tajam lainnya hanya di RakyatBekasi.Com.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Loker Palsu di Bekasi Kembali Beroperasi, GMNI Semprot Disnaker dan Sebut Komitmen KDM Hanya Konten Belaka
Tersisa 3 Bidang Tanah, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Pastikan Konstruksi FO Bulak Kapal Mulai Awal November
Hari Kedua Larangan Parkir Pemkot Bekasi: Petugas Dishub Gembosi Ban Mobil ASN
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Kantongi Rp1,75 Miliar Lewat Lelang Digital SI-BALAI KEREN, Ini Rincian Proyeknya
Target Tuntas Akhir Oktober, Ganti Rugi Lahan Fly Over Bulak Kapal Bekasi Timur Mulai Dibayar
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Instruksikan 21 Ribu ASN Turun Tangan Jadi Agen Aktivasi IKD
Baru 17 Ribu dari Target 800 Ribu KK, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Desak Camat dan Lurah Kebut Pendataan Perlinsos Digital
Ajang Bekasi City Fashion Movement 2026 Cetak Perputaran Ekonomi Rp334,9 Juta dalam 3 Hari
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:57 WIB

Loker Palsu di Bekasi Kembali Beroperasi, GMNI Semprot Disnaker dan Sebut Komitmen KDM Hanya Konten Belaka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:46 WIB

Tersisa 3 Bidang Tanah, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Pastikan Konstruksi FO Bulak Kapal Mulai Awal November

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Hari Kedua Larangan Parkir Pemkot Bekasi: Petugas Dishub Gembosi Ban Mobil ASN

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:21 WIB

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Kantongi Rp1,75 Miliar Lewat Lelang Digital SI-BALAI KEREN, Ini Rincian Proyeknya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:57 WIB

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Instruksikan 21 Ribu ASN Turun Tangan Jadi Agen Aktivasi IKD

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x