Poin Utama:
- Wakil Wali Kota Bekasi, Dr. Abdul Harris Bobihoe, mengapresiasi kedisiplinan tinggi peserta MOOC PPPK Gelombang 6 Angkatan 118.
- Pelatihan menuntut aparatur bangun pukul 04.00 WIB guna membentuk karakter pelayan masyarakat yang tangkas dan tidak malas.
- Di sela gemblengan subuh, peserta menggelar Morning Talk khusus mengkaji tahapan pembebasan lahan Fly Over Bulak Kapal di Kecamatan Bekasi Timur.
- Evaluasi kurikulum (Kurnev) melibatkan BKPSDM Provinsi Jawa Barat dan Pemkot Bekasi secara komprehensif hingga malam hari.
Ratusan peserta Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Gelombang 6 Angkatan 118 di lingkungan Pemkot Bekasi tengah digembleng kedisiplinan tingkat tinggi.
Tidak sekadar rutinitas birokrasi, agenda Massive Open Online Course (MOOC) ini memaksa aparatur untuk melek sejak subuh dan langsung membedah isu-isu strategis tata kota.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu isu krusial yang diangkat adalah kemacetan menahun di simpang timur kota, yang dibedah secara kritis melalui forum Morning Talk bertema “Tahapan Pembebasan Lahan Fly Over Bulak Kapal” yang digelar secara daring pada Kamis (25/06/2026).
Transformasi mental aparatur dari yang terbiasa santai menjadi lebih progresif ini pun memantik apresiasi langsung dari pimpinan daerah.
Mengapa PPPK Pemkot Bekasi Digembleng Sejak Subuh?
Pemkot Bekasi mewajibkan ritme kedisiplinan ekstrem pada pelatihan ini untuk membongkar kebiasaan buruk aparatur yang kerap datang terlambat atau bermalas-malasan.
Pembentukan karakter dan integritas diuji dengan kewajiban memulai aktivitas sebelum matahari terbit.
”…Program MOOC ini sangat bagus, pagi buta kita belajar bangun pagi. Yang biasa kesiangan kita dituntut aktif jam 4 pagi sudah bangun salat tahajud dan subuh, dilanjut siraman rohani serta materi sampai jam 6 pagi,” kata Tofik Hidayat, peserta sekaligus Penasehat Angkatan 118, kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com dalam sesi Zoom Meeting, Kamis (25/06/2026).
Setelah sesi subuh, para peserta dituntut untuk segera bersiap berangkat ke kantor masing-masing. Ritme ini dirancang agar PPPK Pemkot Bekasi sudah siap sedia melayani masyarakat sedari pagi tanpa alasan kelelahan. Materi lanjutan kemudian diestafetkan pada siang hari pukul 13.00 WIB hingga 15.00 WIB.
Apa Urgensi Pembahasan Fly Over Bulak Kapal di Orientasi PPPK?
Pembahasan Fly Over Bulak Kapal bukan sekadar wacana teoretis, melainkan wujud kepekaan PPPK terhadap masalah riil infrastruktur di wilayah Kecamatan Bekasi Timur.
Proyek penyeberangan lintas atas ini sangat vital untuk mengurai simpul kemacetan di persimpangan jalan nasional dan jalur rel kereta api.
Dalam sesi Morning Talk yang dipandu oleh MC Devianita dan Operator Mellia Rahmadani tersebut, Tofik Hidayat yang juga didapuk sebagai pemateri menyoroti betapa kompleksnya tahapan pembebasan lahan di area tersebut.
Ia menekankan bahwa dalam mengeksekusi proyek fisik bernilai strategis, ASN harus mampu memprioritaskan kepentingan masyarakat luas di atas kepentingan personal atau golongan tertentu.
Bagaimana Bentuk Apresiasi Wakil Wali Kota Bekasi?
Melihat dedikasi para peserta yang harus membagi waktu, tenaga, dan pikiran untuk mengabdi sekaligus belajar, Wakil Wali Kota Bekasi, Dr. Abdul Harris Bobihoe, memberikan suntikan moral secara langsung.
Beliau menginstruksikan agar ilmu yang didapat selama masa orientasi menjadi bekal berharga untuk mewujudkan tata kelola Kota Bekasi yang lebih sejahtera dan berintegritas.
Sebagai informasi, program orientasi ini digarap serius secara kolaboratif dengan sejumlah ketentuan terukur:
- Durasi Materi Intensif: Berlangsung tanpa putus selama 15 hari kerja.
- Evaluasi (Kurnev): Dilaksanakan pada 3 hari terakhir (hari ke-16 hingga 18) dengan jam malam, yakni pukul 08.00 WIB hingga 21.00 WIB.
- Fasilitator Utama: Melibatkan mentor dan instruktur profesional dari BKPSDM Provinsi Jawa Barat serta BKPSDM Kota Bekasi.
Kedisiplinan yang ditempa sejak subuh ini diharapkan tidak hanya menguap pasca-orientasi, melainkan mendarah daging dalam standar pelayanan publik di lingkungan Pemkot Bekasi.
Apabila seluruh PPPK dapat mempertahankan etos kerja responsif ini, target penyelesaian masalah kompleks seperti pembebasan lahan Fly Over Bulak Kapal niscaya akan lebih cepat terealisasi.
Bagaimana pendapat Anda mengenai terobosan kedisiplinan ASN di Kota Bekasi ini? Bagikan tanggapan Anda di kolom komentar dan ikuti terus pembaruan berita seputar infrastruktur daerah hanya di RakyatBekasi.Com!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






