Kajian SEPAGETI Rawalumbu: Padukan Ilmu Taqwa dan Terapi Islami

- Jurnalis

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana hangat dan khidmat saat jemaah menyimak tausiah serta mengikuti sesi terapi kesehatan dalam Kajian SEPAGETI Edisi 170 di Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Rabu (24/06/2026). (Ist)

Suasana hangat dan khidmat saat jemaah menyimak tausiah serta mengikuti sesi terapi kesehatan dalam Kajian SEPAGETI Edisi 170 di Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Rabu (24/06/2026). (Ist)

Poin Utama:

  • ​Majelis Ilmu SEPAGETI (SEntuhan Pengajian mAlam GEtarkan haTi) Edisi ke-170 sukses digelar di kawasan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.
  • ​Kajian ini mengupas tuntas tema “Islam Sebagai Landasan Hidup” dengan fokus pada penerapan nilai Taqwa secara kaffah.
  • ​Rangkaian acara dipadukan dengan layanan pengobatan Islami gratis, meliputi terapi Zamatera, Fasdhu, Bekam, hingga cek gula darah.
  • ​Inisiatif akar rumput ini selaras dengan visi Pemkot Bekasi dalam membangun masyarakat yang cerdas secara spiritual dan sehat jasmani.

​Majelis Ilmu SEPAGETI kembali menggelar kajian rutin edisi ke-170 di kediaman Bang Dhani, kawasan Bojong Rawalumbu, Kelurahan Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, pada Rabu (24/06/2026).

Tidak sekadar menyirami rohani jemaah dengan pemahaman syariat, agenda malam tersebut juga memadukan aksi sosial berupa layanan terapi kesehatan Islami.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kolaborasi dakwah rohani dan jasmani ini menjadi oase menyejukkan di tengah padatnya dinamika kehidupan warga Kota Bekasi.

​Apa Makna Taqwa Menurut Ali bin Abi Thalib dalam Kajian SEPAGETI?

​Menjadikan Islam sebagai landasan hidup berarti menjadikan syariat sebagai kompas utama dalam keseharian.

Pemahaman ini sejalan dengan pesan Al-Qur’an dalam Surat Al-Baqarah ayat 208 yang menyerukan umat Islam untuk masuk ke dalam agama secara kaffah atau menyeluruh.

​”Taqwa itu meliputi empat pilar utama, yakni takut kepada Allah, beramal sesuai syariat-Nya, qona’ah atau merasa cukup atas rezeki, serta senantiasa menyiapkan bekal untuk akhirat,” kata Al Ustadz Dicky Kaharuddin kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Rabu (24/06/2026).

​Beliau juga mengingatkan bahwa jalan kehidupan (sirat) harus selalu merujuk pada panduan Ilahi. Menyelaraskan antara pemahaman syariat dan penerapannya adalah kunci agar seorang hamba tidak tersesat dalam gemerlap duniawi.

​Mengapa Ilmu Penting Sebagai Cahaya Kehidupan?

​Pemahaman agama yang kokoh tidak akan terwujud tanpa adanya proses menuntut ilmu.

Dalam sesi lanjutan, tokoh penggerak SEPAGETI, Babeh Fayadh (Kang Faisal Abu Fayadh), mengutip pesan mendalam dari Al Imam Syafi’i dalam Kitab Al Umm’.

​Babeh Fayadh menegaskan bahwa setiap Muslim wajib mencari ilmu di mana pun mereka berada dan segera mengamalkannya, sekecil apa pun ilmu tersebut.

Ia juga menyoroti konsep pergeseran dari kegelapan menuju cahaya (minadz-dzulumati ilan-nuur), mengingatkan jemaah bahwa cahaya ilmu Allah SWT tidak akan pernah masuk ke dalam hati orang-orang yang gemar berbuat dosa dan maksiat.

​Layanan Terapi Pengobatan Islami Apa Saja yang Diberikan?

​Setelah sesi kajian dan tanya jawab yang interaktif, acara dilanjutkan dengan bakti kesehatan yang difasilitasi oleh Tim Pengajian Pingkal (Pinggir Kali) dari Utan Kayu, Jakarta Timur.

Tim yang dikomandoi oleh Ustadz Amien Ali, Kang Yan Hadi, dan Bang Azis ini membuka layanan terapi pengobatan secara komprehensif.

​Beberapa layanan yang diberikan meliputi:

  • Terapi Zamatera & Fasdhu: Metode detoksifikasi dan pembersihan darah untuk melancarkan sirkulasi.
  • Terapi Bekam: Pengobatan sunah untuk mengeluarkan darah statis yang mengandung toksin.
  • Terapi TENS Impuls Listrik Ringan: Stimulasi saraf untuk meredakan nyeri otot dan sendi.
  • Cek Kadar Gula Darah: Pemeriksaan medis dasar untuk memantau potensi diabetes jemaah.

​Acara yang berlangsung hangat tersebut berjalan lancar hingga larut malam. Bang Dhani, selaku tuan rumah di kawasan Kelurahan Rawalumbu, menjadi pasien terakhir yang mendapatkan terapi bekam.

Kegiatan majelis semacam ini membuktikan bahwa komunitas lokal mampu berperan aktif mendukung kesehatan lingkungan, sebuah langkah kecil yang berdampak besar bagi resiliensi warga.

​Bagikan artikel ini agar lebih banyak warga Kota Bekasi yang terinspirasi untuk menghidupkan majelis ilmu dan kesehatan di lingkungan masing-masing! Tinggalkan opini Anda tentang sinergi dakwah dan kesehatan ini di kolom komentar.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkot Bekasi Kebut Venue Porprov Jabar 2026, Target Oktober Rampung
Wawali Bekasi Apresiasi Tingginya Disiplin PPPK Angkatan 118 dalam Orientasi MOOC
Sentil Pemkab soal Bekasi Darurat Begal, Mahamuda Dukung Kombes Sumarni Tepis Isu MBG
Bantah Tudingan Pelecehan Seksual, Kasatpol PP Bekasi Tantang Sumpah Pocong
Rekrutmen Satuan Pengawas Intern RSUD CAM Bekasi Diduga Sarat Titipan Parpol
Pelaku Pencabulan 6 Santriwati Ponpes Al-Qona’ah Bekasi Tewas Dikeroyok di Sel
Jelang Porprov Jabar 2026, Atlet Kota Bekasi Siap Jalani Pemusatan Latihan
Seleksi Open Bidding Pemkot Bekasi Rampung, 3 Pejabat Baru Diumumkan 8 Juli 2026
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:04 WIB

Pemkot Bekasi Kebut Venue Porprov Jabar 2026, Target Oktober Rampung

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:33 WIB

Kajian SEPAGETI Rawalumbu: Padukan Ilmu Taqwa dan Terapi Islami

Kamis, 25 Juni 2026 - 23:26 WIB

Wawali Bekasi Apresiasi Tingginya Disiplin PPPK Angkatan 118 dalam Orientasi MOOC

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:03 WIB

Sentil Pemkab soal Bekasi Darurat Begal, Mahamuda Dukung Kombes Sumarni Tepis Isu MBG

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:33 WIB

Bantah Tudingan Pelecehan Seksual, Kasatpol PP Bekasi Tantang Sumpah Pocong

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x