Tragedi Salah Kasih Vaksin di Puskesmas Bintara Jaya, Bayi 9 Bulan Radang Otak

- Jurnalis

Kamis, 25 Juni 2026 - 01:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infografis. (Nano Banana Pro2)

Infografis. (Nano Banana Pro2)

Poin Utama:

  • ​Bayi berusia 9 bulan didiagnosis radang otak (ensefalitis) usai diduga menjadi korban salah suntik jenis vaksin di Puskesmas Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.
  • ​Niat awal menerima imunisasi Campak, oknum bidan justru memberikan vaksin DPT dosis ganda tanpa indikasi medis dan mengabaikan SOP pengecekan rekam medis pasien.
  • ​Dinas Kesehatan jajaran Pemkot Bekasi kini tengah melakukan investigasi menyeluruh serta audit medis untuk mengusut dugaan malapraktik fatal tersebut.

​Tata kelola pelayanan kesehatan dasar di wilayah Pemkot Bekasi kembali menuai sorotan tajam publik. Seorang bayi berusia 9 bulan kini terbaring kritis di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dengan diagnosis radang otak atau ensefalitis.

Tragedi memilukan ini diduga kuat berawal dari kelalaian fatal oknum tenaga kesehatan yang salah memberikan jenis vaksin di Puskesmas Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Bagaimana Kronologi Bayi Radang Otak Akibat Salah Vaksin di Puskesmas Bintara Jaya?

​Peristiwa nahas ini bermula saat keluarga bermaksud memberikan imunisasi Campak rutin di fasilitas kesehatan tingkat pertama milik pemerintah daerah tersebut.

Berdasarkan data administrasi mulai dari loket pendaftaran hingga penimbangan, bayi tersebut sudah tercatat dengan benar untuk menerima vaksin Campak.

Namun, petaka terjadi di ruang tindakan ketika oknum bidan yang bertugas diduga mengabaikan prosedur operasional standar pelayanan medis dengan langsung menyuntikkan vaksin DPT ke paha kanan dan kiri bayi secara sepihak.

​”Saya tanya, ‘Bu, emang suntikannya di paha? Emang dua kali suntikannya?’. Bidan itu jawab iya karena ini DPT. Saya langsung kaget, ‘Astaghfirullahaladzim, kok DPT Bu? Saya kan ke sini mau Campak!'” kata ibu korban pemilik akun TikTok @andinney kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com mengurai kronologi kejadian, Rabu (24/06/2026).

​Mengapa Salah Suntik Vaksin DPT Bisa Memicu Radang Otak pada Bayi?

​Pemberian jenis vaksin yang tidak sesuai dengan rekam medis, terlebih dalam waktu yang berdekatan tanpa indikasi medis yang kuat, terbukti memicu reaksi fatal pada antibodi korban.

Sang bayi tercatat sebelumnya telah tuntas menerima vaksin DPT 3 secara berbayar di klinik swasta.

Sikap defensif oknum bidan yang tidak mengecek Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sebelum tindakan suntik berakibat sangat fatal.

​Belum genap 24 jam pasca-suntikan di Puskesmas Bintara Jaya, korban mengalami kejang hebat dengan durasi lebih dari 30 menit.

Pihak Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit rujukan menyatakan bahwa nyawa sang bayi terancam dan harus segera dipindahkan ke ruang perawatan intensif.

​”Ternyata benar diagnosisnya radang otak, ada pembengkakan otak akibat dari kejang panas yang tinggi itu,” kata ibu korban dengan nada terpukul.

@andinney

bu ibu mohon bantu support nya ya supaya dari pihak mereka ada pertanggungjawaban nya, kemarin dinkes sudah kesini minta maaf dan bilang kami akan evaluasi tanpa menyebutkan win win solution nya #bantuviralkan #fypシ゚viral #salahvaksin

♬ Peace (SuperSlowed) – dunsky & 777Muzic

​Apa Langkah Tegas Dinkes Pemkot Bekasi Terkait Kasus Malapraktik Ini?

​Dinas Kesehatan Kota Bekasi selaku pemangku kebijakan langsung membentuk tim teknis untuk menelusuri kronologi kejadian dan berjanji akan memberikan sanksi jika terbukti ada pelanggaran prosedur medis di lapangan.

​”Menanggapi pemberitaan terkait insiden di Puskesmas Bintara Jaya kami dari Dinkes Kota Bekasi menyatakan prihatin mendalam atas kondisi pasien. Saat ini, fokus utama kami adalah memastikan bayi tersebut mendapatkan penanganan medis terbaik serta melakukan investigasi menyeluruh,” kata Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Dinkes Kota Bekasi kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui rilis resmi tertulis, Rabu (24/06/2026).

​Berikut adalah komitmen penanganan insiden yang disampaikan oleh pihak Dinkes Kota Bekasi:

  • ​Menjamin serta memastikan bayi mendapat penanganan medis optimal secara penuh.
  • ​Menggelar investigasi menyeluruh dan audit medis melalui tim teknis terkait untuk menelusuri kronologi.
  • ​Menjatuhkan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku jika ditemukan adanya pelanggaran SOP atau kelalaian tenaga kesehatan.

​Kasus di Puskesmas Bintara Jaya ini menjadi tamparan keras bagi ekosistem pelayanan kesehatan di lingkungan Pemkot Bekasi dan pengingat bagi jajaran Wali Kota Bekasi untuk lebih mengawasi SOP.

Masyarakat menanti langkah hukum nyata dan transparansi dari pemerintah daerah atas insiden yang mengancam nyawa warga ini.

​Punya pengalaman serupa terkait pelayanan puskesmas atau rumah sakit di wilayah Kota maupun Kabupaten Bekasi? Bagikan pandangan dan kisah Anda di kolom komentar di bawah ini, atau baca laporan investigasi layanan publik kami lainnya hanya di RakyatBekasi.com.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Usai Kasus Penganiayaan di Bandung, Satpol PP Bekasi Perketat Pengawasan Kos dan Kontrakan
Truk Kontainer Hantam Portal Caringin Raya, Dishub Kota Bekasi Kecolongan!
Realisasi PAD Seret di 41%, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Ultimatum Bapenda Akselerasi Pendapatan
Misteri Dua Mayat Remaja di Mustikajaya Akhirnya Terungkap, Salah Satu Pelaku Masih di Bawah Umur
Pemadaman Listrik Dinilai Rugikan Pelaku Usaha, APINDO Kota Bekasi Desak Evaluasi PLN
Dalam Dua Tahun, Lebih dari 50 Ribu Warga DKI Jakarta Hijrah jadi Penduduk Kota Bekasi
Antusias Tinggi, 50 Ribu Calon Siswa Daftar SPMB Kota Bekasi 2026, 8 Ribu Berkas Pendaftar Mandek!
Sambut Tahun Baru Islam, Kajian MAGANK Bantargebang Serukan Aksi Hijrah Total
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 01:11 WIB

Tragedi Salah Kasih Vaksin di Puskesmas Bintara Jaya, Bayi 9 Bulan Radang Otak

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:23 WIB

Usai Kasus Penganiayaan di Bandung, Satpol PP Bekasi Perketat Pengawasan Kos dan Kontrakan

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:37 WIB

Truk Kontainer Hantam Portal Caringin Raya, Dishub Kota Bekasi Kecolongan!

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:44 WIB

Realisasi PAD Seret di 41%, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Ultimatum Bapenda Akselerasi Pendapatan

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:12 WIB

Misteri Dua Mayat Remaja di Mustikajaya Akhirnya Terungkap, Salah Satu Pelaku Masih di Bawah Umur

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x