- Kejari Kota Bekasi melibatkan ahli forensik digital untuk membedah data dari ponsel sitaan terkait kasus pungutan liar (pungli).
- Pemeriksaan difokuskan pada pelacakan jejak komunikasi dan aliran dana korupsi alih kelola MCK di Pasar Bantargebang.
- Korps Adhyaksa merencanakan pemanggilan ulang sejumlah saksi untuk penebalan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
- Kepala Kejari menegaskan penyidikan terus berlanjut dan membuka ruang lebar untuk penetapan tersangka baru.
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi mengambil langkah agresif dengan menggandeng ahli forensik guna mengusut tuntas skandal korupsi pungutan liar (pungli) pengelolaan MCK di Pasar Bantargebang.
Manuver hukum ini dilakukan sebagai tindak lanjut pasca penahanan eks Kepala Bidang Pasar pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Pemkot Bekasi berinisial JAS.
Penelusuran jejak digital ini diyakini mampu membongkar jaringan mafia perizinan secara lebih komprehensif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengapa Kejari Kota Bekasi Libatkan Ahli Forensik?
Pelibatan ahli forensik bertujuan untuk mengekstraksi data dan jejak percakapan dari barang bukti elektronik berupa telepon genggam yang sebelumnya telah diamankan penyidik.
Bukti digital ini sangat krusial untuk memetakan alur komunikasi serta melacak ke mana saja muara aliran dana haram tersebut mengalir.
”Kalau untuk waktu dekat ini mungkin akan ada penebalan-penebalan saja untuk BAP-BAP. Kemudian juga kita menunggu ada dari Forensik yang terkait HP yang kita sita, kita menunggu itu,” kata Kepala Kejari Kota Bekasi, Sulvia Triana Hapsari kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Gedung Plaza Pemkot Bekasi, Kamis (16/07/2026).
Selain menunggu hasil analisis forensik, Kejari Kota Bekasi juga tengah menyusun jadwal pemanggilan ulang terhadap sejumlah saksi.
Langkah penebalan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) ini diperlukan untuk mensinkronkan temuan digital forensik dengan kesaksian faktual di lapangan.
Apakah Akan Ada Tersangka Baru dari Disdagperin Pemkot Bekasi?
Peluang bertambahnya daftar tersangka dalam pusaran rasuah fasilitas publik ini dipastikan masih sangat terbuka lebar.
Kajari Kota Bekasi menegaskan bahwa penahanan tersangka JAS hanyalah langkah awal dari serangkaian penyidikan panjang untuk membersihkan praktik kotor di lingkungan birokrasi pasar.
”Kalau ini kan masih berkembang, karena ini kan masih tahap penyidikan. Penetapan tersangka dan penahanan itu hanyalah salah satu tindakan pro-yustisi. Tapi kita tetap masih mengumpulkan alat bukti lain dan tidak menutup kemungkinan akan berkembang. Tapi untuk sementara, ini yang bisa kita lakukan,” jelasnya.
Komitmen untuk mengusut keterlibatan pihak lain juga ditegaskan kembali oleh Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Kota Bekasi, Ryan Anugrah.
Ia memastikan pihaknya tidak pandang bulu dalam menindak oknum yang terbukti menikmati uang hasil pemerasan tersebut.
”Dalam rangkaian peristiwa ini, apabila memang ditemukan adanya pihak-pihak lain yang ternyata menerima atau yang berkaitan dengan apa yang terjadi ini, tentunya pasti akan kita tindak lanjuti,” tegas Ryan.
Saat ini, Korps Adhyaksa sedang fokus merangkai setiap kepingan alat bukti demi mengungkap tabir keterlibatan oknum birokrat lainnya yang masih bersembunyi.
”Kami tidak bisa sampaikan ada atau tidak keterlibatan tersangka lainnya atau tidak. Makanya kita melakukan serangkaian kegiatan penyidikan di sini. Termasuk salah satunya tadi adalah penetapan tersangka. Seperti itu,” pungkasnya.
Skandal pungli yang mencoreng wajah pelayanan publik di Kota Bekasi ini diharapkan dapat terbongkar hingga ke akar-akarnya lewat bantuan teknologi forensik.
Publik kini menanti gebrakan lanjutan dari Korps Adhyaksa untuk menyeret seluruh oknum pejabat yang terlibat ke meja hijau tanpa terkecuali.
Bagaimana ekspektasi Anda terhadap ketegasan Kejari Kota Bekasi dalam menuntaskan kasus korupsi ini? Mari berikan pendapat Anda di kolom komentar, bagikan artikel ini, dan pantau terus laporan investigasi eksklusif hanya di RakyatBekasi.Com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







